
.
.
.
.
.
Pasar selalu menjadi tempat yang ramai setiap hari nya. Banyak pengunjung berdatangan silih berganti.
Ada yang berjualan juga yang berbelanja, tidak sedikit pula yang datang hanya sekedar berkeliling melihat lihat.
Meninggal kan kekacauan di aula bunga, Hei Xuan dan enam saudara Hua sedang berkeliling sambil mengamati keadaan di sekitar pasar.
Rencana untuk membuka kedai makan harus melihat saingan nya dulu bukan..?
Setelah sesekali mencicipi hidangan di berbagai tempat, Hua Bai memaksa Hua Hong untuk merengek pada tuan majikan mereka agar mau mampir di toko pakaian terlebih dahulu.
Sebagai satu satu nya gadis di antara saudara nya, Hua Bai memang sangat mementing kan penampilan. Bagai mana pun, rubah selalu memiliki bulu yang halus bukan..?
" Cepat lah..! apa kau tidak ingin membeli pakaian juga..?" Desak Hua Bai pada Hua Hong yang ada di samping nya.
"Kenapa harus aku..?" pria serba merah itu mengeluh, selalu saja ia yang di suruh ini dan itu.
"Karena kau paling cocok untuk merengek..!" Hua Zi mendorong Hua Hong kedepan, pria yang selalu memegang makanan di tangan nya itu benar benar kesal dengan perdebatan mereka berdua.
Menoleh dengan wajah kasihan, Pria serba merah itu melihat jika tidak ada satu pun di antara saudara tua nya yang berniat membantu nya.
"Haihhh..." Menghela napas dengan berat.
Hua Hong dengan pasrah menuruti apa yang di kata kan saudara tua nya itu.
"Tuan.." mendekat pada Hei Xuan yang berjalan di depan, pria serba merah itu mensejajar kan Langkah kaki dengan tuan majikan nya.
"Tuan.. itu, bagai mana jika kita.." bingung ingin seperti apa mengucap kan nya, pria merah itu sangat tahu jika Hei Xuan membenci berbelanja pakaian.
"Kita akan berbelanja pakaian.."
Belum sempat Hua Hong mengutarakan maksud nya, Hei Xuan yang sebenar nya juga mendengar perdebatan mereka itu memilih untuk menuruti nya saja.
"Tu.. Tuan..! Apa ini tidak bercanda..?"
Terkesiap saat mendengar apa yang di katakan tuan majikan nya, jika ini seperti biasa nya. Tuan majikan nya akan langsung pergi meninggal kan mereka tanpa berkata apapun.
"Apa aku terlihat sedang bercanda.." Menatap Hua Hong dengan wajah serius, Hei Xuan benar benar membuat pria serba merah itu bersorak dengan girang.
"Sudah aku katakan..! Tuan sangat menyayangiku.." Hua Hong Dengan bangga memamer kan nya pada saudara saudara tua yang lain.
__ADS_1
Berjalan menuju toko pakaian dengan bersenandung ria, pria serba merah itu benar benar mengabaikan tatapan aneh dari saudara tua nya.
"Beli lah yang kalian ingin kan." Ucap Hei Xuan pada mereka, enam orang dengan marga Hua yang selalu mengikuti nya.
Saat menemukan toko pakaian yang menjual berbagai Hanfu mewah untuk para bangsawan. Hua Hong tanpa menunggu yang lain dan secepat kilat memilih berbagai Hanfu yang sesuai selera nya.
"Hei, Hong kecil..! Tunggu aku.." Berseru dengan penuh semangat, Hua Bai segera menyusul pria serba merah yang lebih dulu masuk ke toko pakaian.
"Tuan, ini terlalu berlebihan.." Ucap Hua Lan yang merasa terlalu merepot kan untuk tuan majikan nya. Menurut nya, Tuan majikan sudah terlalu memanja kan saudara Hua sejak terbebas dari segel di kuil waktu itu.
"Jangan terlalu sungkan.." Menjawab dengan santai, Hei Xuan ingin mereka bersenang senang dan menikmati hidup.
Hua Hui dan Hua Lan yang berdiri sejajar saling pandang, seakan merasa terlalu berlebihan jika terus menuruti apa yang di ingin kan oleh mereka.
Tetapi saat mereka melihat Hua Hei yang mengangguk, mereka merasa harus menerima apapun yang di berikan oleh tuan majikan nya.
"Terima kasih tuan.." berkata dengan serempak, Hua Hui dan Hua Lan kemudian berjalan masuk ke dalam toko, meninggal kan Hei Xuan dengan Hua Hei yang masih belum masuk.
Melihat Hua Hei yang sama sekali tidak berniat untuk ikut masuk, Hei Xuan menghela napas dengan perilaku pria serba hitam itu, sangat kaku.
"Ayo masuk, Hei.. " "Ajak Hei Xuan pada Hua Hei yang masih berdiri di tempat nya.
"Baik tuan.." Mengikuti langkah tuan majikan nya dari belakang.
Memasuki toko pakaian yang ada di depan nya, Hei Xuan dapat melihat banyak Hanfu kelas atas yang di pajang di sana.
Melihat tidak banyak orang selain mereka yang pengunjung.
Mengambil Hanfu yang di dominasi warna hitam, Hei Xuan memberikan pakaian itu pada Hua Hei di belakang nya.
"Cobalah.. ini cocok untuk mu.." Menyodor kan Hanfu hitam di tangan nya.
"Baik tuan.." Jawab Hua Hei setelah menerima Hanfu dari tuan majikan nya.
Setelah pria serba hitam itu pergi ke ruang ganti, Hei Xuan kembali melihat lihat Hanfu yang ada di rak.
Saat melihat rak pakaian untuk gadis, Hei Xuan menemukan Hanfu yang di dominasi warna hitam dan merah.
Seolah tertarik, Hei Xuan mengambil Hanfu itu dan kemudian melangkah menuju ruang ganti.
Mencoba Hanfu yang baru saja ia ambil, Hei Xuan melihat pantulan diri nya dari cermin tembaga yang ada di sana.
Entah kenapa, Hei Xuan tiba tiba merasa pusing. Memejam kan mata nya dan mencoba se santai mungkin.
Ia yang masih memejam kan mata itu di kaget kan dengan tangan yang tiba tiba memeluk nya dari belakang.
Tidak dapat menggerak kan tubuh nya, Hei Xuan membuka mata nya untuk melihat siapa yang berani menyentuh diri nya yang sangat berharga ini.
Terdiam membeku saat melihat siapa yang tengah ada di belakang nya. Hei Xuan tiba tiba saja merasa kan krisis yang mengancam.
__ADS_1
"Sayang.." Pria putih yang ada di belakang nya masih lah sama dengan pria yang memaksa untuk mengikat mereka ber dua.
"Kau..!" Kenapa kau di sini..!" Berkata dengan pelan, Hei Xuan hanya tidak ingin mereka yang ada di luar mendengar percakapan mereka berdua.
"Tentu saja, untuk bertemu dengan mu.." pria putih itu tanpa tahu malu bergelayut membenam kan wajah nya pada leher Hei Xuan.
Menghirup aroma tubuh Hei Xuan dan sesekali mengecup pipi yang terlihat bersemu merah.
"Siapa kau sebenar nya.." tanya Hei Xuan yang pasrah karena tidak dapat melawan pria aneh yang mengganggu nya.
"Sayang.. aku suami mu.." mengangkat kepala nya, pria putih itu melihat bayangan diri nya dan Hei Xuan dari pantulan cermin.
"Nama mu.." tanya Hei Xuan dengan jengah.
"Nama ku..?.." tanya balik pria putih itu.
Kesal dengan pria yang ada di belakang nya itu. Hei Xuan mengerat kan gigi nya menahan amarah.
"Siapa nama mu..?" tanya Hei Xuan dengan memejam kan mata nya, mencoba menekan kekesalan di hati nya.
"Nama ku,, Bai Jin Xi.. " Berbisik tepat di telinga Hei Xuan, pria putih itu menempel seperti lintah yang tidak bila lepas.
"Tuan, apa ada sesuatu.." Suara teriakan dari luar membuat Hei Xuan tersentak kaget.
"Apa tuan masih berganti pakaian..?" tanya Hua Bai dari luar pintu.
Melihat pria putih yang tidak berniat melepaskan nya. Hei Xuan seperti tidak dapat berfikir dengan otak nya.
"Lepaskan.."
"Sebentar lagi.." pria yang mengaku memiliki marga Bai itu menolak melepas kan Hei Xuan begitu saja.
"Aku akan melepaskan mu dengan satu syarat.." tawar pria putih itu pada Hei Xuan.
"Apa..?" Entah kenapa Hei Xuan merasakan firasat buruk.
.
.
.
.
.
........ BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
... AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
__ADS_1
..... .....
...__terima kasih sudah membaca__...