Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
55. Happy Ending!


__ADS_3

Keluarga besar yang ada di Singapura menyambut kedatangan pasangan pengantin baru ini dengan suka cita.


Nyonya Aisyah yang paling bahagia saat ini karena Syakira mau mampir dulu di rumahnya sebelum bertolak kembali ke Australia dan menetap di sana.


"Mami!"


"Iya Syakira! Apakah kamu butuh sesuatu, sayang?"


Tanya Nyonya Aisyah saat menyiapkan sarapan pagi untuk putra dan menantunya.


"Duduklah dulu mami, ada yang ingin Syakira sampaikan kepada papi dan mami."


"Kelihatannya serius nih." Canda tuan David.


"Begini mami, papi! sebelum kami ke sini, Syakira dan Zhyan menemui Tante Ae RI di rumah sakit. Saat itu dia merasa curiga kalau SYAKIRA saat ini sedang hamil."


"Lalu...?" Tanya nyonya Aisyah.


Wajah kedua mertuanya mulai berbinar sambil menunggu ucapan Syakira yang terjedah.


"Ternyata Syakira tengah hamil saat ini mami."


Deggggg...


"Alhamdulillah...! Ini adalah oleh-oleh tak ternilai yang kalian bawakan untuk kami sayang."


Ucap Nyonya Aisyah sambil memeluk tubuh menantunya.


"Papi harap jangan dulu kembali ke Australia dalam waktu dekat ini SYAKIRA. Faktor kelelahan akan berdampak buruk pada kehamilanmu."


Ucap tuan David bijak.


"Tapi ayah! Zhyan harus menangani beberapa masalah di perusahaan saat ini." Keluh Zhyan.


"Biar ayah yang akan mengurus permasalahan perusahaan. Kamu urus saja istrimu Zhyan." Timpal tuan Davin.


"Terimakasih ayah. Zhyan tenang sekarang."


"Tapi Syakira ingin makan rujak buah yang ada di Indonesia."


"Nanti kita bisa cari di supermarket sayang."


"Tapi Syakira maunya tempat yang biasa SYAKIRA beli dulu. Abang-abangnya suka mangkal di depan rumah SYAKIRA."


Rengek SYAKIRA dengan wajah merengut.


"Nanti aku meminta asistenku ke Indonesia untuk membelikan buah untukmu."


Ucap Zhyan untuk meredam rengekannya Syakira.


Tanpa sepengetahuan Syakira, Zhyan sudah menghubungi ayah mertuanya Zefran untuk membawa apapun makanan yang disukai SYAKIRA agar tidak merepotkan saat ia meminta makanan Indonesia.


Sekitar pukul sebelas siang Keduanya sedang mengobrol di kamar. Syakira merasa ia sedang melihat kedatangan ayahnya. Dengan langkah cepat ia keluar dari kamarnya menuju lantai bawah.


"Syakira! Kamu mau ke mana sayang?"


Tanya Zhiyan sambil mengikuti SYAKIRA yang terlalu gesit kalau berjalan.


"Sepertinya aku melihat ayah akan datang Zhyan."


Ucap SYAKIRA ingin memastikan sendiri perasaannya.


"Astaga! Rupanya percuma saja membuat kejutan untuknya. Gadis ini akan mengetahui sendiri karena memiliki Indra ke enam." Gumam Zhiyan sambil menepuk jidatnya.

__ADS_1


Walaupun ayahnya belum muncul, SYAKIRA sudah setia menunggunya di depan teras.


"Ada apa Zhyan? Mengapa Syakira malah duduk di depan teras?"


"Dia sudah mengetahui kalau Zhyan akan memberikan kejutan untuknya."


"Emang kejutan apa?"


"Zhyan sudah memberitahu kehamilan Syakira pada ayah mertuaku, mami." Ucap Zhyan terlihat kecewa.


"Kalau sama nak Syakira, tidak perlu buat kejutan. Dia bisa tahu semuanya. Dan kamu jangan berani-berani membohonginya karena istrimu memiliki kelebihan seperti itu."


Ucap Nyonya Aisyah menasehati putranya.


"Benar mami. Tapi ada kalanya Syakira tidak mengetahuinya." Balas Zhiyan.


"Mungkin ia sedang kelelahan, jadi instingnya kurang sensitif."


"Apakah seperti itu orang yang memiliki kemampuan seperti Syakira punya kelemahan?"


"Iya sayang. Setiap kelebihan yang diberikan oleh Allah kepada manusia, ada saja kelemahan yang terselip dalam dirinya.


Seperti Rosulullah, walaupun tidak diberikan kelemahan oleh Allah secara perbuatan, namun diberikan suatu kekhilafan yang menjadi bagian dari fitrahnya sebagai manusia."


"Contohnya seperti apa mami?"


"Ketika Rosulullah lupa dengan jumlah rakaat sholat fardhu dan sahabatnya mengingatkannya.


Dan Rosulullah tidak pedulikan permintaan seorang lelaki buta yang ingin belajar agama pada Rosulullah namun Rosulullah lebih mengutamakan berdakwah pada para bangsawan.


Dan Allah langsung menegurnya dengan diturunkan surah Abasa yang artinya wahai yang berwajah masam. Hanya kekhilafan Rosulullah sebagai bentuk kemaslahatan untuk umatnya.


Melalui beliau keliru dalam kurangnya jumlah rakaat sholat. Hal itu yang menyebabkan kita malah mengenal apa itu sujud syahwi dan masih banyak hal lainnya."


Sementara di teras sana, benar saja apa yang dirasakan oleh Syakira memang terbukti adanya, tidak lama kemudian mobil mewah yang membawa ayahnya Zefran berhenti di depan teras.


Zefran yang melihat putrinya sudah menunggu dirinya, begitu bahagia.


"Ayahhhh...!"


Syakira menghamburkan tubuhnya dalam pelukan ayahnya.


Rasa rindu Zefran pada putrinya yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.


Pria tampan yang berusia empat puluh enam tahun ini begitu haru bisa bertemu lagi dengan putrinya.


Zhyan menyalami ayah mertuanya diikuti kedua orangtuanya yang sedang menyambut besan mereka.


Zefran membawa rujak buah yang dipesan oleh Zhyan atas permintaan Syakira. Tidak hanya itu, ayahnya juga membawa empek-empek Palembang hasil buatan Tante Ika yang di kirim langsung dari Palembang saat Zefran memberitahukan kehamilan SYAKIRA.


"Ayah! Apakah suamiku sudah mengabarkan kepada kalian kalau aku sudah hamil?" Tanya SYAKIRA sambil makan rujak kesukaannya.


"Iya sayang. Makanya ayah langsung terbang ke Singapura begitu mengetahui kalau kamu sudah hamil.


"Kamu ini tidak bisa diajak jaga rahasia." Ujar SYAKIRA memasang wajah manyun pada suaminya.


Semuanya terkekeh melihat wajah lucu SYAKIRA.


...----------------...


Sekitar tiga bulan SYAKIRA berada di Singapura, kini ia dan suaminya harus kembali ke Australia. Syakira melanjutkan lagi kuliahnya yang sempat tertunda karena bulan madu dan kehamilannya.


Zhyan tidak lagi menggunakan transportasi umum untuk mengantar istrinya ke kampus. Sekarang ia menggunakan mobil pribadinya agar SYAKIRA merasa nyaman dalam pengawasannya langsung.

__ADS_1


"Syakira! Saat ini kamu sedang hamil. Jika ada suatu peristiwa yang menuntut fisikmu untuk menolong orang lain saat kamu melihat kejadian dalam mata batin mu, aku harap cukup memberitahu orang itu saja dan jangan coba-coba melibatkan dirimu dalam aksi nekat mu."


Ucap Zhyan menasehati istrinya.


"Iya sayang. Aku tidak akan melakukan itu jika melibatkan keselamatan calon bayi kita." Janji SYAKIRA.


"Bagus! itu baru istriku." Puji Zhyan.


Saat tiba di kampus Zhiyan mengingatkan lagi istrinya dengan nasehat yang sama.


"Jangan lupa nasehatku ya sayang!"


Zhyan mengecup bibir istrinya dan juga perut SYAKIRA yang masih rata.


Zhyan langsung menuju perusahaan karena banyak sekali yang harus ia kerjakan hari ini.


Memasuki usia kehamilan sembilan bulan, Syakira mampu menyelesaikan semester cepat yang pernah tertinggal, hingga ia tidak perlu mengulangi lagi mata kuliah yang sama di tahun berikutnya.


Di saat menantikan kelahiran putra pertamanya, Syakira tidak perlu mengajukan cuti melahirkan karena bertepatan dengan liburan kuliah.


Zhyan menanyakan istrinya usai bercinta." Apakah kamu ingin melahirkan di Indonesia, sayang?"


"Aku ingin melahirkan bayi kita di Australia. Nanti saja kalau bayi kita sudah cukup besar, kita akan pulang ke sana saat merayakan idul Fitri." Pinta Syakira.


"Baiklah. Kita harus mempersiapkan semuanya karena sebentar lagi kamu akan melahirkan." Imbuh Zhyan.


Tepat di kehamilannya sembilan bulan sepuluh hari Syakira melahirkan bayi pertamanya berjenis kelamin laki-laki.


Rona bahagia keluarga besar itu menyambut kedatangan anggota keluarga baru. Ayah Zefran di minta untuk mengumandangkan adzan pada cucu pertamanya.


Zhyan sengaja meminta ayah mertuanya yang mengumandangkan adzan pada putranya karena saat SYAKIRA lahir, Zefran melewatkan momen berharga itu.


"Mengapa bukan kamu nak? Bukankah kamu ayahnya." Tolak Zefran tidak enak hati.


"Ayah tidak melakukan tugas ayah saat almarhumah ibu mertuaku melahirkan istriku yang cantik itu." Ucap Zhyan setengah bercanda.


Zefran berkaca-kaca menggendong cucu pertamanya lalu mengumandangkan adzan pada Abidzar, nama cucunya.


Yang memberikan nama Abidzar adalah tuan David.


Zhyan begitu bijak melibatkan ayah dan ayah mertuanya untuk putra pertamanya.


Di hari ketiga, SYAKIRA membawa pulang bayinya ke apartemen mereka.


Di apartemen miliknya sudah ada Keluarga yang berkumpul di dalamnya menyambut kedatangan putranya.


Ada keluarga SYAKIRA dari pihak ibu dan juga Tante Ae RI. Jadilah momen kelahiran bayi pertamanya sebagai ajang reunian keluarga besar dari kedua pasangan ini.


Momen itu di abadikan dengan foto bersama. Dan foto keluarga inti. Syakira menatap wajah cantik ibunya di bingkai foto yang di gantung di ruang keluarga.


"Ibu, SYAKIRA sudah memiliki seorang putra. Semoga SYAKIRA mampu mendidiknya sebaik ibu mendidik SYAKIRA."


Batin SYAKIRA sambil tersenyum menatap foto ibunya sambil menyusui bayinya.


....


Cerita pun selesai...


**TAMAT**


...----------------...


Nantikan karya baru author sekuel dari karya penyesalan ayah si kembar empat.

__ADS_1


Judul menyusul.


__ADS_2