Rahim Kontrak

Rahim Kontrak
RK - Chapter 49


__ADS_3

"Diam! Jangan bergerak!" bisik orang itu di telinga Kanaya. "Lihat mereka sedang mencarimu!"


Orang yang membekap Kanaya menunjuk Zielin dan beberapa orang yang sedang mencari keberadaan dirinya, termasuk si pria selingkuhan Zi.


"Dimana wanita itu? Kenapa cepat sekali ia menghilang?" Zielin terlihat kesal karena tidak berhasil menemukan Kanaya. "Kalian sudah menemukannya?" tanyanya kepada dua orang pria bertubuh besar.


"Maaf, Nyonya. Kami sudah mencari ke sebelah sana. Namun, kami belum berhasil menemukan keberadaannya," jawab salah satu dia pria bertubuh besar itu.


"Coba kalian cari sekali lagi! Aku harus bisa mengancamnya sebelum dia melaporkan soal ini kepada Mas Yuga!" titah Zielin. Begitu jengkel karena orang-orang suruhannya tidak melakukan pekerjaan dengan becus.


"Baik, Nyonya. Kami akan mencari ke sana sekali lagi." Dua pria itu kembali melakukan perintah Zielin.


"Kamu yakin, wanita itu sudah keluar dari toko?" tanya selingkuhan Zi.


"Aku yakin, Sayang. Tapi, kenapa wanita itu cepat sekali menghilang ya?" Zielin mendesah kesal.


"Kita coba cari sekali lagi di dalam toko, mungkin saja dia kembali masuk atau memang belum keluar dari sana. Selingkuhan Zielin memberikan pendapatnya.


"Baiklah. Ayo kita coba cari ke dalam!" Zielin dan si pria itu kembali masuk toko yang berada di dalam mall.

__ADS_1


**


"Kamu siapa? Kenapa kamu bisa tahu kalau mereka pasti akan mencariku?" tanya Kanaya saat mulutnya tidak lagi dibekap.


"Saya Dony, Nyonya. Saya adalah salah satu badyguard yang disewa Pak Yuga untuk melindungi Anda," jawab pria berjas hitam yang kini berdiri tepat di depan Kanaya.


"Maksudnya?"


"Pak Yuga, sudah mengetahui segala hal tentang istrinya. Dia hanya sedang menunggu waktu untuk bisa membuka kedok istri pertamanya bersama pria itu di depan publik," jelas laki-laki yang mengaku sebagai bodyguard Kanaya itu.


"Jadi... Mas Yuga sudah tahu kalau Mbak Zi berselingkuh?" tanya Kanaya.


"Sekarang Nyonya ikut saya saja dan ikuti rencana Pak Yuga dan Tuan Hendrawan."


"Tapi, bagaimana dengan nenekku?" tanya Kanaya. Dia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap neneknya.


"Tenang saja, Nyonya. Tuan Yuga sudah mengatur semuanya. Nenek Anda pasti aman."


"Maaf, Tuan Hendrawan itu siapa ya?" tanya Kanaya.

__ADS_1


"Beliau adalah ayah dari Tuan Yuga Tjandra, Hendrawan Tjandra, ayah mertua Anda," jelas laki-laki itu.


Kanaya memang tahu kalau Yuga dan Zielin menyuruh Kanaya melahirkan anak mereka demi bisa mendapatkan harta warisan dari papanya Yuga. Namun, dia tidak pernah tahu seperti apa mertuanya tersebut. Jangankan mengetahui bagaimana wajahnya, mengenal sosoknya secara umum saja ia tidak pernah.


"Mari, Nyonya. Kita pergi dari sini!" suruh laki-laki berseragam hitam tersebut ketika mobil sedan berwarna silver berhenti di depan mereka.


Kanaya hanya bisa pasrah. Dia tidak tahu apa benar mereka adalah bodyguard suruhan suaminya. Namun, saat ini tidak ada yang bisa ia lakukan selain percaya dengan orang tersebut.


"Boleh, saya menghubungi Mas Yuga?" tanya Kanaya begitu ia sudah berada di dalam mobil.


"Silakan, Nyonya," jawab body guard tersebut.


Kanaya mencoba menghubungi nomor Yuga untuk mengkonfirmasi. Sayangnya bukan Yuga menjawab panggilan tersebut, melainkan operator.


"Apa kita sudah boleh jalan?" tanya pria yang menyetir mobil sedang berwarna silver tersebut.


"Iya, silakan jalan," jawab Kanaya.


Mobil sedan berwarna silver itu pun melaju meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2