
Malam cerah yang ditandai dengan taburan gemerlap bintang dengan hembusan angin pantai yang menyeruak hingga ke permukaan darat.
Dua insan manusia di dalam sana masih meleburkan diri dalam pemanasan yang sudah mulai makin membakar semangat keduanya dengan gesekan kulit yang mulai beradu seiring dengan des**an nikmat yang terdengar erotis mengalun merdu yang terlontar nakal dari keduanya.
Keduanya masih berusaha untuk mencapai keberhasilan malam pertama mereka sebagai pengantin baru.
Dengan usaha yang cukup keras akhirnya pasak besar itu mampu mengoyak lahan sempit yang berhasil masuk hingga tubuh Syakira menegang dibawah sana.
Zhyan merasakan himpitan yang mencengkram miliknya terasa dinding lembut itu berkedut seakan sedang memberikan setiap inci benda keras itu dengan pijatan otomatis menawarkan sejuta rasa tak mampu tergambarkan oleh Zhyan yang merasakan perbedaan barang mewah yang didapatkan dengan halal sangat memuaskannya, daripada barang bekas dengan kualitas sama namun cara yang di dapatkan dengan haram tidak meninggalkan kesan dihatinya.
Inilah nilai lebih yang dimiliki gadis yang menjaga kesuciannya hingga menanti pernikahannya sampai ia di miliki dengan cara terhormat dibandingkan makanan yang di coba dulu oleh pembelinya sebelum dibeli bila enak boleh dibawa pulang.
Zhyan mendiamkan dulu miliknya di dalam sana untuk beradaptasi dengan tempat baru sebagai rumah baru yang dihuninya hingga pemiliknya merasa nyaman untuk mengijinkan dirinya agar melanjutkan lagi penjelajahannya.
"Apakah kamu merasakan sakit?"
Tanya Zhiyan pada Syakira yang sedang menahan perih dan sakit namun nikmat dan geli lebih mendominasi.
"Tidak sayang! aku sungguh menikmatinya." Ujar Syakira yang tidak ingin mengecewakan suaminya.
Ini adalah salah satu bentuk resiko yang harus ia terima karena bagaimanapun, nanti juga pertemuan int*m itu pasti akan sering terjadi setiap saat.
Zhyan melanjutkan lagi permainannya walaupun ia sudah melihat darah segar yang sudah membekas antara kedua paha mulus sang istri dan miliknya, namun gairah keduanya masih belum pupus untuk menikmati hal yang lebih dahsyat lagi.
Hingga permainan panas itu berakhir indah usai melepaskan tembakan benih pada tanah subuh yang siap tumbuh untuk kelangsungan hidup berikutnya dari keturunan mereka berdua.
Tidak terasa, malam sudah berujung hingga tidak terasa sudah pukul satu pagi mereka berjibaku dengan indahnya malam pertama.
Deru nafas kelelahan dari keduanya dengan senyum merekah menghiasi wajah mereka, namun ada kepuasan yang sudah mereka raih bersama membuat keduanya kini makin mesra.
Pelukan hangat seorang Zhyan pada tubuh polos istrinya yang tidak ingin membiarkan gadis ini turun ke lantai, karena ia tahu Syakira akan kesakitan dengan langkah pertamanya setelah mengalami gempuran yang cukup dahsyat yang diberikan olehnya.
"Zhyan aku mau pipis."
Pinta Syakira yang sedari tadi ingin membuang air kecil.
__ADS_1
"Baiklah sayang. Biar aku yang menggendongmu."
Zhyan turun lebih dulu dari tempat tidur dan menggendong istrinya masuk ke kamar mandi.
"Zhyan! kamar mandi sedekat ini, kenapa harus menggendong aku?"
"Aku tidak mau kamu mengeluh kesakitan saat berjalan sendiri Syakira. Urusannya akan panjang nantinya karena kamu akan meringis kesakitan."
Ucap Zhyan lalu menurunkan tubuh Syakira agar gadis ini menyelesaikan urusan pribadinya.
Sementara Zhyan sendiri menyalakan shower sambil mengatur suhu air hangat untuk mereka mandi bersama.
"Sudah sayang?"
Zhyan memegang tangan istrinya sambil menuntun Syakira berjalan perlahan agar tidak terjadi gesekan berarti yang membuat istrinya kesakitan.
Sejujurnya Syakira sudah merasakan kesakitan tanpa harus melangkah. Hanya saja gadis ini seperti biasa tetap terlihat baik-baik saja agar tidak membuat orang dicintainya terlihat cemas.
Saat pipis saja ingin rasanya ia menjerit karena sangat perih, tapi sekuat mungkin ia menahan diri hanya untuk melihat suaminya bahagia.
Acara mandi bersama di pagi buta itu untuk membersihkan tubuh mereka dengan mandi wajib sebelum memasuki waktu sholat subuh.
Keduanya menyelesaikan mandi mereka dan langsung berangkat tidur karena waktu baru menunjukkan pukul dua pagi.
...----------------...
Menikmati sarapan pagi di resort yang ada di pinggir pantai Maladewa. Keduanya ingin merasakan makanan khas Maladewa yaitu mas huni.
Hidangan bernama mas huni ini adalah ikan tuna suwir dicampur kelapa parut, lemon dan bawang sebagai bumbu. Mas huni adalah menu sarapan khas Maladewa yang biasanya dihidangkan bersama dengan roti yang disebut roshi. Meski terlihat sederhana, hidangan ini menyuguhkan cita rasa lezat dan yang terpenting tinggi nutrisi.
Tidak lama keduanya sudah kembali ke kamar karena masih ketagihan dengan nuansa pengantin baru.
"Zhyan! Nanti pulang dari sini kita mampir ke Singapura. Aku ingin bertemu dengan papi dan mami sebelum kita kembali ke Australia. " Pinta Syakira diangguki suaminya.
"Iya sayang! Tapi itu masih lama."
__ADS_1
"Masih lama..? Bukankah kita hanya menginap di sini hanya sepekan?"
"Aku hanya ingin kamu hamil dulu baru kita pulang."
"Insya Allah, nanti juga aku hamil yang penting kita jangan terlalu lama di sini Zhyan." Pinta Syakira manja.
Syakira tidak tahu akan rencana suaminya untuk memberikan kejutan padanya sebelum bertolak ke Singapura, mereka akan ke Seoul untuk melanjutkan bulan madu mereka di sana di mana rumah milik mendiang ibu mertuanya, Mikaila yang masih ada sampai saat ini.
"Dua hari lagi kita akan ke Singapura sayang." Ucap Zhyan dengan wajah datarnya.
"Benarkah? terimakasih suamiku."
Syakira tidak segan lagi memagut bibir suaminya dengan memancing duluan Zhyan yang sangat menanti keagresifan Syakira padanya karena itu buatnya sangat bergairah.
"Kamu menginginkan ku, hmm?"
Tangan kekar Zhyan yang menyambar lebih dulu bongkahan squishi lembut di bawah sana di remasnya dengan kuat.
Dalam sekejap pakaian keduanya melayang entah ke mana yang jelas permainan itu berlanjut kembali dengan segala posisi yang mereka inginkan.
......................
Penebangan yang sengaja di lakukan malam hari oleh Zhyan hanya untuk memberikan kejutan pada sang istri.
Syakira yang mengetahui mereka hanya mampir di rumah mertuanya nampak asyik menikmati perjalanan.
Hingga ko-pilot mengumumkan mereka akan tiba di bandara Incheon membuat Syakira tersentak.
"Sayang! Kita berada di...?"
"Iya sayang, kita melanjutkan bulan madu kita di sini, di rumahmu di Seoul, apakah kamu suka?"
"Wow! Kamu penuh dengan kejutan Zhyan."
Syakira sangat bersemangat untuk cepat tiba di rumah masa kecilnya. Tiba di rumah itu, Syakira menatap sesaat membayangkan kembali masa kecilnya bersama sang ibu di rumah itu.
__ADS_1
Tidak terasa bulir bening itu nampak bebas meluncur dipipi mulusnya. Syakira menjatuhkan tubuhnya dengan tungkai yang sudah melemas melihat setiap sudut ruangan itu seperti ada kehadiran sosok ibunya di sini.
Zhyan duduk di samping istrinya dan membiarkan Syakira mengembara kembali ke masa lalunya, di mana rumah itu sangat berkesan dengan penuh cinta dari sang ibunda tercinta.