Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
52. Kesedihan Zefran


__ADS_3

Pengucapan ijab qobul begitu fasih oleh Zhyan membuat para tamu undangan dan kerabat merasa lega.


Tangis haru keluarga dari pihak perempuan yang tidak kuat melihat Syakira yang merupakan gadis kecil Zefran kini sudah menjadi gadis dewasa yang punya tanggung jawab lebih besar dalam membangun rumah tangganya dengan suami tercinta Zhyan.


"Mungkin ayah sudah sering melihat pengantin wanita di luar sana yang sangat cantik. Tapi ayah yakin putri ayah lah tercantik sedunia selain mendiang istri ayah, yaitu ibumu Mikaila."


Puji Zefran kala putrinya melakukan sungkeman padanya.


"Ayah! Syakira tidak bisa lagi menyimpan cinta Syakira hanya untuk ayah. Karena Syakira harus berbagi dengan pria lain yang ayah telah percayakan Zhyan untuk melanjutkan tugas ayah menjaga SYAKIRA." Ujar Syakira dengan suara terdengar bergetar.


"Ayah pernah membuat kesalahan kepadamu yang tidak bisa termaafkan walaupun kamu sudah memaafkan ayah. Tapi, dari sekian kesalahan ayah pada ibumu, ayah baru menyadari hadirnya dirimu bukan suatu kesalahan sayangkuh.


Allah telah menitipkan pada ibumu untuk menjadi kenangan terakhirnya adalah kamu dengan cara yang tidak disangka-sangka."


Ujar Zefran yang masih takjub dengan tertukarnya rahim kedua istrinya yang saat itu sedang menanti kehadiran seorang anak namun pada akhirnya Mikaila yang mendapatkan benihnya.


Walaupun Zhiyan dan keluarganya sudah mengetahui cerita tentang hadirnya Syakira dengan ijin Allah tanpa ketahuan oleh Zefran sebelumnya, namun mendengar ucapan seorang ayah yang sedang melepaskan putrinya untuk laki-laki lain sangat membuatnya sulit untuk mengendalikan emosionalnya saat ini.


Syakira memeluk ayahnya saat Zefran memberikan tangan putrinya pada Zhyan.


"Zhyan! Ayah pernah melepaskan tangan kecil ini dulu karena suatu kesalahpahaman. Tangan kecil ini sudah berubah menjadi tangan seseorang gadis dewasa. Tapi tangan ini tetap butuh pegangan yang kuat untuk tidak membuatnya jatuh.


Jangan pernah lepaskan pegangan pada tangan lembut ini, Zhyan!" Pinta Zefran sambil memberikan tangan SYAKIRA untuk di genggam Zhyan.


Zefran tak kuasa menahan tangisnya menyerahkan putrinya pada menantunya Zhyan.


"Terimakasih ayah! Sudah memberikan permata hati ayah yang berharga ini untuk lelaki bodoh sepertiku." Ujar Zhiyan penuh kerendahan hati.


Ucapan sentimentil itu mempengaruhi para tamu dan kerabat yang mendengar penuturan dua lelaki yang sedang menyerahkan dan menerima SYAKIRA, membuat mereka ikut meneteskan air mata.


Dokter Ae RI, Tante Ika dan Oma IFA, tiga wanita yang punya peran besar dalam mengantar SYAKIRA hingga menjadi wanita dewasa.

__ADS_1


Ketiganya saling berpelukan dan merasa tugas mereka telah selesai dan tidak berhutang lagi pada mendiang Mikaila.


...----------------...


Usai melepaskan SYAKIRA dan Zhiyan berangkat bulan madu ke Maladewa, Keluarga dari kedua belah pihak kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Sementara itu Zefran berziarah ke makam Mikaila karena rindunya pada sosok ibu dari putrinya SYAKIRA.


Setelah mengucapkan salam kepada Mikaila, Zefran menaburkan bunga dan menyiram air mawar di atas pusara istrinya.


Ia lalu membaca doa sebentar lalu mulai mengungkapkan perasaannya pada sang istri tercinta.


"Mikaila! Andai saja kamu masih hidup dan melihat putri kita saat menikah, pasti kamu yang banyak menangis karena terlalu bahagia.


Putri kita sangat cantik saat memakai gaun pengantin hasil rancangan mu. Mikaila, tugasku sudah selesai. Aku rasa aku sudah siap di jemput olehmu sayang.


Apakah kamu tidak merindukan aku? Apakah kamu tidak mau aku menemanimu di tidur panjang mu?" Ujar Zefran sambil mengusap air matanya.


Setibanya mereka di hotel mewah yang di pantai Maladewa, SYAKIRA yang masih tersegel kehormatannya, membuat Zhyan sudah tidak sabar lagi ingin menyentuh sang bidadari.


Mungkin ini adalah pengalaman pertama untuk Syakira namun tidak dengan Zhyan yang sudah pernah menyicipi manisnya bercinta dengan mantan kekasih.


Zhyan menunggu Syakira dengan sabar hati. Saat pintu kamar ganti itu di buka, SYAKIRA tampil s*ksi dengan balutan lengerie merah transparan mempertontonkan aset tak ternilai di dalamnya yang terlihat samar namun menggiurkan mata sang suami yang mulai terpikat dan tak sabar ingin mendekap.


"Sayang... kau?"


Tatapan mata penuh damba ingin melahap menu baru yang sudah halal di depan matanya saat ini.


Bibir ranum itu diusap lembut dengan ibu jarinya, yang terlihat gemas namun belum puas memanjakan matanya mengagumi ciptaan makhluk Allah yang sangat se* si tak habis di puja sepanjang waktu.


Rasa risih, canggung, bingung, dan bodoh lagi menumpuk diruang benak Syakira yang belum tahu bagaimana dirinya bisa mulai peran pertamanya sebagai istri Zhyan.

__ADS_1


"Zhyan! Aku tidak begitu paham dengan adegan ranjang pengantin baru, tolong tuntun aku untuk bisa memuaskanmu dalam servis pertamaku menjadi istrimu." Pinta Syakira dengan lembut.


"Jangan terlalu memikirkan bagaimana caramu untuk melayani aku Syakira, karena aku ingin memberikan kenikmatan surga duniawi padamu terlebih dahulu."


Sahut Zhyan bijak.


Syakira nampak pasrah saat tubuhnya di gendong ala bridal style menuju kasur empuk yang menanti mereka untuk melakukan pertempuran.


Zhyan mengecup dua mata Syakira, kedua pipinya, lalu beralih pada bibir penuh nan kenyal milik Syakira.


Seakan mendapatkan harta tak ternilai, Zhyan menyesapkan bibirnya untuk memagut bibir indah itu yang langsung di sambut SYAKIRA mengikuti nalurinya merasakan bibir kenyal suaminya yang sedikit lebih tebal membuatnya ingin mengigit bibir itu lagi.


Lidah keduanya saling bertautan menyusuri rongga mulut yang makin menggelora membuat tubuh jenjang Syakira makin menggelinjang mengikuti remasan tangan nakal sang suami sedang menjelajahi ditempat yang menjadi tujuan akhirnya nanti.


Bunyi decapan dengan erangan nampak terdengar erotis menambah suasana panas yang tercipta membangkitkan gairah yang terus memompa semangat darah mudah yang ingin menaklukkan sang perawan yang terjaga kesuciannya hanya untuk satu pria dalam hidupnya.


Leher jenjang yang pernah di lihatnya kini dapat ia nikmati tanpa takut ketahuan pemiliknya.


"Oh, inikah rasanya orang yang menyicipi dengan cara halal lebih nikmat daripada mengais tubuh yang sama namun hambar terasa karena tak halal untuknya."


Batin Zhiyan.


Ia dapat membedakan dua wanita yang pernah ia sentuh namun tidak dengan istri tercinta yang masih tahap pemanasan sudah membuatnya mabuk apa lagi menuju ke tempat yang belum terjamah.


Kini wajah penasaran Zhyan yang makin mabuk saat berhadapan langsung dengan dua gundukan padat nan sekang menantangnya dengan puncak coklat yang siap menantangnya untuk bermain dengannya.


"Ini sungguh membuat aku benar-benar mabuk. Kau sangat sempurna sayang."


Puji Zhyan mulai membenamkan wajahnya untuk mencium aroma tubuh sang istri dengan menikmati apa yang menjadi haknya kini.


Gebuan dan decapan mulai riuh terdengar dari suara Syakira yang tak mampu lagi menahan diri kala remasan lembut hingga kasar bermain apik di antara bagian padat nan kenyal yang sedang dinikmati sang suami.

__ADS_1


Darahnya makin mendidih dengan wajah sayu merasakan kenikmatan yang seakan membunuhnya saat ini.


Ia sudah di kembalikan di atas awan dengan permadani lembut yang siap menanti tempat suci yang akan terkoyak namun belum juga tersentuh karena Zhyan masih asyik dengan bukit kembarnya.


__ADS_2