RATU HITAM

RATU HITAM
41. Bukan Kebetulan


__ADS_3

.


.


.


.


.


Beberapa hari setelah pengumuman perayaan Lentera akan akan di ada kan di kediaman Yun~~


Banyak para bangsawan yang mengirim kan ber bagai barang dan juga bahan pangan yang akan di sajikan saat malam perayaan Lentera.


Tidak sedikit pula bangsawan dari luar kekaisaran yang juga mengirim pahan pangan untuk semua rakyat yang menghadiri perayaan.


Bukan tanpa sebab, keluarga Yun dari dulu memang memiliki relasi yang cukup kuat.


Sering mengirim bantuan saat ada daerah yang terkena bencana, kebiasaan yang sudah ada sejak dulu hingga menjadi tradisi turun temurun untuk membagi hasil pangan setiap panen.


Kebiasaan ini membuat keluarga Yun tetap di pertahan kan meski banyak rumor yang beredar di kalangan rakyat.


Belum lagi setelah Yun Xue yang sekarang sudah mengganti marga nya menjadi Hei Xue.


Sejak pria itu berhasil menguasai perputaran ekonomi di wilayah kekaisaran, banyak pejabat daerah yang merasa terbantu tentang pajak yang biasa nya tidak dapat ter penuhi karena ekonomi tidak merata.


Di tambah dengan selir Yun, selir kekaisaran yang terkenal selalu membagi kan koin emas yang ia dapat dari jatah bulanan di istana.


Memang benar, selir Yun akan membagi kan koin emas yang ia dapat dari jatah bulanan kepada para pengemis di ibu kota.


Bukan memberi tanpa alasan, itu juga bentuk pembelaan diri untuk menekan rumor pemberontakan keluarga Yun.


Seluruh jalanan di penuhi oleh lentera yang ber cahaya.


Jalanan yang di hias cantik itu mengarah ke kediaman Yun yang sudah di hias sedemikian rupa.


Tidak ada abu atau pun arang di sana, yang terlihat hanya tempat penuh cahaya yang menyala di mana mana.


Meja meja yang sudah di tata di beberapa tempat untuk menghidang kan ber bagai macam makanan nanti malam.


Benar sekali, nanti malam adalah waktu di mana perayaan Lentera di ada kan.

__ADS_1


Di salah satu tenda yang di diri kan di kediaman Yun, tampak seorang pria muda sedang diam merenung.


Tidak berapa lama, pria paruh baya dengan tampilan yang megah me masuki tenda tersebut.


Haihhh ..


Menghela napas lagi dan lagi setelah melihat putra nya menjadi sangat pendiam akhir akhir ini.


"Sudah lah Xun, selir Yun memang meminta izin untuk pulang pada hari itu.."


Mencoba menenang kan putra mahkota nya, Kaisar Xiao Ter lihat tidak ber daya menghadapi Xiao Xun.


" Xiao Xuan juga ikut bersama selir Yun, mungkin ini memang takdir.."


Prankkkkk....


Suara pecahan terdengar nyaring dari dalam tenda.


Pecahan mangkuk teh juga teko berserakan di mana mana.


"Kenapa begitu banyak kebetulan..!"


Menjawab dengan lantang, entah keberanian dari mana yang membuat putra mahkota yang biasa patuh itu kini menjadi sangat memberontak.


Menegur dengan suara besar, kaisar sendiri sempat tertegun beberapa saat.


"Lalu apa...! Kenapa kediaman baru terbakar setelah mereka semua berkumpul..? Kenapa tidak saat ibu Yun ada di istana..? Kenapa adik Xuan juga harus ikut pulang..? Kenapa setelah mereka semua di sana baru kediaman terbakar..!"


Ber teriak mengutarakan semua pertanyaan yang ada di pikiran nya. Xiao Xun benar benar membuat kaisar Xiao kehilangan kata kata.


"Kenapa sekarang tidak menjawab..? Aku sama sekali tidak percaya jika ini semua hanya lah kebetulan!.."


Melenggang pergi dengan emosi yang tak Ter tahan kan, Putra mahkota Xiao Xun berhenti sejenak saat mendengar ucapan kaisar Xiao.


"Xiao Xun..! Semua nya hanya lah kebetulan..! Jangan membuat keributan seperti ini..!"


Menoleh dengan tersenyum sinis pada ayah nya sendiri. Perkataan Xiao Xun seolah benar benar tepat menikam jantung kaisar Xiao.


"Kemana saja kau saat mereka ber dua di perlakukan tidak adil..? kemana kau saat adik Xuan di tindas karena fisik nya yang lemah..! Kau sangat tidak bertanggung jawab.."


Cihhh..

__ADS_1


Mendecih kesal melihat ayah nya yang hanya mementingkan istana dan urusan pemerintahan.


" Semua memang musibah yang menimpa kediaman Yun.. Putra mahkota..! Diam di sana..!"


Mengejar keluar karena putra nya itu bahkan tidak menghirau kan panggilan nya.


"Kenapa kau tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut..! Kenapa kau malah menutup kasus ini begitu saja..! Kenapa kau tidak merasa ber salah..!"


Pusing dengan semua ucapan putra mahkota yang semakin menyudut kan nya, Kaisar Xiao bahkan bingung untuk menjawab jika semua itu tidak benar.


"Diam...!"


"Kau lah yang harus diam..! "


Suara teriakan putra mahkota yang keras benar benar menarik perhatian para pelayan yang sedang melakukan tugas nya di sekitar tenda.


"Jangan membuat ku ber fikir jika semua kebetulan itu ada kaitan nya dengan anda, Yang mulia.!."


Melangkah meninggal kan kaisar Xiao yang masih berdiri dan berteriak pada nya di depan tenda.


Xiao Xun benar benar tidak mendengar kan apa pun yang di ucap kan ayah kandung nya itu.


Hal itu membuat kaisar Xiao tidak ber daya, Kenapa semua nya jadi seperti ini..?


"Putra mahkota sejak kapan kau menjadi liar seperti ini..!"


.


.


.


.


.


........ BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


.... JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰


..... .....

__ADS_1


...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...


__ADS_2