
Mikaila memeluk putrinya sambil berdiri. Wajah cantik itu nampak sinis menatap wajah Zefran yang penuh kerinduan pada keduanya.
"Apa kabar Syakira sayang! Apakah kamu tidak merindukan ayah?"
Syakira mendongakkan kepalanya melihat wajah ibunya yang terlihat kelam menatap tajam wajah ayahnya.
"Ayah..? ayah siapa ya? ayah yang mana? selama ini SYAKIRA tidak memiliki ayah." Ujar Mikaila sarkas.
"Sudahlah Mikaila! berhentilah bersandiwara kepadaku, aku sudah tahu semuanya." Ujar Zefran tanpa dosa.
Dada Mikaila naik turun lebih cepat dengan menahan amarahnya yang hampir meledak.
"Sayang! Pergilah ke Tante Ika!"
Pinta Mikaila pada putrinya yang langsung berlari menghampiri tante dan pamannya.
Hanan yang ingin melabrak mantan adik iparnya itu, di cegah oleh istrinya.
"Sayang! Jangan ikut campur. Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri." Ujar Ika sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi Ika, mereka bukan suami istri lagi, mereka sudah bercerai." Timpal Hanan.
"Tapi mereka punya SYAKIRA."
Hanan menggendong keponakannya menuju ke restoran yang ada di tepi pantai itu, sementara Ika memanggil kedua anaknya yang masih mandi di pantai.
"Apa yang kamu ketahui, Zefran?"
"Syakira adalah putri kandungku."
Mikaila langsung cekikikan sambil menatap wajah mantan suaminya itu dengan sinis." Aneh! Bukankah selama ini kamu menganggap putriku SYAKIRA adalah anak hasil perselingkuhan ku dengan lelaki lain? mengapa kamu tiba-tiba datang mengakuinya sebagai putri kandungmu?"
"Itu karena aku tidak tahu dan lebih parahnya aku hanya mengetahui hubungan kita selama kita berpisah kamu tidak mengandung anakku. Dan kamu tidak pernah menceritakan tentang kehamilanmu kepadaku."
__ADS_1
"Apakah saat kamu bertemu dengan SYAKIRA untuk pertama kalinya, apakah kamu bertanya padaku? Apakah kamu berusaha menanyakan bagaimana aku bisa mengandung dan melahirkan SYAKIRA? Kamu hanya bisa menuduh aku selingkuh, bukan? bahkan wajahnya saja jelas-jelas sangat mirip denganmu, tapi apa yang kamu lakukan saat itu, kamu menyangkal keberadaan putri kandungmu sendiri, bukan?"
Mikaila mengingatkan lagi Zefran tentang memorinya.
"Itu karena aku tidak tahu, bagaimana benihku bisa tumbuh di rahimmu melalui inseminasi buatan yang harus diterima oleh Hesty bukan kamu.
Berpikir secara logika pun tidak akan pernah bisa ditelaah olehku karena kamu sedikitpun tidak memberikan informasi apapun padaku."
Zefran berusaha membela diri.
"Aku tahu itu Zefran! Tapi setidaknya gunakan nuranimu sedikit saja untuk menahan diri dan tidak langsung berburuk sangka kepadaku saat kita bertemu tanpa mempermalukan aku dengan tuduhan perselingkuhan.
Apakah aku begitu murahan hingga menjual diriku untuk mendapatkan kenikmatan sesaat itu? serendah itukah aku di matamu, hah?" Bentak Mikaila dengan nafas tersengal.
"Maafkan aku Mikaila! Saat itu aku sangat cemburu hingga menutup pikiranku." Sesal Zefran terlihat sedih.
"Sekarang kamu lebih mendengarkan orang lain daripada pengakuan dariku. Cinta macam apa yang kamu punya untukku? jika kepercayaan mu padaku saja hanya setebal kulit bawang."
"Mikaila! Apakah saat kita bertemu lagi secara tidak sengaja, apakah saat itu kamu sudah hamil?" Tanya Zefran penasaran.
Zefran menepuk jidatnya sendiri karena ia menjadi pria pengecut yang tidak bisa membela hak istri pertamanya dan lebih memilih menuruti perintah ayahnya daripada cintanya.
"Dasar kamu lelaki bodoh Zefran! Harusnya saat itu kamu mengantar istrimu sampai ke apartemen miliknya, dengan begitu kamu akan mengetahui istrimu mengandung anakmu yang merupakan hasil inseminasi buatan dan itu dari benihmu sendiri." Batin Zefran menyalahkan dirinya sendiri.
Mikaila hendak melangkah pergi meninggalkan Zefran yang masih berdiri terpaku dengan penuh penyesalan.
"Mikaila! ayo kita rujuk sayang! demi SYAKIRA."
Mikaila makin marah mendengar ucapan Zefran yang menginginkan dirinya hanya untuk putrinya semata. Sepertinya Zefran meremehkan perasaannya sebagai wanita yang pernah ia nikahi.
"Jangan bermimpi tuan Zefran! Syakira hanya milikku bukan milikmu!"
"Baiklah! Aku sudah berusaha meminta maaf kepadamu dan ingin berdamai denganmu, rupanya kamu lebih memilih kita berurusan lagi dengan hukum. Baiklah. Kalau begitu kita akan bertemu di pengadilan untuk mendapatkan hak asuh putriku SYAKIRA!" Ancam Zefran sengit.
__ADS_1
"Lakukan apapun yang kamu inginkan. Sebisa mungkin aku tidak akan memberikan kamu kesempatan untuk mendapatkan hakmu sebagai ayahnya SYAKIRA.
Karena bukan hanya aku yang kamu sakiti Zefran, tapi juga putrimu yang saat itu berusaha mengejarmu, tapi apa yang kamu lakukan padanya ditengah tangisnya ingin merasakan pelukan hangat seorang ayah, justru kamu tega mengabaikan tangisannya karena keegohanmu itu. Sejak saat itu aku sudah bersumpah untuk menghapus kamu dalam hidup kami berdua." Ucap Mikaila dengan suara parau.
Zefran berlari mengejar Mikaila yang langsung meninggalkannya begitu saja.
"Mikaila, sayang! Aku mohon, maafkan aku, sayang. Ini semua tidak mudah bagiku. Tolong mengerti posisiku juga. Aku hanya bisa punya anak darimu karena Hesty tidak bisa memberikan aku anak. Aku mohon Mikaila, kembalilah kepadaku sayang!"
Pinta Zefran sambil berlutut di hadapan ibu dari anaknya itu.
"Sayangnya, penyesalan yang kamu rasakan saat ini sudah terlambat Zefran. Putrimu SYAKIRA tidak lagi menganggapmu ada. Dia bahkan sangat membencimu. Pergilah dari hidup kami seperti yang kamu lakukan selama ini."
Mikaila melepaskan tangannya dari genggaman Zefran. Kali ini, ia benar-benar pergi meninggalkan Zefran dengan hati yang kembali terluka.
"Empat tahun Zefran. Setelah sekian lama kami hampir melupakanmu, kini kamu datang ingin memudahkan segalanya untuk memuaskan ego mu.
Kata maaf dan penyesalan tidak akan mempan lagi untukku Zefran karena tuduhan mu itu sangat menyakitkan hatiku sampai detik ini." Batin Mikaila sambil mengusap air matanya.
Liburan itu hanya diselimuti mendung duka yang dirasakan oleh Mikaila dan keluarganya. Mikaila memilih pulang kembali ke hotel karena moodnya sudah tidak enak lagi untuk menikmati liburan itu.
Sementara itu, Zefran menginap di hotel yang sama dengan Mikaila agar ia bisa dekat dengan putrinya dan ingin membujuk Mikaila untuk kembali rujuk dengan dirinya.
"Mikaila! Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya kakak iparnya Ika saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Aku hanya sedikit pusing kakak. Aku ingin istirahat sebentar. Aku titip SYAKIRA kak. Tolong jaga dia untukku! karena Zefran tidak akan diam saja. Dia akan menggunakan segala cara untuk mengambil SYAKIRA dariku."
"Baiklah. Istirahatlah Mikaila. Buang pikiranmu yang tidak enak hati ini!"
"Terimakasih kak Ika!"
Mikaila memejamkan matanya dan berusaha untuk melupakan mimpi buruk yang terjadi hari ini. Zefran yang dulu sangat ia cintai dan saat ini menjadi orang yang paling ia benci.
Setibanya di hotel, mikaila tidak mengetahui kehadiran Zefran yang sudah tiba terlebih dahulu di hotel. Zefran tidak bisa mendekati mikaila karena ada abangnya Hanan yang mengawasi mantan istrinya dan juga putrinya SYAKIRA yang saat ini sedang berada dalam gendongannya.
__ADS_1
Syakira ditidurkan bersama kedua sepupunya dikamar mereka yang konekting langsung dengan kamarnya Hanan dan istrinya. Sementara itu, Mikaila langsung masuk ke kamarnya sendiri yang berhadapan langsung dengan kamarnya Zefran.