
Zhyan memilih waktu yang tepat untuk bulan madu mereka di Seoul tepat masuknya musim salju. Bagai mengulangi lagi masa-masa indah bersama ibunya, ia mengajak suaminya bermain ski di hamparan salju.
Keduanya terkadang berada di pusat kota mencari jajanan halal yang menjadi tempat favorit Syakira dan ibunya dulu.
Bagi SYAKIRA yang sudah mengetahui seluk beluk kota Seoul, ia tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan khas Korea Selatan yang sekarang menjadi tempat kuliner halal untuk para pelancong muslim.
"Apakah kamu selalu jajan di sini bersama ibumu?"
"Tidak terlalu sering jajan di luar karena ibu atau Tante Ae RI selalu memasak sendiri dengan rasa yang tidak kalah enaknya yang di jual di kuliner sini."
Keduanya saling bergandengan tangan sambil ngobrol hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu.
Langkah Syakira terhenti saat ia melihat seorang wanita yang sangat ia kenal. Tapi wanita itu akan mendapatkan perlakuan kasar dari lelaki yang ada di sampingnya.
"Bukankah itu A Yeong..?"
Seru SYAKIRA sambil mengejar sahabat kecilnya itu.
"Syakira! Jangan lari!"
Zhyan berusaha mengejar istrinya yang terlihat begitu semangat ingin menyapa A Yeong.
Baru saja Syakira ingin memanggil sahabatnya itu, kekasih dari A Yeong tiba-tiba menampar pipi sahabatnya itu dan mendorong sekeras mungkin hingga A Yeong terhuyung hampir jatuh di bahu jalan.
Mobil pick up yang melaju kencang ingin menyambar tubuh A Yeong membuat Syakira berinisiatif untuk menyelamatkan nyawa sahabatnya itu.
"A Yeong ...! Awasssss...!"
Teriak Syakira sambil melambaikan tangannya ke arah A Yeong.
A Yeong bukannya menghindar, justru ia sedang memperhatikan Syakira yang sedang menghampirinya.
Zhyan yang melihat kecerobohan sang istri segera berlari menyelamatkan keduanya.
Brukkkk..
Ketiganya jatuh bersamaan. Zhyan menarik tubuh istrinya dan Syakira membantu A Yeong yang terlihat lebih sakit karena ditindih dua orang sekaligus.
Beruntunglah di pinggir jalan itu nampak salju yang mulai menebal membuat bokong A Yeong tidak begitu sakit.
"Apakah kamu baik-baik saja A Yeong?" Tegur Syakira sambil memberikan tangannya pada sahabatnya itu.
A Yeong menatap wajah Syakira penuh haru." Apakah kamu benar Syakira?"
Tanya A Yeong yang masih tidak percaya bisa bertemu lagi dengan sahabat kecilnya itu.
"Benar A Yeong!"
"Astaga! Kamu terlihat berbeda sekali Syakira. Aku sampai tidak mengenalimu karena kamu sudah memakai penutup kepala."
Ujar A yeong seraya memeluk tubuh Syakira.
__ADS_1
"A Yeong. Siapa tadi yang memukuli mu?"
"Suamiku."
"Kenapa dia sangat kasar kepadamu?"
"Karena perusahaannya bangkrut dan dia menyalahkan aku. Padahal selama ini, ia yang selalu hobi untuk berjudi."
Ucap A Yeong dengan wajah sendu.
"Bukankah keluargamu juga memiliki perusahaan?"
"Keluargaku juga bangkrut. Itulah sebabnya aku dijodohkan dengan Suamiku itu untuk memulihkan perusahaan keluargaku.
Tapi suamiku malah menjual perusahaan kami karena merasa perusahaan itu sudah menjadi miliknya. Itulah sebabnya kedua orangtuaku meninggal karena dikhianati oleh menantunya sendiri."
"Kamu habis dari mana A Yeong?"
"Bekerja."
"Dan suamimu?"
"Iya meminta uang dariku, tapi aku tidak memiliki uang lagi. Itulah sebabnya ia menamparku."
"Begini saja. Besok kamu ke perusahaan ku dan temui lah Tante Ae RI, kamu masih ingatkan Tante Ae RI?"
"Terimakasih Syakira! Tapi maafkan aku! Aku tidak mau merepotkan mu. Permisi!"
A Yeong menghampiri bus yang berhenti. Ia langsung naik ke bus dan tidak mempedulikan Syakira yang melihatnya dengan perasaan sedih.
"Apakah aku salah ingin membantunya, Zhyan?"
"Niatmu tidak salah sayang, tapi setiap orang tidak siap saat ada sahabatnya yang menjadi iba pada hidupnya."
"Maksudmu, apakah dia merasa gengsi menerima bantuan dariku?"
"Begitulah sayang."
"Ya Allah, Seiring waktu berlalu, semua orang mengalami perputaran roda kehidupan mereka masing-masing dengan berbeda nasib.
Bagaimana dengan kita yang baru mulai hidup untuk membina rumah tangga, tapi saat melihat rumah tangga temanku, aku jadi begitu takut Zhiyan." Syakira makin terlihat sedih.
"Kita punya Allah sebagai tempat mengadu segala kesulitan yang kita hadapi.
Tidak ada satu kejadian di dunia ini kalau bukan karena kehendak Allah yang mengatur hidup kita dalam bentuk ujian. Jika ujian itu berasal dariNya, kita hanya meminta solusinya. Paling tidak minta ketenangan batin agar bisa berpikir langkah apa yang selanjutnya harus kita hadapi." Ujar Zhiyan penuh bijak.
Keduanya kembali ke rumah mereka dengan menggunakan taksi.
...----------------...
Dua Minggu berada di Seoul, sambil memeriksa keadaan perusahaan ibunya yang masih di kelola oleh Tantenya Ae RI, Syakira dan Zhyan memutuskan kembali ke Australia begitu memeriksa keadaan perusahaan itu tetap aman di bawah kendali dokter Ae RI.
__ADS_1
Syakira mengunjungi tantenya itu di rumah sakit untuk berpamitan.
Ketiganya membahas sebentar perusahaan miliknya Mikaila, sebelum akhirnya berpamitan.
"Syakira!"
Tegur Ae RI saat sahabat ibunya melihat ada perubahan pada diri Syakira.
"Iya Tante!"
"Tante ingin memeriksa keadaanmu."
"Perasaan Syakira nggak merasa sakit Tante."
"Sayang! Kamu memang tidak sakit, tapi sepertinya kamu sedang hamil saat ini, sayang."
Deggggg....
"Masa sih Tante Syakira hamil."
"Sebaiknya kamu berbaring dan Tante akan memeriksa perutmu." Titah dokter Ae RI yang sampai saat ini masih praktek.
Syakira melirik suaminya yang terlihat sedang harap-harap cemas. Zhyan mengangguk setuju agar mengetahui kepastian kehamilan SYAKIRA.
Dokter Ae RI mengarahkan stik USG nya ke perut Syakira yang sudah diolesi gel. Ternyata apa yang dikatakan oleh dokter AE RI kalau saat ini Syakira sedang hamil dan usia kandungannya baru memasuki dua Minggu.
"Selamat sayang! Ternyata kamu memang saat ini sedang hamil."
"Alhamdulillah, Masya Allah! Aku hamil Zhyan."
Syakira menutup mulutnya dengan dua tangannya sambil mengatup.
"Terimakasih Tante Ae RI! Beruntunglah Tante mengetahuinya lebih awal supaya kami bisa menjaganya dengan lebih hati-hati." Ujar Zhiyan bahagia.
Tapi kebahagiaan Syakira dan Zhyan menjadi kesedihan tersendiri untuk Ae RI yang sampai saat ini belum di berikan momongan dalam pernikahannya yang sudah berjalan sepuluh tahun.
Selain faktor usia, Dokter Ae terlihat terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter dan juga CEO di perusahaan miliknya Mikaila.
Tapi beda dengan pengelihatan batin SYAKIRA yang melihat Dokter Ae akan memiliki seorang anak.
"Tante! Kenapa Tante tidak memeriksa kandungan Tante sendiri? sepertinya saat ini, Tante Ae Ri juga sedang hamil." Ujar Syakira membuat Ae RI terkesima.
AE RI menautkan kedua alisnya. Ia juga mengetahui kalau SYAKIRA seperti cenayang menurutnya. Namun ia tidak buru-buru mempercayai perkataan Syakira karena tidak ingin kecewa lagi.
Terlebih lagi suaminya Dokter Kyu yang sangat mengharapkan istrinya bisa mengandung anak mereka di jelang usia mereka yang sudah memasuki lima puluh tahun.
"Baiklah Syakira. Nanti Tante akan meminta tolong teman untuk memeriksa kandungan Tante. Kalau bisa kamu berangkat ke Singapura nanti malam saja supaya ada waktu istirahat."
"Baiklah Tante, kalau begitu Syakira dan Zhyan pamit pulang dulu ke Singapura. Tolong jangan beritahu ayah kalau Syakira saat ini sudah hamil." Pinta Syakira.
"Baiklah sayang. Salam untuk kedua mertuamu. Kabari Tante begitu tiba di Singapura. Tolong jaga kandungan mu SYAKIRA dan kamu harus lebih hati-hati lagi dalam beraktivitas."
__ADS_1
Dokter Ae RI menasehati putri angkatnya ini layaknya seorang ibu.
"Siap Tante!"