RATU HITAM

RATU HITAM
40. Perayaan Lentera


__ADS_3

.


.


.


.


.


Angin semilir yang membawa hawa panas terasa semakin nyata.


Dedaunan kering yang beterbangan terbawa angin.


Sepanjang jalanan di penuhi dengan warna kuning dauh yang berguguran.


Dari bangunan tinggi yang sekarang menguasai per putaran di pasar, Gadis dengan jubah hitam di sana sedang melihat keluar jendela.


Memandang suasana pasar kekaisaran yang lebih ramai dari biasa nya, Gadis yang tidak lain adalah Hei Xuan itu menajam kan pendengaran nya agar mengetahui pembicaraan para pengunjung.


"Apa benar perayaan kali ini tidak di adakan di istana kekaisaran..?"


"Aku juga mendengar itu, istana sedang kacau sekarang!. Mungkin tidak ada tempat untuk melaksanakan perayaan."


Bisik bisik Dari para pengunjung di pasar itu membuat Hei Xuan ter tarik.


Apa lagi saat mendengar istana kekaisaran yang kacau, ini benar benar perkataan yang ingin ia dengar.


**Dunggg...


Dungggg...


Dunggggg**....


Terdengar suara tabuhan yang menandakan pengumuman dari istana.


Dari kejauhan tampak rombongan prajurit berkuda.


"BERI JALAN..! BERI JALAN..!"


Para pengunjung pasar yang tadi nya berlalu lalang memenuhi jalanan dengan cepat mengungkit memberi jalan.


Di belakang para prajurit berkuda itu terdapat dua kereta kuda yang tampak mewah, juga ada bendera klan Xiao.


Apa anggota kekaisaran..?


"Perhatian...! Perhatian semua nya..!"


Teriakan Kasim yang membawa gulungan di tangan nya itu membuat bisik bisik yang terdengar sunyi seketika.


"Silahkan Putra mahkota.."


Dari kereta kuda yang berada di depan, Keluar lah pria yang mengenakan pakaian resmi putra mahkota kekaisaran.


Tidak salah lagi, pria itu adalah Xiao Xun.


Berdiri dengan tegap di depan kereta kuda milik nya, Putra mahkota Xiao Xun membuka gulungan yang di berikan oleh Kasim tadi.

__ADS_1


"Perayaan Lentera akan segera tiba..! untuk menghormati keluarga penasehat Yun yang telah meninggal dalam bencana kebakaran, Dengan ini Di umum kan bahwa perayaan tahun ini akan di adakan di wilayah kediaman Yun..!"


Menyelesai kan pengumuman dengan cepat, putra mahkota Xiao Xun segera mengembali kan gulungan agar di bawa oleh Kasim.


"Wahhh.. Ter nyata perayaan benar benar di adakan di kediaman penasehat Yun."


"Bagai mana pun keluarga Yun juga anggota kekaisaran.."


"Benar..! aku jadi ragu tentang kebakaran di kediaman Yun. Mungkin saja itu di sengaja.."


"Yang kau kata kan juga masuk akal.."


" Benar sekali..! Sebelum nya ada kasus di kediaman perdana Mentri Yi yang tiba tiba berhenti begitu saja. Kemudian kediaman Yun di bakar dan semua nya tewas, apa kah ini benar benar tidak ada kaitan nya dengan perdana Mentri.."


"Yahh,,, ke dua keluarga itu memiliki konflik, mungkin saja kan..?"


"Shttt.. Diam lah, jangan sampai di penggal di sini.."


Bisik bisik terdengar semakin memanas di antara pengunjung pasar.


Ter senyum dengan puas, Hei Xuan sangat menikmati kebetulan yang sangat menyenang kan ini.


Tampa repot repot menjatuh kan perdana Mentri , kediaman Yi sudah akan hancur karna rumor yang semakin menggila.


Menatap putra mahkota Xiao Xun, Hei Xuan dapat melihat jika ada lingkaran hitam di bawah mata pria itu.


Mungkin Karena memikir kan ia dan ibu nya..?


Masih melihat putra mahkota Xiao Xun yang berjalan kembali masuk ke dalam kereta.


Bersiap untuk menyerang kebelakang, suara bisikan tepat di telinga nya membuat Hei Xuan menghenti kan gerakan nya.


"Sedang menatap pria mana, Sayang..?"


Sudah tidak perlu di tanya, Gadis itu sudah mengetahui dengan pasti siapa yang berani ber perilaku sembarangan pada nya.


"Kau..!,"


Menoleh melihat ke enam saudara Hua yang sedang berbaring santai di sembarang tempat.


Seolah tidak dapat melihat ada orang lain di dekat nya. Beberapa saat, Hei Xuan baru menyadari jika pria putih itu sudah memasang Aray pelindung di sekitar nya.


Sialan..!


Mengumpat penuh sumpah serapah di dalam hati, Hei Xuan merasa memiliki banyak sekali dosa pada Bai tua di kehidupan yang lalu hingga kehidupan nya sekarang selalu di ganggu oleh keturunan Bai.


"Mari pergi ke perayaan Lentera bersama.." Ajak Bai Jin Xi sambil bergelayut manja di pundak gadis nya, Gadis milik nya..!.


"Tidak.."


Menolak dengan cepat, Hei Xuan bahkan tanpa berpikir sama sekali.


"Para gadis akan pergi ber sama pasangan nya untuk ber doa pada dewa.." Bujuk pria putih itu tidak menyerah.


"Tidak.." Lagi lagi hanya penolakan yang di ucap kan oleh Hei Xuan. Entah bagai mana, saat ada pria dengan garis darah dewa itu ber ada di dekat nya. Pasti tidak akan ada hal baik yang terjadi.


"Ayo lahh... Sayang, kita akan ber doa bersama agar kita tidak terpisah kan oleh waktu mau pun dunia.." Masih mencoba membujuk gadis dengan jubah hitam itu, Bai Jin Xi seolah tidak kehabisan akal.

__ADS_1


"Aku tidak ber minat.." Jawab Hei Xuan dengan singkat.


Gadis itu mulai malas dengan Bai Jin Xi yang terus saja mencoba membujuk nya.


"Sayang.. Kita ini pasangan tak Ter pisah kan.. "


Jengah dengan pria putih yang dari tadi terus saja bicara.


"Lalu..?" Bertanya dengan malas.


"Lalu kita akan pergi ber sama..! Hidup ber sama selama nya..!"


Mendengar apa yang baru saja di ucap kan oleh pria putih itu membuat Hei Xuan merasa sesak secara tiba tiba.


"Kau..? Hidup ber sama ku..?" Tanya Hei Xuan setelah beberapa saat menenang kan diri.


"Tentu saja..! Kita akan hidup ber sama dan memiliki keturunan." Menjawab dengan pasti, Bai Jin Xi seperti sangat yakin dengan takdir mereka ber dua.


"Haihhh.." Menghela nafas dengan berat, Hei Xuan benar benar ingin ter tawa mendengar lelucon yang di ucap kan oleh pria putih itu.


"Kenapa..? Apa sayang ku juga merasa begitu..?"


Tanya Bai Jin Xi setelah melihat gadis di hadapan nya menghela nafas.


"Kau ter lalu muda nak.!." Ucap Hei Xuan setelah diam beberapa saat.


Benar, Pria dengan marga Bai itu masih terlalu muda untuk ber bicara hidup ber sama dengan diri nya.


Pria yang baru hidup beberapa ribu tahun bagai mana bisa di banding kan dengan ia yang mungkin sudah hidup selama puluh an atau bahkan ratusan ribu tahun.


Bagai tersambar petir, Bai Jin Xi benar benar melupa kan tentang perbedaan umur mereka selama ini.


Hampir saja ter lewat kan tentang selisih umur di antara ia yang baru terlahir tidak jauh setelah perang dua dunia selesai.


Ia memang tidak dapat di banding kan dengan gadis di depan nya itu tentang hidup lebih lama.


Lalu kenapa..? Aku juga lebih kuat di banding ras lain nya.


"Setidak nya aku mampu melindungi mu.."


.


.


.


.


.


..... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


.. JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰


........ ........


...__terimakasih untuk kalian yang sudah membaca__...

__ADS_1


__ADS_2