Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
45. PENYELAMATAN!


__ADS_3

Atas persetujuan ayahnya Zefran yang membolehkan SYAKIRA kuliah di Australia, membuat gadis ini begitu semangat.


Saat ini ia menempati sebuah apartemen mewah yang dibeli oleh ayahnya dengan dua orang pelayan yang di bawa dari Indonesia untuk menemani SYAKIRA.


Walaupun ia adalah putri dari seorang raja mafia, sedikitpun dirinya tidak mau orang lain mengetahui identitas dirinya.


Syakira selalu berangkat ke kampus dengan menggunakan bus. Syakira benar-benar menikmati aktivitas barunya sebagai mahasiswa.


Saat pulang dari kampus SYAKIRA menumpang sebuah bus menuju apartemennya. Ia duduk bersebelahan dengan seorang pria tampan yang terlihat sangat dingin kepadanya, namun SYAKIRA tidak mempedulikannya.


Tapi ada yang membuat SYAKIRA kesal dengan perilaku pria itu. Saat seorang wanita hamil berdiri di depannya, ia tidak memberikan sama sekali tempat duduknya.


"Apakah kamu tidak punya seorang ibu?" Tanya SYAKIRA dengan nada menyindir.


"Kalian perempuan selalu memanfaatkan kelemahan kalian untuk mendapatkan keuntungan." Balas pria tampan itu membuat SYAKIRA gregetan.


"Dasar bencong." Gumam SYAKIRA lirih.


Putri dari Zefran ini segera bangkit dan meminta wanita hamil itu untuk duduk di tempatnya.


" Sit down please, miss!"


Titah SYAKIRA sambil tersenyum pada wanita hamil muda itu.


Syakira menatap wajah pria itu dengan sinis lalu beralih ke jendela melihat panorama kota Sidney.


"Apa kamu bilang?" Tanya pria tampan itu sambil mendelik kan matanya pada Syakira.


Syakira hanya mengangkat kedua bahunya dengan perasaan enggan untuk mengulangi lagi perkataannya.


Tidak lama kemudian ia melihat pria tampan itu dalam penglihatan batinnya kalau pria itu hampir tertabrak oleh mobil pribadi.


Saat pria tampan itu turun dari bus, SYAKIRA mengikutinya walaupun letak apartemennya masih jauh dari tempat ia turun.


"Apakah aku harus memanggilnya? Bagaimana kalau dia mengira aku ini penguntit? ah biarin saja dia mau menilai aku seperti apa, daripada orang ini kehilangan nyawanya."


Batin Syakira sambil mengikuti langkah kaki pria tampan itu.


Pria itu masih saja berdiri sambil menunggu lampu merah menyala untuk menyebrang. Ketika lampu merah itu menyala, justru ia harus menerima telepon dari seseorang yang menyebabkan dirinya tidak jadi untuk menyebrang.


Tapi sayang, saat detik-detik lampu merah itu mau berpindah ke lampu kuning ia baru mau menyebrang, namun sayang lampu kuning itu hanya sebentar menyala nya dan berganti lampu hijau.


Dari kejauhan sebuah mobil sedan putih melaju dengan kecepatan tinggi, membuat SYAKIRA mau tidak mau menarik lengan pria tampan itu tepat mobil sedan itu hampir menyambar tubuh kekarnya.


"Awassss!"


Teriak SYAKIRA mengingatkan pria tampan itu namun tidak di indahkan karena tidak kedengaran.


Tubuh keduanya harus jatuh terjerembab ke aspal itu membuat SYAKIRA harus menahan sakit kepala kepalanya yang sedikit terbentur aspal itu.

__ADS_1


"Auhhght!"


Pekik SYAKIRA saat tubuhnya di tindih pria tampan itu kala jatuh bersama dengan dirinya.


Orang-orang datang berkerumun melihat keduanya.


"Apakah kalian tidak apa?" Tanya bapak-bapak yang berdiri melihat keduanya.


"Cepat bangun bodoh!" Semprot SYAKIRA merasakan tubuh pria diatas itu begitu berat.


Pria tampan itu segera bangkit dari tubuh Syakira, lalu menolong Syakira untuk bangun juga.


"Hei anak muda! Untung saja kekasihmu ini menolong mu, kalau tidak tubuhmu di Gilas oleh mobil sedan putih tadi."


Ucap seorang bapak-bapak seusia ayahnya SYAKIRA.


"Maaf tuan! dia bukan..?"


Pria tampan itu buru-buru menggenggam tangan Syakira dan berkata, " Terimakasih Tuan! Kami berdua tadi sempat bertengkar."


"Tapi dia..!" Syakira tercengang mendengar pengakuan pria tampan itu sambil menutup mulutnya.


"Semoga kalian ditakdirkan berjodoh." Ucap bapak-bapak itu lalu meninggalkan keduanya.


Syakira buru-buru menghempaskan tangannya yang digenggam oleh pria tampan itu. Pria tampan itu menatap wajah cantik Syakira dan tersenyum.


Syakira masih merasa kesal dengan memalingkan wajahnya.


Tanya Zhiyan sambil menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan Syakira.


"Syakira!"


Ucap SYAKIRA dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Apakah kamu tinggal di daerah sini?"


Syakira menggeleng. Ia kembali ke halte bus untuk menunggu bis yang sama menuju apartemennya.


"Apakah tempat tinggal mu masih jauh dari sini?"


"Hmm!"


"Baiklah. Apakah aku boleh minta nomor telepon mu?"


Syakira tidak langsung menjawabnya. Ia menatap wajah tampan Zhiyan seakan sedang meneliti sesuatu.


"Apakah tampang ku seperti penjahat?"


"Hampir mendekati orang jahat."

__ADS_1


Zhiyan menautkan alisnya dan memikirkan lagi kejadian sebelumnya.


"Apakah karena aku pelit pada wanita hamil tadi?"


"Hmm!"


"Ok, aku minta maaf karena kamu akhirnya mengalah dan merelakan bangku mu di duduki oleh wanita itu." Ujar Zhiyan terlihat santai.


"Cih!" Kamu saja pelit sama wanita hamil, kenapa juga aku harus memberitahu nomor ponsel ku."


Batin Syakira lalu buru-buru mengejar bus yang merupakan rute ke arah apartemen miliknya.


"Hei, tunggu!"


Seru Zhiyan yang ingin mengejar Syakira namun bus itu langsung melaju.


"Kenapa dia mengikuti aku? Apakah dia naksir aku? dan pura-pura jual mahal?" Tanya Zhiyan.


Zhiyan kembali menyebrang dengan hati-hati. Ia senyum-senyum sendiri saat jatuh di atas tubuh Syakira.


"Ternyata gadis itu cantik juga. Walaupun ia berjilbab aku baru menyadari gadis itu memang cantik. Tapi sepertinya dia orang Asia tenggara. Tidak mungkin dia orang Arab karena tidak ada dialek arabnya."


Gumam Zhiyan bicara sendirian.


Syakira begitu lelah dan juga lega karena sudah menolong Zhiyan. Ia menggantikan bajunya dengan baju santai sambil membayangkan lagi wajah tampan Zhiyan yang sempat menatapnya lebih intens saat berada di atas tubuhnya.


"Kenapa juga aku membayangkan lagi wajah pria pelit itu?" Gerutu Syakira berusaha memejamkan matanya.


Sementara di rumahnya Zhiyan, pria tampan ini berjanji untuk menunggu Syakira di tempat gadis itu menumpang bus bersamanya tadi sore.


"Kenapa aku jadi kangen dengan Syakira? Bagaimanapun juga aku harus bertemu lagi dengan gadis itu."


Zhiyan terlihat gelisah dan sulit memejamkan matanya.


Pesona gadis itu sudah masuk ke relung hatinya terdalam. Ia menyesal telah cuekin SYAKIRA saat memintanya memberikan tempat duduknya untuk ibu hamil.


"Sial! Harusnya aku memberikan kesan yang baik padanya, kenapa justru aku menjadi dingin kepadanya. Ini sangat memalukan. Dia akan mengira aku ini manusia pelit dan sangat tega dengan kaumnya."


Gerutu Zhiyan merutuki dirinya sendiri.


keesokan paginya, Syakira seperti biasa sudah siap di depan halte bus yang merupakan jurusan menuju kampusnya.


Sebenarnya ia bisa saja membawa mobil sendiri yang sudah ayahnya belikan untuknya, namun gadis ini enggan membawa mobilnya sendiri.


Bagi Syakira membaur dengan masyarakat dengan berbagai kelas itu sangat menyenangkan. Dengan begitu ia mengerti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di bawahnya.


Tapi dengan penampilan yang seperti yang ia lihat, semua orang sulit sekali untuk ia bedakan karena penampilan mereka lebih terlihat seperti orang-orang hebat, tapi entahlah kadang penampilan bisa menipu seseorang untuk menutupi kekurangan status sosial mereka.


"Hai Syakira!"

__ADS_1


Deggggg....


"Kauu...!"


__ADS_2