Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
32. Ketahuan


__ADS_3

Keributan suami istri ini berakhir setelah di cegah oleh nyonya IFA.


"Berhenti!"


Nyonya IFA membentak keduanya yang langsung terdiam saling memalingkan wajah.


"Apa yang kalian ributkan, hah?"


"Tanyakan kepada putramu ini Mami!"


Sahut Hesty lalu melangkah menuju kamarnya sambil menahan tangisnya.


Kini tinggallah berdua Zefran dan ibunya yang terdiam satu sama lain.


"Mengapa tiap kali bertemu selalu saja membuat keributan? Rumah ini sudah seperti neraka yang kalian ciptakan. Apakah kalian tidak bisa menyelesaikan masalah kalian secara dewasa?"


Omel nyonya IFA sambil mengelus dadanya yang terasa sesak.


"Rumah ini akan aman jika perempuan mandul itu keluar dari rumahku." Ujar Zefran sarkas.


"Zefraannn! Jaga bicaramu! Bagaimanapun juga dia adalah istrmu."


"Aku tidak menginginkannya Bu. Dari dulu pernikahan ini terjadi itu semua adalah keinginan kalian bukan keinginan ku.


Jika diantara kami tidak bahagia, jangan salahkan aku, karena semua berawal dari keserakahan ayah yang telah memisah aku dengan istri pertamaku bahkan dengan putri kandungku." Ucap Zefran secara frontal.


Deggggg....


"Istri..? Putri kandung..? apa yang kamu katakan Zefran..?" Tanya maminya antara bahagia dan cemas.


Zefran memegang kedua tangan ibunya dan mengajak ibunya bicara di tempat yang lebih privasi agar tidak terdengar oleh pelayan.


Namun sayang, langkah ceroboh Zefran telah diketahui mata-mata istrinya yaitu salah satu pelayan setianya Hesty yang lebih pantas dikatakan penjilat.


Setelah berada di ruang perpustakaan Keluarga, Zefran menjelaskan semuanya tentang pernikahannya dengan Mikaila dan bagaimana ia bisa memiliki seorang putri.


Nyonya IFA begitu syok dan sangat terharu serta geram dengan suaminya yang terlalu diktaktor pada putranya.


Nyonya IFA menutup mulutnya dengan ujung jarinya dengan wajah tercengang. Rasa bahagianya yang sudah lama merindukan hadirnya seorang cucu, kini ia sudah memilikinya sejak lama. Hanya saja baru ketahuan saat ini.


Zefran menunjukkan foto keluarga kecilnya itu. Wajah Mikaila yang sangat cantik dan cucunya SYAKIRA yang memiliki wajah yang mirip dengan ayah kandungnya Zefran.


"Ini cucuku Zefran?"


Tanya nyonya IFA sambil melihat pertumbuhan Syakira dari nol bulan hingga seusia sekarang ini.

__ADS_1


"Dua bulan lagi usianya genap tujuh tahun ibu. Tapi ada berita sedihnya dan mungkin Zefran akan kehilangan separuh jiwa Zefran jika ini akan terjadi ibu."


Ucap Zefran dengan wajah sendu.


Lagi-lagi nyonya IFA menautkan kedua alisnya sambil menatap intens wajah sang putra yang kembali tertunduk sedih.


"Ada apa sayang..?" Tanya Nyonya IFA penasaran.


Zefran duduk bersimpuh di bawah kaki ibunya dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan ibunya.


"Ibu!"


"Hmm!"


"Aku dan putriku akan kehilangan Mikaila karena saat ini, Mikaila sakit parah mami dan usianya tidak lama lagi." Ucap Zefran sambil menangis pilu di pangkuan ibunya.


Deggggg....


"Innalilahi wa innailaihi rojiuun!"


Dada nyonya IFA terasa nyeri luar biasa. Bagaimana tidak, menantu yang selama ini tidak pernah ia tahu keberadaannya, bahkan belum pernah ia bertemu, sekarang harus menghadap Illahi.


"Cinta kalian begitu tragis nak. Dipisahkan oleh keserakahan ayahmu dan sekarang akan dipisahkan oleh ajal.


"Baiklah mami. Aku akan mengatur pertemuan untuk kalian secepatnya. Apakah mami ingin bertemu dengan mereka di Seoul Korea Selatan?"


"Mami ingin sekali ke sana, tapi bagaimana dengan istrimu Hesty? Jika ia tahu kalau putrinya Mikaila adalah putri kandungmu, anak itu tidak akan aman." Ujar nyonya Ifa sedih.


"Tidak akan ku biarkan iblis itu menyentuh anakku mami. Aku akan memikirkan cara untuk mengatur pertemuan kalian." Ujar Zefran tegas.


Nyonya IFA tidak melepaskan tatapannya pada foto cucunya SYAKIRA dilayar ponselnya yang sudah dibagikan oleh putranya Zefran.


Sementara itu, kaki tangannya Hesty, yaitu pelayan Inong mendatangi Hesty yang sedang duduk termenung di kolam renang.


"Maaf nyonya muda! Apakah saya boleh bicara empat mata dengan nyonya muda?" Tanya Inong hati-hati sambil memastikan keadaan aman.


"Apa yang ingin kamu katakan Inong?" Tanya Hesty agak sedikit malas saat ini karena suasana hatinya lagi sedih.


"Kalau seandainya nyonya kurang sehat, aku akan menyampaikan berita besar ini lain kali saja." Ujar pelayan Inong pura-pura jual mahal.


Hesty sebenarnya agak malas berurusan dengan Inong karena wanita ini selalu memerasnya bahkan ia harus membayar pelayan itu setiap kali pelayan itu memberinya informasi penting.


"Tunggu Inong! Katakan berapa yang kamu inginkan!"


"Sepadan dengan informasi berharga yang anda akan dapatkan nyonya muda." Ujar pelayan Inong sambil mengulum senyumnya.

__ADS_1


"Katakan dulu informasi penting itu dan aku akan menghargai kualitas informasi yang akan engkau dapatkan."


"Begini nyonya muda, anda akan tidak percaya jika aku katakan informasi ini." Ujar Inong sedikit menjeda ceritanya.


"Bicaralah dengan jelas atau pergilah dari hadapanku!" Bentak Hesty yang sudah tidak sabaran.


"Cih! Kau ini sangat pemarah sekali." Batin pelayan Inong dengan ekspresi cemberut.


"Begini nyonya muda! Barusan aku mendengar percakapan tuan muda Zefran dan nyonya besar kalau tuan muda Zefran selama ini sudah punya istri sebelum menikahi nyonya Hesty dan mereka sudah memiliki anak dari pernikahan itu." Ungkap pelayan Inong secara gamblang.


Deggggg...


Irama jantung Hesty berdetak tak beraturan lagi. Tubuhnya rasanya lunglai saat itu juga. Ia memegang dadanya yang terasa sangat menyakitkan. Ternyata selama ini suaminya sudah memiliki istri dan juga seorang anak sebelum menikahinya.


"Jadi aku adalah istri keduanya? dan anak itu adalah anaknya dan wanita itu bukan seorang janda tapi istri pertamanya. Tidakkkk!"


Teriak Hesty lalu jatuh pingsan.


"Nyonya muda... nyonya..!"


Pelayan Inong menepuk pelan pipi bosnya itu. Hatinya benar-benar kalut karena dia yang menyebabkan pingsannya Hesty.


Pelayan lain berdatangan menghampiri keduanya saat mendengar teriakannya Hesty.


Begitu pula dengan Zefran dan ibunya yang ikut terkejut mendengar teriakannya Hesty. Keduanya keluar dari ruang perpustakaan itu dan melihat apa yang terjadi dengan Hesty.


Para pelayan membopong tubuh Hesty ke dalam ruang keluarga dan di baringkan di atas sofa panjang.


"Ada apa dengan Hesty?" Tanya Zefran sedikit panik.


"Tidak tahu Tuan muda, kami menemukan nyonya muda sudah pingsan di samping kolam renang. Yang mengetahui kejadian sebenarnya adalah pelayan Inong." Ucap pelayan Anya.


"Telepon dokter keluarga sekarang!" Titah Nyonya IFA pada pelayannya.


"Baik nyonya."


Zefran beralih menatap wajah pucat pelayan Inong dengan tubuh gemetar. Ia menarik lengan pelayan setia istrinya itu, menjauh dari yang lain.


"Apa yang kamu katakan kepadanya hingga membuat ia pingsan?" Tanya Zefran sambil mengeratkan pegangannya pada lengan pelayan Inong hingga membuat pelayan itu menjerit kesakitan.


"Saya tidak mengatakan apa-apa pada nyonya muda Tuan muda." Ujar pelayan Inong bohong.


"Baiklah. Jika Hesty sadar, dan kami bertengkar lagi karena mulut besar mu, aku tidak akan segan-segan mengirimmu ke penjara.


Deggggg...

__ADS_1


__ADS_2