Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
46. Setia Menanti!


__ADS_3

Syakira tersentak melihat Aldo sudah berdiri di sampingnya membuat Zhiyan yang sedari tadi duduk di paling belakang bus, begitu geram pada temannya Syakira.


"Apakah kamu mengambil kelas pagi, Syakira ?" Tanya Aldo yang merupakan teman satu kelasnya Syakira.


"Bukan urusanmu!" Balas Syakira datar.


Melihat Syakira tidak menyukai kehadiran Aldo, Zhiyan memberikan tempat duduknya pada lelaki itu agar ia yang berdiri dekat SYAKIRA.


"Silahkan tuan!"


"Oh terimakasih!" Ujar Aldo pada Zhiyan yang dianggapnya mau turun.


Syakira belum menyadari kalau sekarang gantian Zhiyan yang berdiri di sampingnya.


Syakira asyik melihat ponselnya dan saat hampir dekat halte kampusnya ia baru menyadari ada Zhiyan.


Antara senang dan gugup membaur jadi satu saat ini. Bagaimana tidak, lelaki yang sedari tadi ia pikirkan sudah berdiri di hadapannya.


Syakira hanya mengangguk hormat sambil tersipu malu. Saat Syakira bangun hendak turun, Zhiyan berusaha menjaga tubuhnya Syakira agar tidak tersentuh oleh penumpang lain.


"Apakah itu kampusmu?"


"Hmm!"


Syakira tersenyum dan buru-buru turun yang di ikuti Aldo. Zhiyan yang tidak rela Aldo jalan bareng dengan Syakira, ikut turun menemani gadis itu padahal dia sendiri mau berangkat ke perusahaannya.


Syakira begitu kaget saat tangannya ditautkan pada tangan Pria tampan itu.


"Hai, siapa kau?"


Tegur Aldo melihat kedekatan Syakira dengan pemuda yang tadi memberikannya bangku untuknya.


"Tentu saja aku kekasihnya." Ujar Zhiyan sambil melirik Syakira yang bingung.


"Syakira! Apakah dia kekasihmu?"


"Hmm!" Ujar Syakira tetap dengan wajah datarnya.


Syakira yang merasa bersyukur jika Zhiyan sudah menyelamatkannya dari gangguan si kutu kupret itu.


"Sial! Baru saja mau dekati gadis ini, sudah di sambar lelaki lain."


Umpat Aldo yang berjalan cepat mendahului pasangan ini.


Syakira bernafas lega saat Aldo tidak lagi menganggunya.


"Apakah dia selalu menganggumu?"


Syakira hanya mengangguk.


"Apakah kamu senang kalau aku mengaku kamu kekasihku?" Tanya Zhiyan terlihat menggoda Syakira.


Deggggg....


Wajah Syakira bersemu merah ditanya Zhiyan seperti itu. Syakira melempar pandangannya ke segala arah untuk mengatasi kegugupannya.


"Apakah pacarmu tidak marah kalau ketahuan kamu mendekatiku?" Tanya Syakira berusaha menekan perasaannya.


"Aku tidak punya wanita dalam hidupku selain ibu dan adikku." Balas Zhiyan sambil menatap wajah cantik Syakira.


"Baiklah. Aku kerja dulu. Aku akan menjemputmu kalau kamu sudah pulang kuliah."


"Terimakasih Zhiyan!"


Syakira melanjutkan langkahnya menuju kelasnya dan Zhiyan menumpang lagi bus yang sama menuju perusahaannya.

__ADS_1


"Oh my God! Kenapa aku bisa lupa menanyakan nomor kontaknya. Sudahlah, nanti juga kami ketemu lagi." Gumam Zhiyan sambil menepuk jidatnya setelah sudah berada di dalam bus.


Setibanya di perusahaan, Zhiyan melakukan meeting bersama koleganya. Ia kembali fokus dengan tugasnya sebagai CEO.


Banyak hal yang mereka bahas di meeting tersebut. Dan tidak terasa sudah masuk waktu makan siang. Zhiyan yang biasanya makan siang di luar kantor memilih untuk makan siang di kantin perusahaan.


Sekertarisnya Cathy ikut duduk di depannya sambil membahas jadwal berikutnya kegiatan yang harus di lalui pria tampan ini.


"Setelah jam makan siang anda ada pertemuan dengan relasi kita di restoran Quai. Reservasi sudah saya atur tuan Zhyan." Ujar Sekertaris Cathy.


"Ok, terimakasih. Mungkin saya tidak akan kembali lagi ke perusahaan dan langsung pulang."


"Apakah anda punya janji dengan seseorang, Tuan?"


"Begitulah." Ujar Zhiyan sambil mengunyah makanannya.


Cathy terlihat kecewa pada pria pujaannya ini. Selama ini, ia berharap Zhiyan mengajaknya berkencan, usai putus dengan Maura.


Nyatanya Zhiyan tidak lagi respek dengan wanita manapun walaupun Cathy ingin menyembuhkan luka hati Zhiyan yang telah di khianati oleh Maura.


"Apakah dia seorang wanita? Apakah tuan Zhyan jatuh cinta lagi dan menemukan gadis lain yang menggantikan Maura?"


Tanya Cathy menebak-nebak siapa gadis yang mampu menaklukkan hati Zhiyan setelah tiga tahun Zhiyan menjadi dingin dengan wanita.


...----------------...


Usai mata kuliahnya berakhir, Syakira buru-buru membereskan buku-bukunya dan berjalan menuju halte bus. Ia tidak ingin membuat Zhiyan menunggunya terlalu lama.


Syakira melirik jam tangannya yang sudah pukul lima sore. Ia berdiri di halte bus sambil melihat beberapa orang yang turun namun tidak ada Zhiyan sama sekali.


"Apakah Zhiyan sudah pulang?" batinnya namun ia memutuskan untuk menunggu Zhiyan.


Sementara itu Zhiyan masih saja membahas persoalan perusahaannya hingga ia lupa dengan janjinya bersama Syakira.


Berkat kekuatan Indra ke enam yang dimilikinya, ia mampu melihat lelaki itu sedang meeting dengan relasinya dan terakhir ia melihat Zhiyan baru pamit dengan relasinya.


Syakira tersenyum dan ia yakin Zhiyan akan menemuinya di halte yang saat ini ia sedang menunggu.


Beruntungnya, restoran Quai tidak jauh dari kampus Syakira membuat Zhiyan bisa datang lebih cepat menemuinya.


Zhiyan begitu kesal dengan para relasinya yang sudah membuat dirinya harus telat bertemu dengan Syakira.


Ia mengusap wajahnya dengan kasar karena sudah membuat Syakira kecewa padanya.


"Sepertinya gadis itu tidak akan menungguku selama ini karena jam sudah menunjukkan hampir pukul delapan malam."


Gumamnya lirih.


Tapi pikirannya itu berubah setelah melihat Syakira masih setia berdiri di halte depan kampusnya membuat Zhiyan begitu takjub. Ia buru-buru menghentikan bus itu dan turun.


Begitu takjubnya dia pada Syakira membuatnya spontan memeluk Syakira karena merasa sangat bersalah.


"Syakira!"


Ujar Zhiyan haru.


Syakira yang merasa syok dipeluk Zhiyan hanya pasrah dan menunggu pria tampan itu mengurai pelukannya sendiri.


"Maafkan aku Syakira! aku sudah membuatmu lama menungguku."


Zhiyan mengurai pelukannya.


"Aku yakin kamu tetap datang menjemputku, makanya aku menunggumu." Ujar Syakira menghibur Zhiyan yang terlihat merasa bersalah kepadanya.


"Terimakasih Syakira! Kamu sudah setia menanti ku walaupun ini sudah malam."

__ADS_1


"Tidak apa, lagi pula tidak ada yang menungguku di apartemen, jadi aku masih punya teman ngobrol denganmu."


"Apakah kamu tidak kelelahan menungguku?"


"Itu tidak masalah untukku."


"Kamu hebat Syakira. Kamu sangat sabar. Kamu baru mengenalku, tapi kamu sudah menunjukkan apa itu nilai setia." Batin Zhiyan memuji sifat Syakira yang sangat ia kagumi.


"Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau kita makan malam bersama?" Ajak Zhiyan untuk menembus rasa bersalahnya pada Syakira.


"Boleh! Apakah kamu ingin mentraktirku?" Canda Syakira.


"Kamu mau makan di mana?"


"Di mana saja, yang penting halal."


"Oh iya, benar."


"Baiklah, untuk mempercepat waktu lebih baik naik taksi saja."


Keduanya memutuskan ke mall agar bisa mencari tempat makan yang enak sekaligus bisa jalan-jalan sambil melihat barang-barang yang ingin mereka beli.


"Syakira!"


"Hmm!"


"Kamu berasal dari mana?"


"Indonesia, tepatnya kota Jakarta. Dan kamu sendiri berasal dari mana?"


"Ibuku orang Melayu asli Singapura dan ayahku orang Australia."


"Apakah kamu tinggal dengan orangtuamu di sini?"


"Aku tinggal di apartemen sendirian Syakira. Sementara orangtuaku tinggal di Singapura.


"Berarti nasib kita sama. Sama-sama tinggal di apartemen sendirian."


"Apakah orangtuamu sering mengunjungi kamu di sini Syakira?"


"Aku hanya punya ayah. Ibuku sudah lama meninggal saat usiaku tujuh tahun."


"Maafkan aku sudah membuatmu sedih."


"Tidak apa."


"Apakah ayahmu tidak menikah lagi?"


"Ayahku lebih memilih setia pada mendiang ibuku karena beliau ingin menjadikan ibuku satu-satunya ratu bidadari di surga nanti."


Ujar Syakira bangga pada ayahnya.


"Ayahmu sangat hebat SYAKIRA dan jarang sekali seorang duda sanggup hidup sendiri setelah ditinggal pergi oleh istri mereka untuk selamanya." Balas Zhiyan.


"Semua orang bisa memberikan cintanya pada orang yang ia cintai. Tapi tidak semua orang akan memilih setia pada satu orang kekasih yang ia cintai. Entah itu masih dalam keadaan hidup maupun sudah mati.


Dan aku akan melakukan hal yang sama seperti kedua orangtuaku yang lebih memilih setia antara satu sama lain." Timpal Syakira.


Deggggg....


"Ini dia, wanita yang selama ini aku cari. Tidak semua orang memiliki perasaan setia." Batin Zhiyan yang makin jatuh cinta pada Syakira.


......


Maaf say baru update, author lagi sakit demam. Ini baru mendingan.

__ADS_1


__ADS_2