Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
12. Perceraian


__ADS_3

Penolakan Zefran yang sangat menyakitkan hatinya, membuat Mikaila melayangkan surat gugatan cerai pada suaminya. Untuk itu Mikaila harus pulang ke Indonesia untuk mencari pengacara yang handal agar bisa mengurus perceraiannya dengan cepat.


Selama ini keluarga Mikaila mengira ibu dari SYAKIRA ini sudah berkumpul dengan suaminya. Mereka menyambut kedatangan Mikaila dan putrinya SYAKIRA dengan suka cita. Mereka mengira Mikaila datang dari Jakarta bukan dari luar negeri.


"Siapa namanya sayang?" Tanya Ika pada keponakannya.


"Syakira!"


"Syakira tidak pulang bersama ayah, sayang?" Selidik Ika.


"Ayah..?"


Syakira menggeleng.


"Ibu marah sama ayah." Ujar SYAKIRA sendu.


"Mikaila! Apa yang terjadi? putrimu terlihat sedih.


Mikaila menarik nafasnya lembut dan menyampaikan niatnya kepada keluarganya.


"Aku ingin mengajukan gugatan cerai pada Zefran."


Deggggg..


"Mikaila!"


Bentak abangnya Hanan.


"Jauhi pikiran bodoh mu itu Mikaila!" Sergah Hanan.


"Pernikahan kami sudah lama tidak sehat Abang. Dia sudah membohongi kita dari awal."


"Apa maksudmu Mikaila?"


"Dia selama ini bukan seorang manajer perusahaan tapi dialah pemilik perusahaan dan seorang raja mafia yang mengusai banyak perusahaan dengan produksi yang berbeda."


"Ya baguslah kalau dia merahasiakan itu untuk menguji cintamu padanya, apakah kamu sungguh-sungguh mencintainya atau tidak." Sahut Hanan bangga pada adik iparnya Zefran.


"Bukan itu masalahnya. Dia pulang ke Jakarta untuk menikah lagi dengan wanita pilihan orangtuanya dengan alasan hubungan bisnis."


Degggg...


Keluarganya terhenyak mendengar penuturan Mikaila. Mikaila meneruskan ceritanya dan memaparkan semuanya selama ia merantau di Jakarta dan di Korea Selatan.


Keluarganya makin syok saat mengetahui SYAKIRA adalah anak hasil dari inseminasi buatan yang tidak sengaja di suntikan pada rahim Mikaila yang merupakan istri pertamanya.


"Jadi dia tidak mengakui anak ini adalah anak kandungnya?" Tanya abangnya Hanan.


"Dia tidak memberikan aku kesempatan memilih untuk menjelaskannya dan untuk alasan penolakannya membuat aku tidak ingin menyerahkan anak itu padanya dan membiarkan dia dengan tuduhannya itu." Ujar Mikaila.


Keluarganya mulai memahami penderitaan Mikaila dan mendukung ibu satu anak itu untuk bercerai dari Zefran.


Mikaila tidak hanya mengakui SYAKIRA dengan omongan saja. Iapun menunjukkan bukti tes DNA bahwa SYAKIRA adalah anak kandungnya Zefran.

__ADS_1


"Syakira adalah putrimu sendiri Mikaila dan jangan pernah menyerahkan putrinya padanya." Ujar Hanan murka.


Kakak iparnya Ika merasa miris dengan kehidupan rumah tangga adik iparnya itu.


"Lebih baik kamu tinggal lagi di kampung Mikaila!" Pinta Ika.


"Tidak kak!"


"Kenapa?"


"Aku punya perusahaan sendiri di sana dan itu membantuku menghidupkan putriku SYAKIRA.


"Astaga! jadi selama ini kamu punya perusahaan sendiri?"


"Iya kak!"


"Alhamdulillah, akhirnya taraf hidup keluarga kita mulai meningkat. Abangmu Hanan saat ini sudah duduk di gedung parlemen dengan memangku jabatan bergengsi di parlemen itu. " Ujar Ika bangga pada suaminya.


"Kak Hanna belum ke mari kak?"


"Dia pindah ke kabupaten Lahat mengikuti suaminya di sana."


"Syukurlah kalau begitu. Di mana keponakanku Lia dan Lintang?"


"Mereka masih sekolah, sebentar lagi pulang." Ujar Ika.


Syakira nampak tertidur pulas di pangkuan Ika. Suaminya memindahkan SYAKIRA ke kamarnya Mikaila.


...----------------...


Namun Zefran yang masih ingat dengan kata-kata dokter Ae RI merasa penasaran dengan SYAKIRA. Tapi logikanya tetap saja tidak cukup berpikir secara realistis bahwa SYAKIRA itu bukan anak kandungnya jika dihitung secara alami pertemuan terakhirnya dengan mantan istrinya Mikaila.


Tapi hal yang menyedihkan hari itu di mana momen SYAKIRA melihat ayahnya yang melintas dihadapannya namun tidak ingin menegurnya.


Syakira langsung berteriak memanggil ayahnya yang berjalan cepat menuju mobilnya.


"Ayah....Ayah..ayah..!"


Syakira hampir menarik jas ayahnya namun tubuhnya ditarik oleh pamannya Hanan.


"Sayang!"


Dia bukan ayah SYAKIRA." Ujar pamannya Hanan.


"Tapi, tiap malam SYAKIRA selalu diberitahu ibu kalau ayah adalah ayah SYAKIRA dengan memperlihatkan foto ayah Zeflan." Ujar SYAKIRA membuat langkah Zefran terhenti.


Zefran membalikkan tubuhnya dan menatap putrinya lebih intens. Zefran menyadari sesuatu bahwa wajah SYAKIRA lebih mendominasi wajahnya dari pada Mikaila.


Tapi nalarnya sulit menerima itu sebagai jawaban atas pertanyaannya dengan ucapan dokter Ae RI beberapa bulan yang lalu.


"Sial! Dasar jala*Ng! bisa-bisanya anak orang lain kamu mengklaim bahwa dia adalah putri kandungku." Umpat Zefran lalu membalikkan tubuhnya menuju ke mobilnya yang sudah ditunggu sopir pribadinya.


Syakira yang digendong pamannya Hanan yang berjalan berlawanan arah dengan Zefran hanya bisa menangis melihat punggung ayahnya hingga masuk ke mobil.

__ADS_1


Mikaila memeluk putrinya merasakan sesak yang amat sangat saat melihat Zefran benar-benar seperti monster yang tidak punya hati sedikitpun pada anaknya sendiri.


"Dasar lelaki terkutuk! Aku bersumpah tidak akan pernah mengatakan siapa ayah kandung SYAKIRA sampai SYAKIRA dewasa." Ujar Mikaila.


"Ibu...! Kenapa ayah tidak menggendong SYAKIRA? padahal SYAKIRA sangat kangen pada ayah." Syakira mengadu pada ibunya sambil terisak.


"Karena dia bukan ayah SYAKIRA!"


"Tapi ibu selalu memperlihatkan fotonya ayah pada SYAKIRA."


"Tapi itu beda sayang. Sebenarnya ayah SYAKIRA sudah meninggal dan orang itu hanya mirip dengan ayah."


"Apakah ayah memiliki saudara kembar?"


"Tidak! ayolah sekarang kita pulang dan besok kita kembali lagi ke Incheon Korea Selatan." Ujar Mikaila menghibur putrinya.


Hanan membawa pulang keluarganya dalam keadaan hatinya gusar karena tidak menyangka hati Zefran seperti batu pada anak kecil.


Sementara itu Zefran yang sudah berada di bandara terlihat murung sambil mengenang wajah cantik Syakira yang sedang menangis memanggil namanya.


"Syakira! andai saja kamu adalah putri kandungku, aku akan memperjuangkan mu untuk mengambil kamu dari ibumu. Sayangnya kamu adalah putri dari orang lain, simpanan ibumu." Ujar Zefran lirih.


Tidak lama kemudian, pesawat terbang komersil itu berangkat ke Jakarta membawa pergi Zefran dengan segudang kegundahannya.


Entah mengapa usai palu hakim memutuskan pernikahan mereka, Zefran merasakan ada kekosongan dalam jiwanya. Rasanya ia tidak lagi memiliki tujuan hidup apa lagi punya cinta dan kerinduan yang dulu selalu terjaga untuk istri pertamanya Mikaila seorang.


Ia harus belajar menerima cinta istri keduanya Hesty yang sudah ia paksakan untuk menerima wanita itu namun sulit untuk memulainya hingga terkesan hambar hubungan mereka.


Sepekan kemudian, Mikaila dan putrinya pamit pulang kembali ke Incheon Korea Selatan.


"Kalau merasa sulit hidup di negara orang lebih baik menetap lagi di kota kelahiran kamu Mikaila." Ucap Hanan pada adik kandungnya.


"Abang! Mikaila sudah membelikan Abang mobil baru. Tolong dipakai ya!"


"Astaga Mikaila! Kenapa harus repot-repot membelikan mobil untuk Abang." Ujar Hanan malu-malu.


"Abang itu anggota parlemen jadi jangan memakai mobil buntut gitu." Ujar Mikaila.


"Tapi Abang juga dapat mobil dinas Mikaila."


"Mobil dinas itu ya buat operasional ngurus negara bukan untuk dipakai untuk kebutuhan pribadi. Itu haram lho bang.


"Iya juga sih."


"Tuh! mobilnya sudah datang, Abang tolong antar kami ke bandara dengan mobil itu ya!"


Hanan dan istrinya sangat terkejut melihat mobil yang dibeli Mikaila sangat mewah dan otomatis harganya cukup menguras kantong untuk seorang ASN seperti dirinya.


"Mikaila! Apakah ini tidak berlebihan?"


"Mikaila hanya ingin berterimakasih kepada Abang karena selama ini Abang sudah merawat Mikaila dan membiayai pendidikan Mikaila hingga S1." Ujar Mikaila haru.


"Itu sudah kewajiban Abang untuk memenuhi kebutuhanmu. Abang tidak berharap imbalan darimu Mikaila." Ujar Hanan sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


Akhirnya mobil mewah itu dibawa juga oleh Hanan untuk mengantar adik dan keponakannya Syakira ke bandara.


__ADS_2