
.
.
.
.
.
Keramaian dari sisa sisa perayaan Lentera masih terasa di ibu kota.
Lentera di sepanjang jalan juga di biar kan tetap menghiasi setiap tempat yang di lalui banyak orang.
Setelah menyelesai kan semua yang di butuh kan, kedai makan yang ber ada tepat di depan aula bunga itu akhir nya sudah mulai buka.
Ini merupakan usaha awal yang di bangun oleh Hei Xue untuk memulai lagi bisnis nya.
Hari ini adalah hari per tama kedai makan milik nya di buka.
Untuk menarik minat, Hei Xue hanya mengambil separuh harga untuk tiga hari kedepan.
Benar saja, hanya dengan waktu setengah hari saja kedai dengan empat lantai itu penuh dengan pengunjung.
"Wahhh, ter nyata kakak Xue sangat ber bakat .." Ucap Hua Hong yang sedang melihat antrian di luar kedai makan dari lantai empat.
"Benar..! manusia memang paling menyukai harta.." ucap Hua Bai yang mem benar kan ucapan pria serba merah itu.
"Yahhh,, tapi makanan ini memang benar benar enak..!" Saut Hua Zi yang sedang memegang mangkuk dengan roti isi di dalam nya.
"Tentu.. kalian bisa makan apa saja di sini.." Jawab Hei Xuan menimpali, gadis dingin itu dapat mengata kan kalimat peduli seperti itu dengan raut wajah yang tetap tidak ber ubah.
__ADS_1
Di lantai tiga, Hei Xue sedang memantau per kembangan kedai makan yang baru ia buka ber sama dengan adik nya, Hei Yue.
Hei Xue memang meniru penataan bangunan dari keponakan nya. Lantai paling atas hanya akan di gunakan secara pribadi.
Kelak di tempat ini ia sekeluarga akan kembali muncul dengan identitas yang baru.
Melihat saudara Hua yang masih ingin menikmati ber bagai macam masakan di tempat itu, Hei Xuan memutus kan untuk kembali ke aula bunga seorang diri.
Setidak nya ia dapat menenang kan diri sendiri an di sana.
Melompat melalui jendela yang saling ber hadapan, Hei Xuan dengan mudah ber pindah ke aula bunga milik nya.
Ber baring di kursi malas yang ada di sana, Hei Xuan memejam kan mata untuk menenang kan pikiran nya yang entah kenapa tiba tiba kacau.
Ia merasa kepala nya tiba tiba sakit seperti di tekan.
Menarik nafas dengan panjang, Hei Xuan tiba tiba merasa ada udara sejuk di sekeliling nya.
Nyaman dan tenang, Hei Xuan seolah tanpa sadar ingin semakin dekat dan mendekap sesuatu yang sangat menyejuk kan itu.
"Sangat dingin.." Memeluk erat sesuatu yang sangat membuat ia tenang.
Terasa sangat nyaman, Hei Xuan mulai ter lelap merasa kan ketenangan di sekitar nya.
Pada kenyataan nya, Yang ia dekap tidak lain adalah pria yang paling ingin ia hindari.
Saat baru memasuki lantai empat itu, Bai Jin Xi yang ber niat mengganggu gadis pujaan nya itu malah melihat Hei Xuan tampak sedang ber baring.
Seperti dalam situasi yang tidak baik, gadis pujaan nya itu sedang menahan sakit yang tidak ia ketahui.
Mendekat untuk memastikan keadaan gadis nya, betapa terkejut nya Bai Jin Xi saat gadis pujaan nya itu tiba tiba menarik nya jatuh.
__ADS_1
Mendekap ia dengan sangat erat se olah sangat takut ke hilangan.
Benar benar membuat nya ber sorak dalam hati, Bai Jin Xi tidak menyangka jika ada hari di mana gadis dingin seperti Hei Xuan akan memeluk ia lebih dulu.
Memeluk nya dengan sangat erat. Meski mungkin tidak dalam keadaan sadar, Hal seperti ini benar benar membuat Bai Jin Xi melayang tinggi.
Ber baring di samping gadis pujaan nya, Bai Jin Xi balik memeluk Hei Xuan setelah memasang Aray pelindung.
Jika di lihat, mereka ber dua tampak seperti sepasang kekasih yang saling mencintai.
Tidur dengan memeluk satu sama lain benar benar sangat manis.
Ikut memejam kan mata masih dengan Ter senyum, Bai Jin Xi tidak akan melupa kan hari ini.
Hari ku dan Xuan...
.
.
.
.
.
......BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
... JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPAN NYA🥰
..... .....
__ADS_1
...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...