
.
.
.
.
.
Sinar cerah pagi hari yang akan memulai kembali rutinitas yang di lakukan semua orang setiap hari nya.
Suasana pasar di pusat ibu kota kekaisaran kini tampak lebih ramai dari hari hari sebelum nya.
Banyak pejalan kaki yang berlalu lalang di sepanjang pasar, juga tidak sedikit pula orang orang dari kalangan bangsawan yang mengendarai kereta kuda.
Dari salah satu jendela di lantai empat, bangunan yang entah apa kegunaan nya itu tampak gadis dengan jubah juga tudung hitam.
Setelah hampir se bulan ia menghabis kan waktu dengan mengutuk dan memaki pria putih yang dengan lancang nya mengikat mereka ber dua.
Tetapi yang lebih menjengkel kan lagi adalah, pria itu memiliki garis darah dewa.. Apa mungkin dia keturunan si tua Bai itu..?
Jika dugaan nya benar, pria itu jauh lebih muda di banding diri nya.
Mencoba berhenti dengan pikiran nya tentang pria aneh yang telah mengikat nya, Hei Xuan mulai mengamati sekitar. Melihat dengan teliti apa saja yang terjadi di jalanan pasar yang penuh sesak.
"Akan ada acara apa..?" Tanya Hei Xuan tanpa mengalih kan pandangan nya dari jendela.
" Menjawab tuan, akan ada Perayaan Panen Raya yang biasa di adakan setiap satu tahun sekali sebagai bentuk syukur atas hasil bumi yang berlimpah, dan waktu tepat nya adalah nanti malam." Jawab salah satu dari dua pria yang berdiri di sana.
" Ohh, Acara besar.." Bergumam pada diri sendiri, Gadis itu tampak memiliki sesuatu di pikiran nya.
"Siap kan gadis nya untuk nanti malam.." Berbicara pada pengurus yang telah ia utus untuk mengurus bisnis pertama nya.
"Baik tuan.." Pria yang terlihat masih muda itu menunduk dengan patuh.
Beranjak berdiri dari tempat duduk nya, Hei Xuan melihat sekali lagi pada keramaian jalanan pasar di bawah.
"Sebarkan berita jika rumah bunga akan segera di buka."
"Baik tuan.." menjawab dengan langsung, dua pengurus itu sudah tidak melihat Hei Xuan pada tempat nya berdiri tadi.
Sedangkan Hei Xuan sendiri sudah berjalan di antara orang ramai di pasar, ia bergegas menuju kedai makan di mana Hua Hei dan yang lain nya sedang menunggu ia datang.
Saat memasuki kedai, Hei Xuan dapat melihat jika hari ini benar benar ramai. Kedai makan dengan tiga lantai itu tampak tidak ada meja yang kosong.
Saat naik ke lantai dua, di sana juga penuh dengan para bangsawan yang sedang makan. Mengabaikan orang orang yang melihat nya, Hei Xuan menaiki tangga lagi hingga sampai di lantai tiga.
Dari tempat nya sekarang, Hei Xuan bahkan mampu mendengar suara tawa dari lantai tiga. Namun saat ia menoleh melihat pengunjung di lantai dua yang seolah tidak mendengar itu membuat ia mengernyit kan dahi.
__ADS_1
Apa salah satu saja tidak ada yang mampu mendengar nya..?
"Apa yang membuat kalian sangat senang.." Berkata sambil berjalan mendekat, memang hanya mereka yang menggunakan lantai tiga.
Jika seperti hari hari biasa nya, lantai tiga akan di gunakan oleh anggota Kekaisaran atau para pejabat, Karena biaya sewa satu bilik saja sudah tergolong mahal.
Sedang kan Hei Xuan yang tidak terbiasa makan bersama orang asing akan selalu menyewa satu lantai, bukan satu bilik.
"Hemm..?" Melihat yang lain memandang aneh pada nya, Hei Xuan mengambil duduk di dekat jendela.
"Tuan, Lihat Hua Zi selalu saja mengejek ku.." Hua Hong Merengek sambil memasang wajah kasihan, pria serba merah itu tampak seperti telah di leceh kan.
"Nanti malam akan ada Perayaan Panen Raya.." Mengabaikan Hua Hong yang merengek, Hei Xuan memilih langsung membicarakan tentang apa yang akan ia lakukan.
"Apa kita boleh pergi tuan..?" Tanya Hua Bai yang selalu suka dengan keramaian.
"Apa kalian tidak ingin ikut..? " Tanya Hei Xuan sambil melihat mereka secara bergantian.
"Mau!"
Mengangguk dengan serempak, saudara Hua itu semakin lama semakin kompak.
Saling berbincang dan sesekali bercanda, mereka tampak seperti saudara sungguhan sekarang. Jika dulu, mereka mungkin hanya seperti saudara di Medan perang.
Setelah beberapa pelayan menyajikan berbagai olahan daging di atas meja, seperti biasa. Hei Xuan melemparkan koin untuk upah pelayan secara pribadi.
"Bungkus kan makanan untuk di bawa pulang juga.." Berkata sebelum para pelayan itu pergi, Hei Xuan melemparkan kantong koin untuk membayar hidangan yang mereka makan juga hidangan yang akan ia bawa pulang.
"Apa mereka akan pergi bersama kita tuan..?" Sambung Hua Zi.
"Tentu, mereka juga akan pergi." Mulai mengambil alat makan juga mangkuk yang sudah di isi dengan nasi.
"Apa mereka benar benar akan bersama kita tuan..?" Tanya Hua Hui untuk lebih jelas lagi.
"Tidak.. Hua Hei akan mengirim orang untuk menjaga mereka." Melihat ke arah Hua Hei yang dari tadi diam, arah pandangan Hei Xuan di ikuti oleh yang lain.
Tampak Hua Hei mengangguk kecil sebagai jawaban.
"Cepat makan, lalu pulang untuk bersiap siap pergi nanti malam."
"Baik tuan.."
Yang di namakan perayaan pasti akan di hadiri oleh banyak tokoh penting . Saat malam tiba, seluruh jalanan menuju istana kekaisaran penuh dengan orang yang akan menghadiri perayaan panen raya yang di adakan di Halaman luar istana.
Banyak orang yang berdesakan untuk mendapat kan tempat di depan.
Selain para anggota kekaisaran yang akan hadir, perayaan panen ini juga akan di hadiri para bangsawan di wilayah kekaisaran.
Jika yang lain sedang sibuk mencari tempat, berbeda dengan Hei Xuan yang sedang mengamati dari atas atap bangunan di dekat sana. Di belakang nya ada enam saudara Hua yang juga menunggu pertunjukan yang di rencana kan tuan nya itu.
__ADS_1
Ia akan menggelar pembukaan untuk Rumah bunga milik nya.
Setelah beberapa susunan acara yang telah di lakukan oleh pihak kekaisaran, Hei Xuan akan memulai acara nya sendiri.
Melambai kan tangan sebagai kode jika pertunjukan bisa di mulai.
Suara alat musik terdengar entah dari mana membuat mereka yang ada di sana kebingungan, Dari arah Kerumunan penonton muncul beberapa gadis yang menari dengan lihai dan lemah gemulai .
Para penari itu mulai berkumpul dan berbaris, kemudian berjalan menuju ke arah pasar di ibu kota kekaisaran.
Hanya dengan sedikit mantra pemikat, hampir seluruh penonton yang tadi berkumpul di halaman istana kekaisaran berbondong bondong mengikuti para penari itu.
Bahkan tidak sedikit pula para pejabat juga tuan muda dari kalangan bangsawan ikut meninggalkan istana kekaisaran.
Para penari itu menaiki panggung yang ada di tengah bangunan besar itu.
Bahkan tidak sedikit yang berdesakan untuk naik ke lantai dua.
Suara sorak terdengar menggema di dalam bangunan.
Setelah para gadis itu menyelesaikan tarian nya, terlihat pria muda menaiki panggung.
"Hari ini saya akan mengumumkan, RUMAH BUNGA RESMI DI BUKA..!"
Teriakan pria di atas panggung itu di sambut tepuk tangan juga di iringi sorak dan seruan penuh semangat.
"Mari bersenang senang..!"
Alunan lagu dari alat musik kembali di bunyikan, para gadis di atas panggung juga mulai menari dengan lihai.
Sedangkan Hei Xuan dan saudara Hua sedang melihat betapa antusias nya orang orang dengan rumah bunga mereka.
"Ladang uang ku.."
.
.
.
.
.
....... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
... AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
........ ........
__ADS_1
...__terimakasih sudah membaca__...