Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
6. SIAPA AYAH CALON BAYIKU..?


__ADS_3

"Apakah hari ini ada jadwal dokter IDRA?"


"Hari ini memang ada jadwal dokter IDRA. Silahkan menuju ke lantai tiga, nona Mikaila! Pinta petugas admistrasi rumah sakit itu.


"Terimakasih!"


Mikaila merasa lega, karena rencananya akan berhasil untuk menuntut pada dokter itu. Seperti biasa ia duduk menunggu namanya dipanggil oleh asisten dokter IDRA.


Beberapa saat kemudian, nama Mikaila dipanggil juga oleh suster dan Mikaila segera masuk dengan tetap fokus menahan emosi.


"Apa ada keluhan nona Mikaila ..?"


Tanya dokter IDRA dengan senyum mengembang.


"Aku ingin menuntut Anda dokter!"


Deggggg..


"Apa ada kesalahanku yang merugikan anda?"


Dokter IDRA menautkan alisnya belum mengerti dengan ucapan Mikaila padanya.


"Tentu saja ada."


"Apa..?"


"Kecerobohanmu yang telah membuat aku hamil."


"Apa...? Apa maksud anda nona..? Apa bisa lebih perjelas inti dari masalahnya.


"Sepertinya anda salah menyuntikkan benih sper*a orang lain kepada saya. Saya bukan orang yang sedang mengikuti program bayi tabung, kenapa dokter dengan tega melakukan inseminasi buatan itu untuk saya?"


Duaaarrr..


Dokter terkesiap mendengar penuturan Mikaila. Ia membaca lagi data pasien dan menanyakan tanggal terakhir Mikaila datang konsultasi.


Di datanya yang terbaca di layar laptopnya adalah nama pasien yang mengikuti program bayi tabung adalah Hesty Putri Mikaila.


"Bukankah nama anda nona Hesty Putri Mikaila..?" memastikan lagi data pasien.


"Bukan dokter! nama saya adalah Putri Mikaila."


Ujar Mikaila lalu menunjukkan identitas pribadinya berupa KTP.


Degggg....


Dokter IDRA menatap wajah suster yang terlihat panik.


"Bagaimana ini Suster Irma? bukankah tugas anda yang memanggil pasien..?"


Wajah dokter IDRA terlihat kesal pada asistennya.


"Tapi, nama Suami mereka sama dokter, yaitu tuan Zefran." Ujar Suster Irma.


Deggggg..


Kali ini Mikaila yang tersentak saat nama suaminya di sebut.


"Sebentar dokter! Apakah nama suami wanita itu adalah

__ADS_1


Zefran Gaishan?"


Tanya Mikaila penasaran.


"Benar nona Mikaila!"


Deggggg...


"Tapi, mungkin saja nama suami kalian kebetulan sama dengan orang yang berbeda." Ujar dokter IDRA buru-buru mengalihkan data pasien agar tidak terkesan mencurigakan.


"Apakah anda mengira saya tidak akan menuntut kecerobohan anda dokter?" Ancam Mikaila.


"Jika anda punya suami, mengapa anda merasa saya melakukan kecerobohan?"


"Masalahnya sudah enam bulan ini saya berpisah dengan suami saya karena ada urusan dengan keluarganya dan saya baru datang ke Jakarta untuk mencari keberadaan suami saya."


Deggggg..


"Mungkin saja anda.."


"Maksud anda saya selingkuh dokter..?" Tebak Mikaila dengan ekspresi makin meradang.


"Baiklah. Saya akan melaporkan anda ke polisi atas kecerobohan anda ini!" Lanjut Mikaila.


"Tidakk..! jangan!"


Sergah dokter IDRA ketakutan.


"Saya akan ganti rugi dan akan melakukan aborsi jika anda menginginkannya." Tawar dokter IDRA untuk melakukan jalan damai.


"Apakah anda sedang bernegosiasi denganku?"


"Woww! Hebat sekali anda dokter! Anda tidak memikirkan bagaimana kelangsungan kehidupan rumah tangga saya, tapi anda malah memikirkan kepentingan pribadi anda, ternyata anda seperti monster berkedok Dokter!" Ujar Mikaila sarkas.


"Hanya itu yang bisa saya tawarkan kepada anda nona Mikaila. Apakah ada hal lain yang anda inginkan?"


Mikaila yang masih penasaran dengan pasangan yang saat ini sedang melakukan program bayi tabung, namun ia ingin sekali mengetahui wajah pasangan itu.


"Begini saja dokter, jika anda inginkan jalan damai, aku hanya meminta satu hal saja dari anda dan setelah itu tidak ada tuntutan apapun baik secara hukum maupun hal lainnya."


"Apa yang anda inginkan?"


"Data pasangan pasien itu. Pasti kalian punya foto pasangan itu, bukan?"


"Tapi pasangan ini, bukan orang sembarangan nona Mikaila. Saya tidak bisa memberikan data pribadi mereka begitu saja."


"Pilih mana? mau penjara atau mengatakan data pribadi mereka. Lagi pula saya tidak akan menganggu hidup mereka, dokter.


Saya hanya ingin mengetahui siapa mereka sebenarnya? karena benih suami orang itu sudah berada di rahim saya saat ini. Hanya itu saya dokter. Tidak lebih."


Dokter IDRA memejamkan matanya sebentar. Ia memikirkan lagi penawaran yang diajukan oleh Mikaila.


"Begini saja, saya harus memastikan dulu apakah saat ini anda benar-benar hamil atau tidak setelah itu saya akan mengatakan kepada anda siapa ayah dari bayimu."


"Ok, silahkan!"


Mikaila dengan senang hati naik ke ranjang pasien untuk di USG oleh dokter IDRA. Ternyata Mikaila benar-benar hamil dan saat ini sudah jalan tiga Minggu.


"Bagaimana dokter?"

__ADS_1


"Ternyata benar anda hamil nona Mikaila. Tapi apakah anda serius tidak akan menuntut aku di kemudian hari, nona Mikaila?"


"Kalau anda meragukan perkataanku, kita bisa buat kesepakatan hitam di atas putih dalam bentuk perjanjian tertulis kalau saya tidak akan mengkhianati anda dokter." Ujar Mikaila sambil merapikan lagi atasannya dan turun dari brangkar tersebut.


Dokter IDRA melirik Suster Irma yang terlihat takut memberikan suaranya dalam keputusan dokter IDRA.


"Baiklah. Kalau begitu anda boleh melihat data pasangan pasien ini dan foto mereka." Ujar dokter IDRA mengalah pada Mikaila.


Mikaila sedikit terhibur walaupun saat ini perasaannya sangat tegang, entah apa yang ia pikirkan saat ini.


Dokter IDRA membalikkan komputernya dan mengarahkan ke arah Mikaila. Pupil matanya seketika melebar saat melihat wajah tampan suaminya sendiri yang merupakan suami dari pasien yang tertukar benih sper*ma milik Zefran yang seharusnya untuk Hesty bukan untuk dirinya.


Mikaila mengendalikan perasaannya agar tidak dicurigai oleh dokter IDRA. Tapi ia menghafal alamat Zefran agar bisa menelusuri sendiri kediaman suaminya yang selama ini sedang ia cari.


"Alhamdulillah terimakasih ya Allah, akhirnya Engkau memberikan petunjukMu pada pencarian ku selama ini."


Mikaila menahan bulir bening yang saat ini sudah terbit di permukaan kelopak mata indahnya.


"Apakah sudah selesai nona Mikaila?"


Tanya dokter IDRA yang ingin membalikkan komputer miliknya menghadap ke arahnya.


"Sudah dokter."


Senyum Mikaila terlihat samar dengan wajah terkesan datar


"Lelaki ini bukan orang yang sama dengan suami Anda bukan?"


"Namanya saja sama dokter, tapi orangnya berbeda." Ujar Mikaila bohong.


"Syukurlah kalau begitu."


Dokter IDRA menarik nafas lega.


"Tapi, apakah ayah dari calon bayiku itu adalah orang berpengaruh?"


"Pria tampan itu adalah seorang raja mafia yang mengusai banyak bisnis di beberapa negara Asia tenggara."


Deggggg...


"Zefraannn..!"


Mikaila menjerit dalam diamnya. Hatinya sangat sakit mengetahui jika suaminya selama ini telah menipunya. Ditambah lagi ketidak jelasan berita dari Zefran yang ternyata sudah menikah lagi dengan wanita lain.


"Pantas, uang yang mengalir di rekeningku seperti air karena dia adalah orang hebat dan dia tidak ingin pulang menjemputku karena sudah menikah lagi. Brengsek kamu Zefran!" Umpat Mikaila terlihat melamun di depan dokter IDRA.


Mikaila segera pamit dari hadapan dokter IDRA. Ia tetap bersikap wajar dan melangkah dengan anggun meninggalkan ruang poli dokter spesialis kandungan milik dokter IDRA Rusmiyati.


Setibanya di mobil, Mikaila menangis sejadi-jadinya karena mengetahui kalau benih yang ia kandung adalah benih dari suaminya sendiri.


"Kau kira kamu bisa lepas dariku begitu saja, Zefran? Lihatlah bagaimana cara Allah mempertemukan kita melalui anak ini. Tapi, aku tidak akan pernah memberitahumu bahwa anak ini adalah anak kandungmu.


Sampai kapanpun, kau tidak pernah memiliki anak dari istri keduamu."


Mikaila bersumpah untuk tidak lagi berharap agar bisa bertemu dengan suaminya lagi.


"Anak ini adalah milikku sendiri Zefran!"


Mikaila segera meninggalkan rumah sakit itu dan kembali ke apartemen miliknya.

__ADS_1


__ADS_2