
Untuk mendukung acara lomba komposer musik tersebut, Mikaila menyumbangkan baju seragam terbaik dalam penampilan komposer tersebut.
Mikaila sengaja menjadi sponsor dalam acara tersebut dari perusahaan miliknya. Tiap lagu dalam ajang lomba tersebut sudah di tampilkan semaksimal mungkin.
Kini giliran persembahan lagu untuk Mikaila yang akan dimainkan oleh Syakira dan teman-temannya.
Syakira menyampaikan perasaan pada ibunya tentang cintanya yang sangat besar pada sang ibu.
"Ibu! Ada yang ingin SYAKIRA sampaikan kepadamu, bahwa cintaku mungkin tidak sebesar cintamu padaku.
Tapi aku berharap cintaku yang sekecil ini akan mengantarkanmu ke pintu surgaNya Allah sebagai bakti ku kepadamu sampai engkau pergi meninggalkan aku suatu saat nanti.
Doakan aku ibu! agar aku menjadi anak yang sholehah supaya kita dipertemukan kembali di surgaNya Allah di Yaumil akhir.
Terimalah sebuah lagu yang akan SYAKIRA persembahkan untuk ibu bersama teman-teman lewat musik.
Semoga sehat selalu ibu dan panjang umur." Ujar SYAKIRA sambil menahan tangisnya.
Syakira kembali ke tempat duduknya di depan piano yang akan dimainkannya.
Syakira yang memainkan piano itu sebagai pembuka awal dari instrumen musik dari lagu yang berjudul ibu itu lalu diikuti oleh teman-temannya.
"Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri
Kecil, bersih, belum ternoda
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka, diriku s'lalu dimanja
Kata mereka, diriku s'lalu ditimang
Nada-nada yang indah
S'lalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
T'lah mengangkat tubuh ini
Jiwa-raga dan seluruh hidup
__ADS_1
Rela dia berikan
Oh, Bunda, ada dan tiada dirimu
'Kan selalu ada di dalam hatiku."
Hingga dentingan piano itu berakhir, Mikaila sudah tidak mampu lagi mengusai emosinya setelah mendapatkan kejutan dari putrinya SYAKIRA dan teman-temannya.
Mikaila menangis dengan tetap melihat wajah cantik putrinya. Dokter Ae RI menggenggam tangan sahabatnya itu untuk menenangkan Mikaila.
"Dokter Ae RI! Bagaimana dengan kehidupan putriku jika aku sudah tidak ada nanti?"
Tanya Mikaila sambil menangis lirih.
"Dia masih punya ayah yang akan menaungi hidupnya. Dan ada aku yang akan selalu mengawasinya. Jangan kuatirkan tentang SYAKIRA Mikaila!"
Ujar dokter Ae RI sambil mengusap punggung Mikaila yang masih terisak.
Usai pertunjukan konser musik tersebut, Mikaila mengucapkan terimakasih kepada putrinya dan juga teman-temannya yang mau melakukan permintaan SYAKIRA untuk menyenangkan hati ibunya.
"Terimakasih untuk a Yeon, Aereum, Soo A. Dan tiga temannya yang lain yang Tante lupa nama kalian." Ucap Mikaila tulus.
"Sama-sama Tante Mikaila! Semoga selalu sehat." Ucap A Yeong.
Mikaila mengajak SYAKIRA untuk pulang duluan. Sementara itu dokter Ae RI yang membawa mobil milik Mikaila.
Namun di tengah perjalanan menuju rumahnya, pandangan mata Mikaila tiba-tiba menjadi kabur membuat Mikaila sangat syok. Ia berusaha tetap tenang agar tidak membuat SYAKIRA dan sahabatnya Ae RI panik.
"Ya Allah. Tolong aku!"
...----------------...
Sementara di Jakarta, Zefran dan Hesty sedang bertengkar hebat. Pasalnya Hesty menuduh Zefran jika suaminya ini sedang selingkuh darinya.
Rupanya informasi yang diterima Hesty dari informan nya tidak begitu akurat, membuatnya salah menuduh suaminya. Zefran tidak ingin menjelaskan kepada Hesty tentang tuduhan yang dilayangkan istrinya kepadanya.
"Apakah kamu memiliki Affair dengan janda anak satu itu?" Tanya Hesty dengan nada sindir.
"Dari mana kamu tahu aku selingkuh?"
"Akui saja apa yang terjadi padamu selama kamu menghilang begitu saja tanpa pamit kepadaku."
"Terserah apa katamu. Aku sedang capek dan tidak ingin bertengkar denganmu."
Ujar Zefran terlihat jengah.
"Zefran! Aku masih bicara kepadamu. Jangan membuatku makin marah kepadamu. Katakan! Apakah kamu sedang selingkuh dengan janda anak satu itu, hah?"
Hesty masih saja memaksa suaminya untuk berkata jujur padanya.
"Apa kamu ingin mempercayai orang suruhan mu itu atau suamimu sendiri?"
Tantang Zefran membuat Hesty makin berang.
"Apakah aku harus mengumpulkan semua bukti perselingkuhan mu dulu, baru kamu mau mengakuinya?"
__ADS_1
"Oh, ternyata kamu ingin memaksaku untuk membuktikan kecurigaan mu? Jika aku benar selingkuh, kamu mau apa? mau gugat cerai padaku, silahkan! dengan senang hati nyonya Hesty, Aku siap cerai denganmu.
Untuk apa aku mempertahankan dirimu, sementara kamu sendiri tidak bisa memberiku keturunan sampai saat ini." Ujar Zefran sarkastik.
"Kau ..!"
"Apa..?"
"Jangan naif Zefran! Aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja hanya untuk mendapatkan janda itu." Tolak Hesty.
"Ok, biar aku yang akan menceraikanmu. Tidak ada yang bisa kita pertahankan di sini karena tidak ada ketidak kehadiran seorang anak menjadi penerus keluargaku."
Deggggg...
Zefran mencari-cari alasan untuk bisa menceraikan Hesty karena ingin memboyong Mikaila dan putrinya ke rumahnya yang seharusnya adalah miliknya Mikaila dan SYAKIRA sebagai istrinya yang sah.
Wajah Hesty kelihatan frustasi karena tidak mau berpisah dengan suaminya walau apapun yang terjadi dirinya sangat mencintai Zefran.
"Zefran! Tolong jangan lakukan itu! Kita bisa mengadopsi seorang anak jika kamu mau. Tapi jangan menceraikan aku!"
Ucap Hesty sambil mengatupkan kedua tangannya memohon kepada Zefran yang terlihat dingin pada dirinya.
"Aku masih sehat dan masih bisa memiliki keturunanku sendiri tanpa harus mengambil anak orang lain untuk meneruskan pewarisku."
Lagi-lagi Zefran makin menyudutkan Hesty yang tidak bisa lagi membela dirinya karena ketidakmampuannya memberikan Zefran seorang keturunan.
"Tidak Zefran! Baiklah. Aku siap di madu olehmu tapi biarkan aku yang akan mencarikan istri untukmu tapi bukan janda satu anak itu."
Hesty merubah penolakannya menjadi sebuah solusi yang bisa menyematkan pernikahannya.
"Sayangnya aku tidak tertarik dengan ide mu itu Hesty. Aku memiliki kriteria sendiri tentang seorang wanita yang pantas bersanding dengan diriku dan itu akan aku dapatkan tanpa meminta persetujuan mu atau tidak."
Ujar Zefran makin membuat hati Hesty makin menciut dengan wajah makin mengkerut.
"Aku tidak akan terima perempuan itu menginjak rumahku ini. Tidak akan pernah!"
Teriak Hesty histeris.
"Persiapkan saja dirimu Hesty! Saat ini juga aku menceraikanmu!"
Duaaarrr...
"Tidak akan pernah aku menandatangani surat perceraian itu. Apa lagi merelakan mu menikahi janda murahan itu!"
"Lebih baik tutup mulutmu yang kotor itu daripada aku lebih menyakitimu. Selama ini aku bertahan hidup berdua denganmu karena ayahku bukan karena aku menyukaimu." Timpal Zefran.
"Suka atau tidak, aku tetap istrimu daripada janda tidak tahu malu itu. Kamu rela kumpul kebo dengannya daripada menggauli aku sebagai istri sah mu!"
Teriak Hesty makin menjadi.
"Diammm....!"
Bentak Zefran makin naik pitam dengan wajah kelam dan tangan terangkat hendak menampar Hesty.
"Tampar..! ayo tamparrr!"
__ADS_1
Tantang Hesty sengit.