
Mikaila menjalani hari-harinya menjadi seorang ibu untuk putrinya. Ia mengkonsumsi makanan sehat usai putrinya Syakira menyusui putrinya yang selalu saja lapar tanpa kenal waktu.
Mikaila yang sudah mulai dekat dengan beberapa mahasiswa Indonesia membantu istri Zefran untuk mengadakan aqiqah putrinya di apartemennya.
Walaupun hanya segelintir yang hadir namun tidak mengurangi kehikmatan acara tersebut.
"Mbak Cyra!"
Makanan ini terlalu banyak, apakah kita membagikan saja para pekerja bangunan di wilayah dekat sini?"
"Terserah, yang penting besekan itu harus habis dibagikan kepada yang membutuhkan." Ujar Cyra.
"Baiklah kalau begitu kami langsung pulang sambil membagikan makanan ini." Ujar Sarah.
Mikaila hanya mengangguk sambil menggendong bayinya. Rupanya di acara aqiqahan itu, hadir juga dokter Ae RI. Walaupun ia tidak begitu mengerti acara ritual Islam untuk menyambut bayi itu, namun ia tidak begitu ambil pusing. Ia hanya ingin menemani baby Syakira yang terlihat cantik dari sekian bayi yang ia tangani.
Kedekatan Mikaila dengan dokter Ae RI sudah seperti saudara. AE RI memang belum ingin menikah walaupun usianya saat ini sudah memasuki tiga puluhan. Mungkin terlalu memikirkan karier membuatnya enggan untuk mengenal sosok lelaki yang pantas ia ajak kencan.
"Mikaila! Apakah kamu sudah tidak peduli dengan ayah dari bayimu?"
"Aku masih sangat mencintainya dokter, tapi sepertinya kami berdua tidak ditakdirkan hidup bersama." Ujar Mikaila sedih.
"Bagaimana reaksinya jika melihat bayimu yang ia kira itu bukan anaknya?"
"Biarkan saja seperti itu karena aku ingin memilki putriku sendirian. Lagi pula ia memiliki istri yang mungkin suatu saat nanti akan memberikan bayi untuknya."
"Mikaila! Bukankah saat ini suamimu sudah menghentikan nafkah lahiriah untukmu? Mungkin saja dia sudah mengetahui kalau kamu selingkuh hingga memiliki anak."
"Itu sudah tahu itu bakalan terjadi dokter, tapi aku sudah mengantisipasinya dengan membeli saham untuk memenuhi kebutuhan kami berdua." Ujar Mikaila tenang.
"Hebat kamu Mikaila. Kamu bisa berpikir sejauh itu. Apakah ada yang membantumu berkenalan dengan dunia saham?"
__ADS_1
"Ayah dari bayiku sendiri yang mengajarkan itu saat kami masih bersama. Dulu dia mengaku padaku kalau dia bekerja di perusahaan besar sebagai manajer. Walaupun pada akhirnya aku baru mengetahui kalau dua adalah seorang mafia." Ujar Mikaila.
"Kamu pantas menjadi istrinya Mikaila karena cepat belajar cara mengelola sebuah perusahaan." Puji dokter Ae RI.
"Lantas, bagaimana denganmu dokter? mengapa kamu belum memiliki pacar?"
"Lelaki di sini rata-rata selalu menanyakan karier dan besarnya gaji wanita yang ingin ia kencani.
Belum lagi lelaki yang mencoba menipuku dengan mengaku dia sebagai seorang pengusaha dan anehnya ia mengajak aku berkencan di restoran mewah dan selalu bilang kalau dia lupa membawa dompetnya. Sampai akhirnya aku mengetahui sendiri saat berpapasan dengan mantan kekasihnya yang juga korbannya.
Sementara cerita cinta kamu terbalik. Suamimu mengaku seorang manajer padahal dia sendiri seorang mafia yang memiliki banyak perusahaan. Menarik sekali bukan kehidupan cinta kita berdua?" Ujar dokter Ae RI.
"Apa yang bisa aku banggakan bersuamikan dirinya, kalau pada akhirnya aku dimadu dan ditinggalkan dengan limpahan uang yang terus saja mengalir di rekening ku setiap saat tanpa hadir dirinya." Ujar Mikaila.
"Daripada dia membuatmu jadi kere?" Ledek dokter Ae RI.
"Mungkin sekarang aku sudah mulai kere." Timpal Mikaila sambil cekikikan.
...----------------...
Tidak terasa perjalanan waktu terus bergulir hingga akhirnya putri Mikaila sudah berusia dua tahun.
Atas rekomendasi dokter Ae RI, Mikaila akhirnya melanjutkan lagi pendidikan S2 dengan mengambil jurusan manajemen bisnis sebagai bekal untuk gadis itu bisa mengelola perusahaan sendiri suatu saat nanti jika Mikaila berencana kembali lagi ke tanah air.
Kini Mikaila sudah tinggal di rumahnya dokter Ae RI karena gadis itu tidak ingin Mikaila hidup berdua saja dengan bayinya tanpa ada pelayan.
Dokter Ae RI sebenarnya berasal dari keluarga konglomerat namun ia tidak begitu suka memamerkan status sosialnya kepada orang yang mengenalnya.
Awalnya Mikaila merasa segan untuk tinggal di rumahnya dokter Ae RI, namun mengingat dirinya tidak bisa lagi membayar baby sitter untuk menjaga bayinya, membuat dirinya harus menerima tawaran dokter Ae RI yang baik hati itu.
Dokter Ae RI selalu mengajak Syakira dan bayinya untuk berkunjung ke mall mencari pernak-pernik bayi dari nol tahun hingga usia satu tahun.
__ADS_1
Bukan hanya kebutuhan untuk bayinya saja yang jadi perhatian dokter Ae RI, namun makanan untuk ibu menyusui menjadi faktor utama yang harus di konsumsi Syakira selama menyusui bayinya.
Dokter Ae RI melarang Keluarganya memasak daging babi demi menjaga perasaan Mikaila.
Gadis ini juga harus menyiapkan sendiri alat masak dan peralatan makanan tersendiri untuk Mikaila yang beragama Islam.
Bukan hanya itu, bumbu masakan yang digunakan harus berlebel halal agar Syakira merasa nyaman untuk memakannya.
"Dokter Ae RI! Sepertinya aku sudah banyak berutang padamu. Aku tidak tahu dengan cara aku membalas kebaikanmu."
Ujar Mikaila merasa sangat menyusahkan dokter Ae RI dan keluarganya yang ikut membantu merawat dia dan bayinya.
"Mikaila! Apakah kamu akan menolongku jika aku yang menjadi kamu yang jauh dari sanak keluarga dengan merawat anak sendirian tanpa sang suami disamping mu?"
"Tentu saja dokter Ae RI, jika aku mempunyai kemampuan lebih sepertimu aku tidak akan segan menolong mu." Sahut Mikaila.
Sejak saat itu Mikaila begitu tenang menjalankan peran barunya menjadi ibu untuk SYAKIRA.
Walaupun ada rasa rindunya yang begitu besar pada keluarganya, namun Mikaila ingin menunjukkan kepada suaminya Zefran bahwa tanpa dirinya ia mampu membesarkan Syakira sampai putrinya nanti beranjak dewasa.
"Syakira! Suatu saat nanti, jika kamu sudah dewasa, menikahlah dengan pria yang jujur yang tidak akan membohongi keberadaanmu walaupun nyawamu menjadi taruhannya." Ujar Mikaila sambil menangis.
"Apakah kamu merindukan Keluargamu Mikaila?"
Dokter Ae RI yang baru pulang dari rumah sakit menghampiri bayi Syakira yang ingin di mandikan nya.
Gadis cantik ini tidak peduli dengan tubuhnya yang masih lelah melayani beberapa orang ibu yang melahirkan di rumah sakitnya tempat ia bekerja.
"Aku ingin sekali pulang dokter, tapi aku begitu takut jika Zefran mengetahui aku hamil dan dia akan mengambil anak ini dan memisahkan kami, itu yang menjadi pertimbangan ku." Balas Mikaila.
"Iya juga sih, ternyata hidupmu cukup rumit dan sulit untuk diatasi kemelut rumah tanggamu."
__ADS_1
"Aku tidak menyangka bisa berakhir sesedih ini, mencintai putra konglomerat. Tapi aku pun tidak menyesal mengenal dan menikah dengan Zefran dan sekarang dialah ayah dari bayi yang sudah aku lahirkan ini." Ucap Mikaila dengan wajah sendu.