Putri Rahasia Raja Mafia

Putri Rahasia Raja Mafia
44. Memilih Setia


__ADS_3

Zefran membalikkan tubuhnya dan menghampiri putrinya SYAKIRA yang sedang menantikan jawaban darinya.


"Syakira!"


"Iya ayah!"


"Apakah kamu menyukai Tante Ae RI untuk menggantikan posisi ibumu menjadi ibu sambung untukmu?"


"Tergantung ayah. Jika ayah ingin menikah lagi, SYAKIRA lebih senang memiliki ibu seperti Tante Ae RI karena selain ibuku, Tante Ae RI sangat menyayangi diriku." Sahut SYAKIRA.


"Ayah tahu sayang, Tante Ae RI sangat menyayangi kamu, tapi Tante Ae RI punya kehidupan sendiri dan juga keyakinan kita berbeda dengannya.


Banyak hal yamg harus kita pikirkan untuk menjadikan seseorang menjadi pendamping hidup kita. Lagi pula ayah tidak mencintainya. Jadi lupakan keinginanmu untuk menjodohkan ayah dengan dirinya!"


"Tidak masalah ayah. Syakira hanya menawarkan wanita yang sesuai dengan keinginan SYAKIRA bukan keinginan ayah."


"Baik. Ayah harap tolong jangan bahas masalah ini lagi!"


Zefran segera meninggalkan kamar putrinya. Sedikitpun ia tidak pernah membayangkan menikah lagi dengan wanita lain, apa lagi itu adalah Ae RI, sahabat istrinya sendiri.


"Ternyata orang dewasa itu sangat rumit." Gumam SYAKIRA lirih.


Gadis ini merapikan lagi bukunya lalu istirahat sambil menonton film kartun kesukaannya.


Sementara di luar sana, Zefran merasa terganggu dengan penawaran putrinya untuk menikahi dokter Ae RI.


"Putriku ada-ada saja. Mana mungkin dokter Ae RI menyukaiku." Ungkapnya sambil membuka foto-foto Mikaila dengan dokter Ae RI yang terdapat di ponsel milik mendiang istrinya.


Dokter Ae RI sendiri saat ini sedang menjalin kasih dengan dokter Kyu. Semenjak Mikaila sakit, keduanya lebih sering bertemu sambil membahas penyakitnya Mikaila. Walaupun Mikaila sudah tiada hubungan keduanya makin bertambah intens.


Sejak saat itu, keduanya memiliki perasaan yang saling ada keterikatan. Jika saling berjauhan ada rasa rindu yang menggebu yang menuntut keduanya ingin selalu bertemu.


Hari berlalu, waktu berganti rutinitas Zefran dan putrinya berjalan dengan baik, hingga usia SYAKIRA mencapai sepuluh tahun.


Saat itu SYAKIRA ingin merayakan ulang tahun bersama teman-temannya di salah satu restoran mewah yang sudah di booking ayahnya.


Syakira yang sedang menunggu teman-temannya yang masih belum banyak hadir tampak gelisah.


"Ayah! Syakira mau ke toilet dulu."


"Mau ayah antar..?"


"Boleh!"

__ADS_1


Syakira masuk ke toilet wanita sementara ayahnya menunggu di depan pintu keluar toilet pria.


Seorang lelaki gagah menghampiri Zefran yang sibuk dengan ponselnya.


"Tuan Zefran!"


Sapa tuan Mahendra dengan senyum mengembang.


"Hai..tuan jaksa! Apa kabar..!"


Keduanya berpelukan sambil menceritakan keadaan mereka masing-masing.


"Di mana putrimu SYAKIRA tuan Zefran..?"


Tanya tuan Mahendra sambil melihat di sekitarnya.


"Oh itu SYAKIRA!"


"Syakira, masih ingat dengan om ini..?" Tanya Zefran.


Syakira menatap wajah tampan tuan Mahendra.


"Masih ingat ayah!"


Apa yang pernah kamu katakan sekarang terjadi. Sekarang om sudah diangkat menjadi hakim agung." Ujar tuan Mahendra berbinar.


"Syakira ikut senang om. Semoga om tetap istiqamah pada nilai kebenaran untuk menegakkan keadilan di negeri ini" Ucap SYAKIRA ikut bahagia.


"Dan satu lagi, saat ini ayahku sudah sembuh dari sakit ginjalnya. Semuanya juga karena dirimu, SYAKIRA." Lanjut tuan Mahendra haru.


"Itu bukan karena saya, om jaksa. Itu karena anda sendiri yang mau berubah dengan mendengarkan apa kata hatimu. Suara hati kita adalah suara kebenaran yang dibisikkan Allah dengan caraNya." Ujar Syakira.


"Baiklah tuan Mahendra! Selamat atas kesuksesan anda. Hari ini putriku Syakira berulang tahun."


Ucap Zefran pamit dari hadapan tuan Mahendra.


Tuan Mahendra mengucapkan selamat ulang tahun pada SYAKIRA dan keduanya kembali lagi ke tempat pesta ulang tahun.


Syakira begitu senang melihat teman-teman kelasnya semuanya sudah pada hadir. Pesta ulang tahun berlangsung meriah sore itu hingga pesta ulang tahunnya berakhir dengan meninggalkan kado yang banyak untuk dirinya.


Hal yang paling SYAKIRA tunggu adalah membuka kado dari ibunya. Menonton video rekaman ibunya sedang berbicara dengannya tentang apa saja yang harus ia lakukan saat memasuki usia sepuluh tahun.


...----------------...

__ADS_1


Saat sudah mencapai usia tujuh belas tahun SYAKIRA mampu menghafal tiga puluh juz Al-Qur'an. Ia menamatkan sekolah menengah atas dengan nilai yang memuaskan.


Sementara itu ayahnya Zefran tetap menikmati statusnya sebagai duda. Zefran lebih memilih setia pada mendiang istrinya. Syakira merasa kasihan pada ayahnya yang merasa hidup ayahnya yang sangat kesepian.


"Ayah!"


"Iya sayang!"


"Apakah ayah benar-benar tidak ingin menikah lagi?"


"Ayah ingin bertemu lagi dengan ibumu di surga nanti. Dan dia adalah satu-satunya ratu bidadari surga dari penduduk bumi diantara tujuh puluh dua bidadari surga yang diberikan oleh untuk laki-laki beriman." Timpal Zefran.


"Apa perbedaan bidadari dari kalangan manusia yang akan menjadi ratunya dengan bidadari surga, ayah?"


"Bidadari dari kalangan wanita bumi menjalani semua perintah Allah dengan melakukan ibadah sholat, puasa, baca Alquran, zakat, sedekah, infak dan haji atau umrah.


Dan yang menjadikan mereka lebih mulia adalah taat pada suaminya, hamil, melahirkan, menyusui dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.


Sementara bidadari surga mereka tidak melakukan apapun seperti wanita di dunia." Jelas Zefran.


"Apakah ratunya bidadari tidak cemburu melihat suaminya memiliki saingannya sebanyak tujuh puluh dua bidadari, ayah? bukankah mereka lebih cantik dari pada wanita bumi?"


"Justru Allah telah merubah wujudnya bidadari wanita bumi berpuluh-puluh kali lipat cantiknya dari pada bidadari surga.


Yah, kalau saat ini, secantik apapun wanita di bumi ini tidak bisa mengalahkan cantiknya bidadari surga. Tapi hal ini akan berubah jika wanita bumi menjadi bidadari di surga nanti, akan lebih cantik daripada bidadari surga karena ketakwaannya kepada Allah. Lagi pula di surga tidak ada lagi kata antonim, semuanya menjadi sinonim.


Tidak ada benci, cemburu, sakit, bau, jelek, rusak, marah, dendam dan masih banyak hal lainnya. Di surga tidak ada lagi kewajiban sholat, puasa dan lainnya karena Allah hanya membalas ketakwaan hambaNya dengan kenikmatan surga."


"Apakah kita akan bertemu lagi ayah saat kita di surga?"


"Tentunya sayang. Semua kita yang termasuk hamba yang beriman kepada Allah pasti akan dipertemukan lagi nasabnya dengan usia yang sama dengan semua kakek buyut kita yaitu sekitar 30 sampai 33 tahun dan tinggi kita sama dengan kakek buyut kita nabi Adam dan Siti hawa.


Semuanya cantik-cantik dan tampan- tampan karena wajah kita tidak sama seperti kita ada di bumi ini." Ujar Zefran bangga.


"Berarti yang merasa dirinya jelek saat ini tidak usah pesimis dong, ayah karena rupa kita akan di rubah oleh Allah dari wujud aslinya di bumi menjadi paling keren di surga." Timpal SYAKIRA sambil cekikikan.


"Asalkan mereka masuk surga dengan ketakwaannya di bumi ini." Timpal Zefran sambil mencolek hidung mancung putrinya.


"Bukankah semua orang yang beriman kepada Allah akan masuk surga ayah walaupun terdapat imannya yang hanya setitik yang ada dalam dihatinya?"


"Iya sayang, tapi masuk surganya sangat lama karena mereka harus di godok dulu di neraka karena dosanya. Sementara neraka itu tidak hanya api saja yang disediakan Allah tapi juga bongkahan es yang dinginnya akan membuat tubuh kita langsung membeku. Itulah bagian dari neraka."


"Seram banget ayah. Semoga Allah menempatkan kita langsung di surganya tanpa melewati pintu hisab." Ujar SYAKIRA lirih.

__ADS_1


"Aaamiin."


__ADS_2