Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
11. Ayah..!


__ADS_3

Usia Syakira hampir menginjak dua tahun. Putri kecil Mikaila ini sedang lucu-lucunya menjadi pusat perhatian banyak orang yang gemas melihat balita cantik dengan tubuh montok ini.


Wajahnya lebih mendominasi sang ayah walaupun ada sedikit warisan dari kecantikan sang ibu. Saat ini Mikaila dan dokter Ae RI sedang weekend.


Keduanya memutuskan pergi ke Pasaraya untuk berbelanja kebutuhan wanita seperti mantel baru untuk persiapan musim salju yang sebentar lagi akan datang.


Keduanya sibuk memilih mantel sesuai dengan style mereka masing-masing.


"Apakah aku cocok memakai ini?"


Tanya Mikaila sambil memantaskan beberapa mantel yang sudah ia ambil dan mencobanya di kamar pas.


"Apapun yang kamu kenakan, semuanya cocok dan cantik karena tubuhmu seperti model." Ujar Dokter Ae RI.


"Kamu juga!" Puji Mikaila pada sahabatnya ini.


"Ibu!"


Panggil Syakira sambil menarik rok ibunya.


"Iya sayang! Syakira mau apa?"


"Es krim!" Ujar Syakira dengan lidahnya yang cadel.


"Iya sayang, nanti ibu belikan es krim untuk Syakira. Ibu bayar dulu belanjaannya!" Ujar Mikaila sambil membuka dompetnya untuk mengambil debit card miliknya.


Sementara itu dokter Ae RI sibuk memilih sepatu dan mencobanya di konter sepatu itu. Karena terlalu lama menunggu ibunya, Syakira menghampiri tantenya Ae RI yang tidak jauh dari mereka untuk meminta barang yang sama.


Namun langkahnya terhenti saat ia melihat sesosok pria tampan yang sangat mirip dengan ayahnya. Mikaila memang sengaja memperlihatkan foto atau video kebersamaannya dengan sang suami pada putrinya saat gadis kecil itu berangkat tidur.


"Ayah..ayah!


Panggil Syakira sambil berjalan tertatih-tatih mengejar ayahnya yang sempat menjauh darinya.


Zefran yang tidak menyadari bahwa putrinya yang mengenali wajahnya melangkah perlahan sambil memperhatikan mantel untuk laki-laki yang belum sesuai dengan seleranya.


Saat menemukan mantel kesukaannya, Zefran mengambilnya dan melihat ukuran yang terdapat di kerah mantel itu.


"Ayah ...ayah!"


Syakira sudah menarik jas ayahnya membuat Zefran menghentikan kegiatannya dan mengalihkan perhatiannya pada putrinya Syakira.


"Hai sayang!"


Sapa Zefran sambil berlutut menangkup pipi Syakira gemas.


Syakira tersenyum pada sang ayah dan mengecup pipi Zefran membuat ayahnya tersentak.


"Ayah! Endong!"


Syakira memeluk leher Zefran yang bingung dengan balita yang tidak ia kenali itu.


"Sayang! paman bukan ayahmu."


Ucap Zefran lalu menggendong Syakira dengan senang hati.


"Ayah!"


Syakira makin mengeratkan pelukannya pada Zefran.


"Kita cari ayah atau ibumu ya!"

__ADS_1


"Ibu..? Ibu di sana!"


Ujar Syakira sambil menunjuk ibunya yang sedang mengantri ke arah kasir.


"Baiklah. Kita cari ibumu."


Zefran berjalan menuju kasir sesuai petunjuk putrinya yang tidak ia kenali sama sekali.


Tapi di tempat itu, Mikaila sudah tidak ada karena saat ini ia sedang mencari sahabatnya dokter Ae RI yang mungkin sedang bersama putrinya.


"Astaga dokter Ae RI! Aku mencarimu ke mana-mana, nggak tahunya di sini. Oh iya, di mana Syakira?"


Tanya Mikaila sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.


"Syakira...? Dia tidak bersamaku Mikaila." Ujar dokter Ae RI sambil menautkan alisnya.


"Astaga putriku! Di mana dia..?" Ujar Mikaila panik.


"Apa..? Jadi Syatkira tidak bersama denganmu?" Tanya dokter Ae RI ikutan panik.


"Sebaiknya kita menyebar untuk mencarinya." Ujar dokter Ae RI.


"Aku kembali ke tempat yang tadi, mungkin ia kembali lagi ke sana." Ujar Mikaila sambil melangkah menuju tempat kasir.


Langkah Mikaila terhenti saat melihat Zefran sedang menggendong putrinya Syakira.


Keduanya asyik ngobrol sambil cekikikan, entah apa yang mereka bicarakan. Mikaila melihat pemandangan romantis itu merasa sangat terharu hingga ia terpaku di tempatnya berdiri.


Syakira yang melihat ibunya langsung memanggil Mikaila sambil memberatkan badannya ke depan.


"Ibu, ..Ayah! itu ibu ayah!"


Ucap Syakira sambil menunjuk ke arah ibunya.


Menyadari anak yang digendongnya itu adalah hasil zina istrinya dengan lelaki lain, membuatnya segera menurunkan Syakira dengan perasaan jijik.


Ekspresi wajah Mikaila berubah dari terharu menjadi masam melihat perilaku Zefran pada putrinya.


Syakira segera berlari menghamburkan pelukannya pada sang ibu yang sedang menatapnya sedih. Sementara Zefran mendekati istrinya itu dengan wajah kelam dan sinis.


"Oh jadi ini anak hasil zinamu..?" Ujar Zefran tanpa ada pertanyaan basa basi pada Mikaila.


"Apa...anak zina katamu? berani sekali kamu menyebut putriku adalah anak zina! Ujar Mikaila dengan wajah nyalang.


"Kalau bukan zina lalu apa? Kau sengaja lari ke negara ini Bukankah untuk melahirkan anak hasil hubungan gelap mu dengan lelaki lain?"


Plakkk


Tamparan keras itu mendarat di pipi sang suami.


"Tutup mulutmu bodoh!"


Bentak Mikaila sengit.


Syakira menangis saat melihat ibunya menampar ayahnya dengan keras.


Zefran memegang pipinya yang panas lalu menatap tajam wajah Mikaila yang juga menatapnya penuh kebencian.


"Kau seenaknya menuduhku serendah itu bahkan tidak menanyakan dulu permasalahannya. Suatu hari nanti kau akan menyesali penghinaan mu ini, tuan Zefran yang terhormat!" Ujar Mikaila lalu menggendong putrinya.


Pertengkaran pasutri ini menyita perhatian pengunjung pasar raya itu. Dokter Ae RI yang sempat menonton adegan keributan itu, langsung menghampiri Mikaila dan menanyakan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Mikaila! Bukankah itu Zefran, ayah dari putrimu Syakira?" Tanya dokter Ae RI sambil mensejajarkan langkahnya dengan langkah kaki jenjang Mikaila.


"Dia bukan ayah putriku!"


Ujar Mikaila tegas.


"Ada apa sebenarnya Mikaila?"


"Dia mengingkari putrinya sendiri."


"Kenapa tidak dijelaskan dulu hal yang sebenarnya pada suamimu itu?"


"Bagaimana aku mau menjelaskan pada bajingan itu, kalau dia tidak mau memberikanku kesempatan untuk menjelaskan identitas putri kandungnya?" Timpal Mikaila.


"Kalau begitu biar aku yang menjelaskannya."


Ujar dokter Ae RI hendak mencari lagi Zefran yang mungkin masih berada di pasar raya tersebut.


"Tidak perlu dokter Ae RI! Biarkan dia dengan tuduhannya karena aku tidak akan berbagi Syakira dengan dirinya dengan begitu tidak perlu ada proses hukum untuk memperebutkan hak asuh putriku jika ia mengetahui Syakira adalah putri kandungnya." Jelas Mikaila.


Dokter Ae RI memahami kecemasan Mikaila dan memahami perkataan Mikaila barusan ada benarnya.


"Baiklah. Kalau begitu kita lupakan suamimu itu dan hiduplah sesuai dengan yang kamu inginkan!" Ujar dokter Ae RI.


"Ibu! Syakira mau sama ayah!"


Pinta Syakira yang tidak mengerti permasalahan kedua orangtuanya.


"Sayang! Orang itu bukan ayah Syakira. Dia hanya mirip dengan ayah Syakira saja. Kita pulang ya, sayang." Bujuk Mikaila sambil mencium pipi putrinya sedih.


"Tapi, Syakira mau beli es krim." Rengek Syakira manja.


"Tapi sayang...!"


"Bawalah putrimu ke mobil, biar aku yang membelikan es krim untuknya." Ujar dokter Ae RI yang tidak tega mendengar rengekan Syakira.


Mikaila mengangguk dengan perasaan yang masih gusar. Ia segera menuju tempat parkir dan ingin istirahat di dalam mobilnya.


Di dalam pasar raya itu, dokter Ae RI berpapasan lagi dengan Zefran saat dirinya hendak masuk ke konter es krim.


"Permisi Tuan Zefran!"


Sapa dokter Ae RI santun.


"Saya...!" Zefran menengok ke kiri-kanan takut dia salah dengar.


"Saya ingin bicara dengan anda Tuan." Lanjut dokter Ae RI.


"Apakah Anda mengenal saya, nona..?"


"Ye..!"


"Ada yang bisa saya bantu...?"


"Saya memang sangat mengenal anda sebagai suami dari Mikaila. Hanya saja saya menyayangkan sikap anda yang sangat egois pada istri anda."


"Apa maksud anda nona? apakah Anda mengenal Mikaila?"


"Anggap saja begitu tuan. Aku hanya mau katakan kepada tuan bahwa binatang saja mampu mengenali anaknya apa lagi manusia yang punya derajat yang lebih tinggi seperti anda." Ujar dokter Ae RI lalu meninggalkan Zefran dengan banyak pertanyaan dibenaknya.


"Hei! Apa maksud anda nona..?" Tanya Zefran pada dokter Ae RI yang sudah melangkah jauh darinya.

__ADS_1


"Bos! Anda di cari istri anda bos." Ujar asistennya Zefran.


Deggggg...


__ADS_2