Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
26. Permohonan Zefran


__ADS_3

Sebelum bertolak ke Seoul Korea Selatan, Zefran terlebih dahulu terbang ke Palembang untuk melamar lagi Mikaila pada abangnya Hanan.


Saat menemui Hanan di gedung parlemen daerah itu, Zefran menunggu mantan kakak iparnya yang baru selesai rapat itu dengan membawa penghulu.


Hanan buru-buru keluar dari ruang meeting menuju ruang kerjanya untuk mengambil ponselnya. Ia mengernyitkan dahinya saat membaca pesan dari keponakan SYAKIRA.


"Astaga! Mikaila sakit parah dan apa lagi nih..? Menikahkan lagi ibu dan ayahnya karena ajal ibunya tidak lama lagi."


Zefran membaca pesan itu sambil berkaca-kaca karena SYAKIRA bukan hanya mengirim pesan, tapi juga mengirim foto ibunya yang lagi terbaring sakit di brangkar dengan dengan alat medis menempel di tubuhnya.


Untuk menguatkan permintaannya kepada pamannya, ia juga mengirimkan rekaman suara percakapan dokter Kyu dan dokter Ae RI yang menyatakan ibunya harus di bahagiakan oleh orang-orang terdekatnya.


"Syakira! mana paman mengerti bahasa Korea. Paman saja nggak tahu dokter ini ngomong apa sama sahabat ibumu Ae RI."


Ujar paman Hanan sambil memijit pelipisnya yang terasa berdenyut sakit. Padahal SYAKIRA sudah menterjemahkan kata-kata dokter itu ke dalam bahasa Indonesia, namun Hanan masih belum yakin dengan ucapan SYAKIRA.


Ia segera mengirimkan video percakapan itu ke koleganya yang mengerti bahasa Korea Selatan itu. Temannya segera menghubunginya.


"Hanan! sebaiknya kamu segera ke Korea Selatan karena hidup adikmu Mikaila tidak lama lagi."


"Apa...?" Sentak Hanan hampir limbung di tempatnya berdiri.


"Jadi perkataan keponakanku SYAKIRA benar adanya."


Hanan mengambil tas kerjanya, berjalan keluar gedung sambil menghubungi istrinya. Tapi ia melihat Zefran menghampirinya dengan seorang pria yang sangat berwibawa mendampingi Zefran.


Zefran langsung menjatuhkan tubuhnya dan bersimpuh di kaki Hanan untuk meminta maaf.


Segala ungkapan penyesalannya ia sampaikan kepada mantan kakak iparnya itu. Sekaligus ia meminang Mikaila kepada Hanan yang masih terpaku di tempatnya berdiri sambil menahan sesak di dadanya.


"Apakah permintaan maaf dengan segala penyesalanmu dan juga permohonanmu untuk menikahi adikku bisa membuatnya bertahan hidup, hah ?" Tanya Hanan bernada Sinis.


"Aku tidak tahu kak, tapi aku hanya ingin membahagiakannya dan menebus kesalahanku yang pernah aku lakukan kepada putriku dan Mikaila." Ucap Zefran dengan tangis tertahan.


Jauh dihati Hanan, ia sulit sekali memaafkan Zefran yang telah membuat hidup adik dan keponakannya menderita, tapi mengingat Mikaila harus mendapatkan kebahagiaan diakhir hidupnya, membuat mau tidak mau Hanan harus menerimanya kembali sebagai adik iparnya. Apa lagi SYAKIRA sangat mengharapkan kedua orangtuanya bisa bersatu lagi.


"Baiklah kalau begitu mari kita ke kantor agama menemui penghulu." Ujar Hanan.


"Aku sudah bawa penghulunya kak. Ini penghulu dari kantor agama Jakarta Selatan." Ujar Zefran.


"Rupanya kau punya banyak kejutan untuk mempersiapkan semuanya. Seperti awal pertemuan mu dengan Mikaila, kamu melamarnya secepat kilat dan secepat kilat pula kamu meninggalkannya dan menikahi perempuan pilihan orangtuamu.


Dan secepat kilat pula kamu menceraikan adikku Mikaila karena kesalahpahaman mu terhadapnya." Ucap Hanan dengan kata-kata menohok.


Zefran tampak diam dan menerima semua sindiran sinis dari Hanan karena apa yang dikatakan Hanan benar adanya.

__ADS_1


Walaupun begitu, Hanan tetap menerima lamarannya dan itu sudah membuat hati Zefran lega.


Setelah memenuhi semua syarat pernikahan, akhirnya pengucapan ijab qobul antara Zefran dan Hanan terjadi di ruang kerjanya Hanan.


Mahar yang diberikan adalah seperangkat perhiasan berlian dan uang tunai seratus juta.


Usai pernikahan itu, Zefran langsung pamit kepada penghulu, Hanan dan dua saksi pernikahan mereka yaitu asistennya Rizal dan sahabat nya Hanan yang merupakan anggota parlemen juga.


Zefran langsung bertolak ke Seoul Korea Selatan, sementara asisten pribadinya yaitu Rizal harus mengantar pulang penghulu ke Jakarta dengan pesawat komersial.


...----------------...


Mikaila terharu mendengar cerita suaminya, kalau Zefran rela menemui abangnya untuk melamarnya dan meminta Abang Hanan menikahkan lagi dirinya dengan lelaki yang ia cintai.


"Zefran! Bagaimana kamu mengetahui kalau aku sakit parah padahal aku...."


"sssstttt!" Jangan kamu tanyakan bagaimana, tapi biarkan aku yang tanyakan apakah saat ini kamu bahagia aku ada di sini bersamamu, sayang?"


"Hmm!"


Mikaila mengangguk lemah. Dia tidak peduli dengan perasaan wanita lain yang ada di Jakarta, jika suaminya saat ini kembali lagi kepadanya.


"Ya Allah! Mungkin aku sangat jahat pada Hesty karena mengambil suaminya, tapi aku hanya menginginkan Zefran sesaat saja ya Allah, setelah itu aku akan mengembalikannya lagi pada Hesty." Batin Mikaila dalam doanya.


Hatinya sangat bahagia melihat senyum merekah ibunya ketika bersama ayahnya.


"Ya Allah! Aku tahu Engkau akan mengambil ibuku dari kami, tapi ku mohon tangguhkan ajalnya ya Robb sampai ibuku puas merasakan kasih sayang dari ayahku yang selama ini harus terpisah karena permainan nasib." Batin SYAKIRA.


Zefran tidak bisa membendung air matanya. Ia terus saja menangis sambil bicara dengan Mikaila. Ia sudah memutuskan untuk menemani Mikaila sampai akhir hidup Mikaila.


"Apakah kamu ingin kembali ke Indonesia?"


"Aku masih punya pekerjaan di sini Zefran."


"Kamu bisa reason dari pekerjaanmu, apa lagi kamu sudah sakit parah, bos mu akan mengerti akan kondisimu sayang. " Pinta Zefran yang tidak mengetahui kalau istrinya adalah pemilik perusahaan dan juga menjabat CEO perusahaan itu.


Mikaila juga enggan mengakui dirinya adalah CEO di perusahaannya sendiri karena ia tau, pada akhirnya suaminya juga akan mengetahuinya.


"Iya sayang! Aku aku akan segera mengajukan pengunduran diriku." Ujar Mikaila.


"Aku bisa menghidupi kalian berdua. Jadi jangan pernah berpikir untuk bekerja keras lagi menghidupi diri kalian lagi."


Sejak mengetahui SYAKIRA adalah putrinya, Zefran sudah mentransfer uang untuk Mikaila dan SYAKIRA, namun karena masih merasa sakit hati dengan ulah Zefran, Mikaila tidak pernah menyentuh uang itu dan membiarkan uang itu menumpuk di Bank.


Tidak tanggung-tanggung, Zefran mengirim biaya hidup putrinya satu milyar perbulan karena ia tahu kalau biaya hidup di Korea Selatan yang terbilang mahal.

__ADS_1


Tidak terasa, fajar mulai menyingsing. Syakira segera bangun begitu mendengar alarm azan subuh di ponselnya. Ia segera ke kamar mandi membersihkan dirinya dan mengambil wudhu.


Syakira menghampiri ayahnya yang tidur berdua seranjang dengan ibunya.


"Ayah!"


"Ayah!"


"Bangun!"


Zefran mengerjapkan matanya dan melihat putrinya sudah berdiri di sampingnya sambil tersenyum.


"Hai, sayang!"


Zefran segera bangkit dan menggendong putrinya.


"Terimakasih SYAKIRA sudah menyatukan lagi ayah dan ibu!"


"Jangan sakiti hatinya ibu lagi , ayah!"


"Insya Allah, sayang."


"Ayah! Ayo kita sholat dan mendoakan kesembuhan ibu!"


"Baiklah. Ayah harus bersih-bersih dulu dan berwudhu."


Zefran segera ke kamar mandi dan SYAKIRA membentangkan sajadah sesuai dengan arah kiblat dari petunjuk ponselnya.


Mikaila dibiarkan tidur karena masih terlihat lemah. Tidak lama kemudian, ayah dan anak ini menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah untuk pertama kalinya.


Syakira mendengar bacaan surah Al-fatihah yang dilantunkan ayahnya begitu merdu. Saking merdunya hingga ia menangis.


Usai menunaikan sholat dan berdoa, SYAKIRA kembali mencium punggung tangan ayahnya, begitu pula Zefran juga mengecup kedua pipi putrinya.


Zefran menghampiri Mikaila untuk mencium kening istrinya dan ia merasa tidak ada hembusan nafasnya Mikaila. Ia segera menekan tombol nurse call.


"Mikaila...Mikaila ... mikailaaaa!" Teriak Zefran sambil mengguncang tubuh istrinya.


"Ayah! Apakah ibu sudah pergi meninggalkan kita, ayah?" Tanya SYAKIRA sambil mewek.


"Tidakkkk...! Jangan lakukan itu Mikaila. Jangan tinggalkan kami, sayang! Tolong bangun Mikailaaaa!"


"Ibuuuuuu! Bangun ibu! hiks ...hiks!"


Zefran seperti orang gila saat ini. Dokter dan suster berusaha membantu Mikaila.

__ADS_1


__ADS_2