RATU HITAM

RATU HITAM
15. Trik di aula utama


__ADS_3

.


.


.


.


.


Di luar gerbang istana kekaisaran sudah penuh sesak sepanjang jalan, banyak para gadis yang menunggu untuk melihat Jendral muda dari kediaman Shi yang akan berkunjung ke istana.


Seperti akan ada acara besar, Xiao Xuan yang memiliki pendengaran tajam bisa mendengar suara banyak orang bersahutan dari kejauhan. Xiao Xuan saat ini sedang berjalan menuju gerbang istana untuk menyambut kedatangan Jendral muda Shi.


Xiao Xuan berjalan dengan tegas mengangkat dagu, tanpa menghiraukan siapapun yang ia lewati. Di ikuti Hua Hong di belakangnya, Xiao Xuan sangat malas berkumpul dengan anggota kekaisaran yang lainnya.


Di aula utama yang bisa terlihat langsung dari gerbang, sudah berkumpul anggota kekaisaran yang lain. Hanya kurang selir Yun yang memang dalam keadaan tidak sehat, bahkan kaisar sendiri sudah duduk di kursi tahtanya.


"Putri kedua memasuki aula..!" Teriak penjaga di depan aula saat Xiao Xuan berjalan masuk.


Kedatangan Xiao Xuan semua yang ada di aula mengalihkan pandangan ke arah pintu.


Di sana terlihat Xiao Xuan memasuki aula dengan dagu terangkat, ini sama sekali bukan Xiao Xuan yang biasanya.


Apalagi penampilan Xiao Xuan yang biasa lusuh, kini mengenakan pakaian mewah yang di dominasi warna hitam dan ada beberapa aksen warna merah. Sebelum berangkat ke aula, Hua Hong merengek agar Xiao Xuan mengganti pakaian yang di siapkan pelayan dan mengganti dengan pakaian yang telah ia siapkan.


Pakaian yang di buat khusus untuk tuan majikannya itu tampak sangat cocok.


"Salam kaisar!." dengan sedikit membungkuk, Xiao Xuan di ikuti oleh Hua Hong memberi salam pada sang kaisar.


Suaranya seolah menyadarkan seisi aula, kaisar yang melihat Xiao Xuan menyapanya seperti orang asing.


"Lancang bagaimana bisa kau tidak berlutut..!." Suara teriakan wanita terdengar menggema di dalam aula.


Hening....


Detik selanjut nya Xiao Xuan yang tak bergeming sedikitpun menoleh, melihat asal dari suara bentakan yang menyuruhnya berlutut.


Di kursi putri ke empat, Xiao Li'er putri dari selir Yi . Memandang Xiao Xuan dengan wajah kesal, entah dendam apa yang di miliki putri bungsu itu pada putri ke dua.


"Benar yang di katakan Putri bungsu, bagaimana bisa putri kedua tidak berlutut saat memberi salam pada kaisar." Tambah selir Yi untuk semakin memojokkan Xiao Xuan, ibu dan anak sama saja bukan..?

__ADS_1


Melihat dengan ekor mata, Xiao Xuan benar benar berpikir. Rupanya wanita sekarang lebih suka bermain trik dari pada langsung bertarung.


"Berlutut hanya untuk orang luar kan..?" Menjawab sekenanya, Xiao Xuan seperti menyiram minyak ke dalam api.


Suasana hening beberapa saat, tidak ada yang angkat bicara sedikitpun.


"Ayahanda, tindakan tidak beretika seperti ini seharusnya di hukum pukul 30 kali.." Tambah putri ke tiga, Xiao Lingzhi.


Putri dari selir Ji ini terlihat dari luar lemah lembut dan penyayang. Tapi Xiao Xuan yakin dalam diri nya bagaikan kan pisau dua sisi, tidak bisa di tebak akan menebas bagian mana.


Tampang polos nya itu hanya untuk menipu banyak mata, sungguh Xiao Xuan mengagumi bakat berpura pura milik putri ke tiga ini.


Sepersekian detik, di dalam aula penuh dengan bisik bisik. Namun itu juga tidak membuat Xiao Xuan angkat suara.


"Cukupp..!" Hingga akhir nya putra mahkota angkat suara, ia sungguh geram melihat Xiao Xuan di permalukan di hadapan nya sendiri.


Tersenyum penuh kemenangan, Xiao sudah mengira jika putra mahkota Xiao Xun tidak akan tinggal diam. Ia sangat menyayangi Xiao Xuan , bagaimana bisa ia diam saja saat Xiao Xuan di pojokkan.


Sekarang Xiao Xuan hanya tinggal berpura pura lemah dan ketakutan.


Memasang wajah kasihan, Xiao Xuan melihat putra mahkota dengan mata berkaca kaca.


"Berhenti menuduh Xiao Xuan , apa kalian akan menindas di depan kaisar ." melihat Xiao Xuan yang menyedihkan membuat putra mahkota tidak tega.


"Adik, jangan pedulikan apa kata mereka." Mencoba menghibur Xiao Xuan yang terlihat sangat kasihan.


Wahh.. tuanku memang sangat bisa di andalkan..


Di belakang xiao Xuan ada Hua Hong yang keberadaanya tidak di sadari oleh semua orang.


"Tidak apa apa kakak Xun, adik akan keluar menjalani hukuman." Berkata seolah ia sangat teraniaya, Xiao Xuan membalikkan badan dengan berderai air mata.


"Tidak perlu begitu adik, aku akan ikut mendapat hukupan pukul jika adik juga di hukum." Berkata dengan pasti, putra mahkota memandang ke arah kaisar yang tetap diam walau terjadi penindasan terang terangan di depan matanya.


"Kakak Xun, adik memang bersalah, tidak masalah jika di hukum" Xiao Xuan melangkah keluar dari aula dengan wajah kasihan nya, sedangkan putra mahkota melihat ke arah kaisar yang masih saja diam.


" Haihhh... " menghela napas berat, putra mahkota bergegas menyusul Xiao Xuan yang hendak keluar dari aula.


Saat Xiao Xuan dan Hua Hong pergi meninggalkan aula di susul oleh putra mahkota, suasana di aula istana kembali hening. Terlihat jelas beberapa wajah yang menunjukkan mimik wajah puas.


Sedangkan di luar aula, Xiao Xuan dan Hua Hong berjalan menuju gerbang istana.

__ADS_1


" Adik, kau mau kemana..?" Tanya putra mahkota saat sudah berhasil mengejar Xiao Xuan, namun bukan Xiao Xuan yang menjawab.


"Tuan ku akan menyambut tamu di gerbang.." Nada bicara yang terkesan dingin itu sangat mengagetkan putra mahkota, yang benar saja dari mana pria dengan baju menyilaukan mata ini berasal?


"Kau..? Sejak kapan kau ada di sini..?" bertanya dengan terburu buru, putra mahkota Xiao Xun sungguh tidak merasakan hawa kehadiran orang lain.


Saat mereka bertiga sampai di gerbang istana bisa di lihat jika banyak gadis di luar gerbang, apalagi saat melihat putra mahkota. Banyak teriakan histeris yang terdengar, mungkin karna mereka tidak dapat menyadari keberadaan Hua Hong . Jika saja Hua Hong mau, ia sekarang sedang malas mendengar kata pujian dari gadis manusia.


Tidak terlalu jauh dari gerbang istana, Xiao Xuan bisa melihat kewanan kuda yang di tunggangi dengan kecepatan tinggi mengarah ke istana.


Sesaat kemudian terlihat pemuda yang menunggang kuda paling depan, berhenti dan turun dari kuda. Memberikan kudanya pada prajurit yang berjaga agar di urus.


"Memberi salam pada Putra Mahkota.."


Menghadap putra mahkota dan membungkuk, Pria yang mengenakan baju baja itu memberi salam.


"Tidak perlu seperti itu, sepupu jangan terlalu formal." jawab putra mahkota sambil menepuk pelan pundak jendral muda Shi .


Mengalihkan pandangan ke arah gadis di sampingnya, terlihat dingin dan menutup diri.


"Ahh, apa ini putri kedua..?" Tanya jendral muda Shi pada putra mahkota.


"Ya benar, ini adik Xuan . kalian mengobrol lah berdua, aku akan memberi tahu yang lain. " bergegas pergi setelah menyelesaikan ucapannya.


Seperginya putra mahkota, hanya ada saling pandang dari mereka bertiga. Apa lagi Hua Hong , yang seakan pandangan mata penuh selidik ingin menguliti jendral muda di depannya.


Sesaat kemudian, jendral Shi Hao Yun melangkah mendekat ke depan Xiao Xuan, memandang sebentar lalu berkata..


"Lama tidak berjumpa, Xuan."


.


.


.


.


.


....Beri kritik dan saran untuk penulis😉

__ADS_1


..Jangan lupa beri dukungan agar penulis dapat menghasilkan karya yang lebih baik lagi kedepannya..🥰


__ADS_2