Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
35. JEBAKAN!


__ADS_3

Di saat sidang perceraian antara Zefran dan Hesty sedang berlangsung memanas di pengadilan agama Jakarta pusat, Mikaila dan syakira berencana pulang ke Jakarta untuk memberikan surprise untuk suaminya Zefran.


Rupanya mata-mata dari anak buahnya Hesty mengabarkan kepulangan Mikaila membuat wanita berusia tiga dua tahun ini mengepalkan kedua tangannya kuat.


"Lakukan sesuatu untuk menghalangi perempuan itu pulang ke Indonesia!" Titah Hesty.


"Tidak bisa nyonya! karena gadis itu punya banyak pengawal pribadi. Kami tidak bisa menyentuhnya."


"Emang dia siapa, sampai begitu banyak pengawal yang menjaganya? Ataukah ini perintah dari suamiku?"


"Maaf Nyonya Hesty! Nona Mikaila sendiri orang penting di Seoul."


"Hem! Sepenting apa dia? paling di sana hanyalah babunya orang Korea Selatan."


Tawa sinis Hesty meremehkan madunya itu.


"Dia seorang CEO perusahaan garmen nyonya."


Glekkkk...


"Apa..? Cih, itu tidak mungkin! Bagaimana mungkin ia sehebat itu? padahal dia hanya seorang perempuan kampung." Umpat Hesty sambil berdecih.


"Itu kenyataannya nyonya. Kami mohon maaf tidak bisa melanjutkan misi ini karena kami tidak mau berurusan dengan negara ini nyonya." Tolak Rolis ketakutan.


"Sialan!! Dasar manusia tak berguna, kalian saya pecat!"


Sambungan itu terputus. Hesty meluapkan amarahnya di kamar pribadinya. Saat ini, dia tidak lagi tinggal serumah dengan Zefran karena proses perceraian itu.


Ia kini tinggal di rumah orangtuanya di daerah Bintaro. Zefran telah mengusirnya dan telah mengembalikannya kepada ayahnya. Saat ini ayahnya sendiri sekarang ini juga sedang sakit-sakitan.


Sudah berbagai mediasi ditempuh oleh pengadilan agama untuk mencegah perceraian itu terjadi, namun alasan tidak punya keturunan menjadi penyebabnya.


Minggu depan keputusan perceraian itu akan diputuskan oleh hakim. Di sinilah rasa dendam Hesty makin menjadi.


"Mikaila! jika aku tidak bisa mendapatkan Zefran, kamu juga tidak akan bisa mendapatkan dia juga karena aku tidak rela kalian berdua bersatu lagi karena putrimu itu."


Ujar Hesty sambil meneguk wine yang ada di tangannya.


"Kalian semua akan mati di tanganku, tapi sebelumnya itu, aku akan membuat kalian menderita."


Botol wine itu di lemparkan ke tembok kamarnya hingga pecahan beling bertebaran ke sembarang arah di kamar itu.


Ayahnya yang berada di kamar sebelah hanya bisa menangis pilu melihat penderitaan putrinya.


"Hesty sayang! Andai saja dulu ayah tidak memaksa menjodohkanmu dengan bajingan itu, mungkin kamu tidak akan menderita seperti sekarang ini, nak. Ayah menyesal." Jerit ayahnya.


Sementara itu, Mikaila dan putrinya sedang berkemas untuk mempersiapkan keberangkatan mereka Minggu depan.


"Apakah kamu sudah menyiapkan barang bawaan mu, sayang?"


"Tidak banyak Bu, hanya beberapa potong baju saja. Syakira nanti bisa belanja di sana bareng ayah." Ujar SYAKIRA sambil menutup kopernya.

__ADS_1


"Nanti kita tidak bisa ke rumah ayah karena kita harus menginap di hotel dulu. Setelah memberi kejutan kepada ayah, baru kita bisa ke rumah ayah."


"Baik ibu!"


Syakira tetap terlihat tidak bersemangat untuk pulang kampung halamannya.


"Syakira!"


"Hmm!"


"Apakah kamu tidak senang bertemu dengan ayah?"


"Entahlah Bu! Syakira merasa kita kurang tepat pulang ke Jakarta hanya berdua saja. Padahal ayah janji akan kembali lagi ke sini secepatnya. Kenapa kita tidak tunggu saja ayah pulang ibu?"


Protes SYAKIRA sambil cemberut.


"Syakira, ini hanya karena ayahmu ulang tahun saja nak. Apa salahnya membuat ayah bahagia. Nanti kita juga akan berkunjung ke Palembang bertemu dengan Lia dan Lintang." Imbuh Mikaila menghibur putrinya.


"Masalahnya bukan itu ibu. Syakira merasa ada sesuatu yang akan menimpa ibu jika kita pulang di saat ayah sedang punya masalah dengan istrinya yang lain Bu."


"Sayang, Minggu depan persidangan ayah dan Tante Hesty akan diputuskan. Ibu ingin menghibur ayah."


"Tapi ayah menceraikan Tante Hesty karena kemauan ayah dan ayah tidak merasa sedih karena perceraiannya itu. Justru ayah bahagia bisa berkumpul lagi dengan kita, ibu. Jadi tidak ada alasan ibu untuk menghibur ayah." Tukas SYAKIRA.


"Baiklah. Kalau kamu tidak mau pulang bersama ibu, biar ibu sendiri yang pulang merayakan ulang tahun ayahmu." Mikaila meninggalkan kamar putrinya dalam keadaan kesal.


Syakira hanya menarik nafas berat.


Syakira merasa bimbang memilih antara keduanya. Ia juga nggak enak dengan ibunya jika ayahnya mengetahui surprise yang sudah dipersiapkan ibunya untuk ayahnya malah gagal total.


Tapi ia juga sangat takut, kepulangan mereka seakan menjadi perpisahan terakhir bagi dirinya dan ibunya.


"Mungkin ini hanya perasaanku saja. Semoga tidak terjadi apa-apa pada ibu." Batin SYAKIRA.


...----------------...


Hari yang di tunggu telah tiba. Keputusan Perceraian antara Zefran dan Hesty sebentar lagi akan di jatuhi oleh bapak hakim dengan mengetuk palunya untuk mengakhiri pernikahan Zefran dan Hesty.


Sementara Mikaila dan putrinya sudah terbang menuju tanah air tercinta. Tapi sayangnya karena sama-sama saling memberikan kejutan untuk pasangannya, begitu sidang perceraian diputuskan, Zefran langsung menuju bandara untuk terbang ke Seoul Korea Selatan. Keduanya ternyata selisih jalan.


"Alhamdulillah sayang! Sebentar lagi, kita akan berkumpul lagi dan aku akan memboyong kalian berdua ke Jakarta.


Aku tidak mau kamu dan putriku tinggal terpisah denganku, suka atau tidak." Ujar Zefran sambil memandang foto istri dan putrinya di wallpaper ponselnya.


"Zefran! Semoga kamu sudah berada di perusahaan begitu kami tiba di Jakarta." Ujar Mikaila.


Hingga pesawat itu mengumumkan waktu tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta, SYAKIRA makin terlihat gelisah.


Ia ingin segera tiba di Jakarta dan menghubungi ayahnya walaupun ia harus menerima resiko akan diomelin ibunya.


Tidak lama kemudian, pesawat yang ditumpangi Mikaila dan syakira melakukan landing sempurna di Bandara setempat.

__ADS_1


Syakira sudah tidak sabar ingin menghubungi ayahnya. Begitu turun dari pesawat, Syakira mengirim pesan singkat kepada ayahnya.


Mikaila yang tidak memperhatikan putrinya yang berhenti sesaat terus saja berjalan.


"Syakira! Cepatlah sayang! Kita harus ke tempat bagasi supaya bisa ketemu ayah."


Ucap Mikaila tanpa melihat di sampingnya.


Begitu menyadari tidak ada jawaban dari putrinya, Mikaila baru berhenti dan berbalik melihat putrinya tertinggal jauh dengannya.


"Syakiraaa!"


"Iya ibu!"


Syakira berlari cepat menghampiri ibunya yang terlihat tidak sabaran menemui suaminya.


"Maaf ibu! Sepertinya Syakira mau ke toilet." Pinta syakira berbohong.


"Baiklah. Kalau begitu ibu tunggu kamu di ruang bagasi."


"Baik Bu!"


Syakira segera mencari toilet yang dekat dengan ruang kedatangan. Sementara Mikaila sudah berdiri menunggu kopernya turun.


Syakira berulang kali menghubungi ayahnya namun nomor telepon ayahnya itu berada di luar jangkauan.


"Ya Allah! Bagaimana ini..?" Syakira makin gelisah.


Ia segera menghampiri ibunya. Langkahnya terhenti melihat banyak petugas keamanan bandara berkerumun.


"Ya Allah ada apa ini?


Hatinya makin kacau saat petugas bandara tiba-tiba menangkap ibunya.


"Ibuuuu!"


Teriak SYAKIRA histeris.


"Syakiraaaa!"


"Ibuuuu...!"


"Syakira hubungi ayah!"


Syakira menghampiri petugas keamanan bandara menanyakan kesalahan ibunya.


"Pak itu ibu saya. Kenapa ibu saya di tangkap?"


"Ibumu telah membawa narkoba di dalam kopernya."


Deggggg...

__ADS_1


__ADS_2