Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
48. Baru Percaya?


__ADS_3

Para penjaga pantai tertawa ngakak begitu Syakira berlalu dari mereka.


"Dasar gadis aneh! cantik-cantik ko gila ya!" Ujar salah satu temannya.


"Harusnya kita tahan saja gadis itu tadi, lumayan melihat pesonanya cukup menantang untuk kita bisa melihat dibalik kain penutup kepalanya itu." Ucap yang lainnya sambil membayangkan tubuh polos Syakira dengan fantasi liarnya.


Tapi tawa mereka tidak bisa lama dalam candaan penuh hal fulgar untuk merendahkan SYAKIRA.


Mereka sama-sama saling mencolek satu sama lain saat melihat ombak besar datang bergulung-gulung hingga membuat panik para pengunjung pantai.


"Astaga! Apa yang dikatakan gadis itu adalah benar. Ayo lari!"


Semua petugas penjaga pantai itu berhamburan keluar dari pos itu untuk menghindari amukan si jago biru itu.


Zhyan yang baru menyusul Syakira di tempat parkir seketika terbelalak sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


"Oh ini tidak mungkin..!" Serunya yang baru percaya perkataan Syakira.


Syakira yang melihat Zhiyan yang saat ini masih terpana dengan pesona kedahsyatan amukan laut itu, membuatnya menarik lengan Zhyan untuk berlari menjauhi hempasan ombak yang akan menerjang mereka.


"Zhyan, awasss!"


lagi-lagi Syakira menyelamatkan Zhyan dari material yang terbawa sapuan ombak laut yang sudah menerjang sampai ke darat seperti tsunami kecil.


Huru-hara di sekitar pantai membuat suasana makin menegangkan bagaimana laut itu menarik lagi material darat dan manusia memasuki area habitatnya.


Semuanya terbawa kembali ke laut dengan manusia yang sedang berjuang melawan maut di laut luas itu.


Zhyan memeluk tubuh Syakira agar tidak terlepas darinya. Setegar apapun dirinya, Zhyan akhirnya menangis juga melihat amukan alam sedang menyapa mereka.


Keduanya berlari menghindari orang-orang yang sedang menyelamatkan diri mereka masing-masing.


Disaat bersamaan, seorang gadis kecil menangis mencari kedua orangtuanya. Syakira segera menggendong bayi itu agar tidak tertabrak oleh yang lain


"Syakira itu anak orang, kenapa kamu membawanya?"


Sergah Zhyan yang bingung dengan sikap Syakira yang terlalu empati pada orang yang tidak ia kenal.


"Di mana sisi kemanusiaan mu, hmm? apakah kamu tidak lihat wajah ketakutannya saat ini? tidak penting siapa anak ini, setidaknya kita harus menolongnya." Ucap Syakira sengit.


"Baiklah. Kita bawa anak ini ke kantor polisi agar orangtuanya bisa mendapatkan anak mereka dengan mudah." Usul Zhyan.


Keduanya berjalan menuju kantor polisi dengan hiruk pikuknya kota yang terlihat amburadul saat ini. Kendaraan yang tidak lagi teratur sesuai dengan aturan lalu lintas membuat tabrakan terjadi di mana-mana.


Syakira yang menggendong gadis kecil yang sudah terlelap dalam dekapan SYAKIRA harus bergantian dengan Zhyan yang sedari tadi menjaga keduanya agar tidak bersenggolan dengan manusia lainnya.


Sepasang suami-istri yang sedang kewalahan mencari putri mereka, mengenali sosok malaikat kecil mereka yang sedang di gendong Zhyan saat ini.


"Permisi Tuan!"


Sapa ibu muda itu dengan wajah tegang.


Zhyan menghentikan langkahnya, sementara suami istri itu melihat wajah anak mereka.

__ADS_1


"Oh baby! Ini putriku!" Ucap ibu muda itu menangis histeris, saking senangnya bisa bertemu lagi dengan putrinya.


"Terimakasih tuan, nyonya! Kalian sudah menyelamatkan putriku." ucap keduanya begitu bahagia.


Syakira dan Zhyan mengangguk sambil tersenyum samar di tengah kegetiran kota saat ini.


Keduanya memutuskan untuk mencari hotel untuk menginap sementara. Isu berita tsunami mulai tersiar diberitakan oleh televisi swasta dan para YouTuber dadakan.


Tubuh keduanya terlihat kotor dengan pakaian yang sudah compang camping karena sempat jatuh menghindari material yang dibawa ombak laut tadi.


...----------------...


Sesampainya di hotel, Zhyan harus memesan dua kamar karena Syakira pasti akan menolak sekamar dengannya.


Dalam sekejap, hotel itu sudah penuh dengan para pelancong dan juga warga setempat yang kesulitan kembali ke kediaman mereka karena terlalu jauh jika ditempuh dengan jalan kaki.


Walaupun semua personil polisi dengan pihak terkait dikerahkan untuk mengamankan kota, tetap saja kegaduhan mulai terjadi di mana-mana.


Zhyan dan Syakira harus terima apa adanya saat ini. Keduanya setuju mengambil satu kamar yang terbilang mewah daripada yang lainnya yang hanya mendapat kamar biasa dan ada juga yang tidak beruntung karena tidak mendapat kamar.


Keduanya menuju ke kamar mereka untuk membersihkan diri. Hanya saja Syakira hanya bisa membeli baju yang ada shop di dalam hotel tersebut, tapi tidak ada jilbabnya.


"Ya Allah, bagaimana ini, masa aku harus pakai jilbab kotor ini lagi?" Batin Syakira terlihat sedih.


"Ayo SYAKIRA, kita sebaiknya ke kamar. Apa yang kita butuhkan sudah kita dapatkan." Ujar Zhiyan sambil menautkan tangan mereka.


Setibanya di kamar Syakira yang membersihkan dirinya setelah menunggu Zhyan yang sudah mandi terlebih dahulu.


Ia lalu memakai baju dan membalut kan kepalanya dengan handuk. Kebetulan ia mengkeramas rambutnya, jadi punya alasan untuk untuk menutupi surai indahnya itu.


Zhyan yang sedang mengotak-atik Chanel TV seketika terkesiap melihat penampilan Syakira dengan leher jenjang yang terpampang indah di hadapannya saat ini.


"Sial! hanya lehernya saja sudah menggoda birahiku apalagi surai indahnya tergerai?" Batin Zhiyan yang menjadi panas dingin sendiri melihat wajah mulus Syakira tanpa makeup dengan leher jenjangnya.


Syakira memilih duduk di sofa karena Zhyan sedang duduk di tempat tidur.


"Syakira! Duduklah di sini, mengapa menjauh dariku?"


"Kita bukan muhrim, tidak pantas berada diatas tempat tidur berduaan." Tolak Syakira.


"Aku tidak akan berbuat macam-macam padamu. Apakah kamu tidak percaya kepadaku?"


"Aku sangat percaya kepadamu, Zhyan. Hanya saja aku tidak percaya dengan setan yang akan menggoda kita berdua." Jelas Syakira tanpa membuat Zhiyan tersinggung.


Deggggg..


Zhyan akhirnya mengerti apa yang diinginkan oleh wanitanya. Ia pun segera bangkit dan meminta Syakira untuk tidur di tempat tidur yang hanya ada satu bad itu.


"Istirahatlah Syakira! Hari ini sangat melelahkan. Aku akan menjagamu." Pinta Zhyan yang sudah bersandar di sofa panjang sambil menonton berita.


Syakira yang terlihat lelah tetap berusaha menghubungi ayahnya yang mungkin kuatir dengan dirinya.


Melihat Syakira tidak ingin tidur membuat Zhyan ingin menanyakan tentang peringatan Syakira sebelum terjadinya tsunami kecil itu.

__ADS_1


"Syakira!"


"Hmm."


"Bagaimana bisa kamu mengetahui kalau akan terjadi bencana alam hebat tadi?"


Deggggg....


"Ya Allah, bagaimana aku harus menjelaskan kepadanya kalau aku memiliki Indra ke enam?"


Batin Syakira sambil mencari cara untuk menghindari pertanyaan Zhyan.


Tidak lama sambungan telepon ayahnya terhubung kepadanya membuat Syakira menarik nafas lega.


"Sebentar, ini ayahku!"


Ucap SYAKIRA sambil menempelkan satu jarinya pada bibirnya agar Zhyan tidak berisik.


Zhyan hanya mengangguk dan mempersilahkan Syakira berbicara dengan ayahnya.


"Syakira, sayang!"


"Iya ayah!"


"Apakah kamu baik-baik saja di sana?"


"Syakira aman-aman saja ayah!"


"Tapi, tadi ayah telepon mbak Yani, kata mereka kamu pergi dengan teman priamu, apakah itu benar?"


"Iya ayah, tapi Syakira sedang menuju apartemen." Ujar SYAKIRA bohong.


"Nanti kalau keadaan aman, ayah akan menemuimu. Sekarang tidak bisa karena layanan lintas udara menolak pesawat jet pribadi untuk terbang ke sana." Ujar Zefran cemas.


"Baik ayah, Syakira tunggu kedatangan ayah. Tolong kabari Syakira kalau ayah mau berangkat ke Sidney."


"Baiklah sayang. Kamu hati-hati di sana!"


"Siap ayah." Ujar Syakira lalu mengakhiri pembicaraannya dengan salam.


Syakira melihat Zhyan yang sudah terlelap tidur di sofa panjang itu.


"Apaan nyuruh aku tidur dan dia akan menjagaku, malah ia sekarang yang pulas." Gumam Syakira lirih.


Ia akhirnya merebahkan tubuhnya dan ikut tidur.


Beberapa jam kemudian, Zhyan mengerjapkan matanya karena merasa sangat lapar. Ia melihat jam sudah pukul delapan malam.


"Astaga, berarti lama juga kami tidur."


Zhyan segera bangkit hendak melihat Syakira. Betapa kagetnya Zhyan saat melihat rambut indah SYAKIRA yang sudah terpisah dari balutan handuk yang membalut kepalanya tadi.


Wajah cantik seutuhnya sudah terlihat oleh Zhyan. Pria tampan itu menikmati pemandangan indah itu sambil mengambil gambar Syakira yang sedang tertidur.

__ADS_1


Tidak lama, Syakira mulai menggeliat dan Zhyan buru-buru tidur lagi agar Syakira tidak malu padanya.


__ADS_2