RATU HITAM

RATU HITAM
25. Istana Hitam


__ADS_3

.


.


.


.


.


Hari yang cerah di sertai angin yang berhembus pelan sangat menenangkan.


Suasana sunyi di hutan hitam kini tampak penuh candaan. Berkumpul di meja yang sama untuk menikmati makan pagi.


Jika biasa nya hanya ada enam saudara Hua dan Xiao Xuan, mulai hari ini meja makan akan di tempati lebih banyak orang.


Kemarin setelah Xiao Xuan membawa selir Yun dan yang lain nya ke istana yang baru selesai di bangun, Istana yang bisa menyaingi istana kekaisaran Xiao.


Mengagetkan memang, setau selir Yun dan keluarga lain nya. Xiao Xuan adalah gadis yang pendiam dan tidak pandai bergaul, tiba tiba saja menjemput nya bersama enam orang yang ia sebut sebagai saudara.


Pada awal nya Yun Yao sebagai kepala keluarga tidak setuju untuk meninggalkan ibu kota kekaisaran, tapi setelah mempertimbangkan Kaisar yang memang sudah mulai menaruh curiga pada kediaman Yun. Di tambah istri nya, Ji Qian yang tidak menyukai lingkungan di sekitar istana kekaisaran.


Jika bukti pemberontakan benar benar di temukan di kediaman Yun, maka tamat lah riwayat mereka semua.


Mencoba mengerti dengan keadaan, Yun Xue membujuk ayah nya agar setuju untuk meninggalkan ibu kota kekaisaran dan memulai hidup sebagai pedagang yang bebas tanpa terikat aturan istana kekaisaran yang sangat mudah memenggal kepala orang.


Setelah semua setuju, mereka memutus kan untuk mengikuti Xiao Xuan dan memulai dari awal.


Saat memasuki gerbang tinggi dengan papan nama Istana Hitam , dari gerbang akan terlihat aula besar berbentuk heksagon dengan enam pilar berwarna hitam mengkilap.


Setelah melewati aula, Terdapat bangunan besar dengan meja dan banyak kursi yang akan di gunakan untuk berkumpul dan makan bersama. Lebih berjalan masuk lagi akan terlihat Taman penuh dengan berbagai bunga dan tanaman hias.


Istana yang terdiri dari Enam paviliun untuk tempat tinggal saudara Hua berada di sayap kiri.


Dan beberapa paviliun yang akan di tinggali keluarga Yun di sayap bagian kanan.


Sedangkan istana inti yang paling besar di tempati oleh Xiao Xuan. Di belang tempat tinggal nya, Xiao Xuan membangun banyak paviliun yang ia namakan istana dalam.

__ADS_1


Banyak yang bertanya tanya, Xiao Xuan membangun begitu banyak paviliun di istana dalam itu sebenarnya akan di gunakan untuk apa..?


Sama sekali tidak ada yang bisa menebak jalan pikiran Xiao Xuan.


selain itu masih ada bangunan lagi yang di sebut istana belakang, tempat dapur untuk memasak dan beberapa paviliun untuk para pelayan yang ia bawa dari dunia bawah.


Dan sekarang, berkumpul lah mereka di taman depan yang memang di siap kan Xiao Xuan untuk selir Yun yang menyukai bunga. Duduk di kursi taman sambil menikmati pemandangan sekitar.


"Xuan.. Kenapa paman tidak tahu jika ada istana di sini..?" tanya Yun Xue sambil melihat sekeliling.


"Iya.. Xuan apa kamu menemukan bangunan ini..?" Tanya Ji Qian, nenek dari Xiao Xuan ini dulu selalu khawatir jika cucu satu satu nya itu hanya akan mengurung diri di dalam paviliun.


"Bukan begitu nyonya, istana ini baru selesai di bangun beberapa hari lalu.." Jawab Hua Lan yang memang paling mudah beradaptasi dengan sekitar.


Sedangkan yang lain masih terlihat canggung, kecuali Hua Hong juga Hua Zi yang tanpa lelah terus saja mengunyah makanan.


Menyesap teh dengan pelan, Xiao Xuan sedang mempertimbangkan untuk langkah selanjut nya.


"Kalian ajaklah mereka berkeliling" berkata dengan santai, Xiao Xuan berniat membicarakan sesuatu yang penting dengan kakek nya, Yun Yao.


"Kalian berkeliling saja dengan saudara saudara, aku ada perlu dengan Xuan.." Kakek Yun Yao yang mengerti dengan maksud cucu nya.


"Baik lahh,. kami akan melihat lihat sekitar hutan.." Jawab Ji Qian yang juga penasaran dengan keadaan hutan yang tidak pernah di kunjungi orang itu.


Setelah mereka berlalu pergi, Xiao Xuan mulai membuka mata nya yang dari tadi terpejam. Melihat bayangan diri nya yang ada di cangkir teh.


"Apa rencana mu..?" Tanya Xiao Xuan dengan langsung tanpa berbasa basi.


"Haihh.. Yun Xue ingin kami ikut berdagang dan menjalankan bisnis bersama." Yun Yao Menghela napas sebelum mengutarakan keinginan nya.


"Bisa saja.." Menjawab dengan enteng, Xiao Xuan seakan tidak merasa ada masalah dengan itu.


"Benarkah..? Tapi bagaimana jika keluarga kekaisaran mengetahui."


Masalah nya adalah ini, tidak akan bisa menggunakan identitas keluarga Yun.


"Bagai mana menurut mu.." Tanya Yun Yao kepada Xiao Xuan yang tampak dengan santai nya menyesap teh. Yun Yao tidak pernah terpikir jawaban Xiao Xuan akan membuat ia terkena serangan jantung..

__ADS_1


"Mengganti marga.."


Terkejut bukan main, Yun Yao benar benar tidak habis pikir dengan apa yang Xiao Xuan ucapkan.


"Xuan, jangan bercanda.."


Masih tetap memegang cangkir teh dengan tenang. Xiao Xuan tidak akan keberatan jika mereka tidak ingin mengganti marga.


"Akan mengurus kediaman Yun jika kau mengubah marga.." Seolah mejelaskan jika ia akan tetap mengganti marga meski mereka menolak, Xiao Xuan mulai menekan udara di sekitar nya.


"Haihh.. jika seperti ini harus di diskusikan dengan Qian dan yang lain.." Menghela nafas berulang kali, Yun Yao seolah tidak memiliki pilihan lain.


Beranjak berdiri dari duduk nya, Xiao Xuan menarik kembali aura di sekitar nya.


Memejamkan mata sambil menikmati angin yang berhembus pelan menerpa wajah nya.


Mulai membuka mata perlahan, Xiao Xuan berjalan meninggalkan kakek nya setelah berbicara yang menurut nya perlu.


" Marga ku sekarang adalah Hei, Hei Xuan."


.


.


.


.


.


........BERI KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


... AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰


... ...


......Terimakasih sudah membaca......

__ADS_1


__ADS_2