RATU HITAM

RATU HITAM
16. Mengunjungi Selir Yun


__ADS_3

.


.


.


.


.


Matahari yang sudah mulai menyengat menandakan hari sudah tidak pagi lagi. Di paviliun milik selir Yun, terdengar suara perbincangan santai beberapa orang.


Xiao Xuan yang duduk di samping ranjang tempat selir Yun berbaring. Di sebelah nya berdiri pria dengan perawakan tinggi besar mengenakan pakaian yang di dominasi warna putih, ia adalah jendral muda Shi Hao Yun.


Jodoh yang memang sudah di siapkan keluarga nya sejak saudara kembarnya meninggal.


Sesekali saling berbincang ringan, bahkan kaisar sendiri ikut serta untuk melihat kondisi penyakit selir Yun.


Meninggalkan selir yang lain di aula, kaisar Bahkan mengabaikan permintaan selir Yi untuk ikut bersama kaisar. Ia tau hubungan antara selir Yun dan selir Yi tidaklah baik, jika membiarkannya ikut datang hanya akan membuat kesalahpahaman di antara kaisar dan selir Yun.


Meskipun rumor tentang kediaman Yun membuat kaisar resah, mau bagaimana pun selir Yun adalah orang yang merawat Xiao Xun, menggantikan posisi ibu untuk putra mahkota.


Duduk diam di kursi yang sudah di siapkan pelayan, kaisar melihat selir Yun yang berwajah pucat. Apalagi denyut nadi yang lemah, juga nafas yang sangat tipis. Itu membuktikan jika penyakit selir Yun sangat serius.


Begitu pula dengan Shi Hao Yun , ia memandang iba pada selir Yun yang biasa ia panggil bibi. Sebagai sepupu putra mahkota, ia sering bermain bersama Xiao Xun saat masih kecil. Apalagi selisih umur di antara kedua nya tidak lah jauh.


Dulu Shi Hao Yun sering melihat selir Yun merawat Xiao Xun tanpa bantuan pelayan, selir Yun menyuapi dan memandikan Xiao Xun dengan tangan nya sendiri.


Bahkan saat selir Yun memiliki putri kembar, ia akan tetap menemani Xiao Xun saat bermain bersama nya.


Jendral muda Shi juga masih ingat, saat ia berusia 9 tahun, ia masih sering bermain dengan Xiao Xun di istana. Xiao Xun pasti akan mengajak Xiao Xuan untuk bermain bersama nya, namun selalu saja di tolak oleh Xiao Xuan yang memang pendiam dan lebih suka membaca buku. Xiao Yuan adalah putri pertama selir Yun, dari pada Xiao Xuan yang pendiam, Xiao Yuan lebih ceria dan banyak bertingkah.


Di antara mereka yang bersedih, ada dua wajah yang menunjukkan mimik malas. Yang satu ada pria serba merah, Hua Hong yang tengah berdiri di dekat pintu, dan yang satu nya lagi adalah Xiao Xuan yang duduk di samping selir Yun.


Sekali lihat saja mereka berdua sudah tahu kondisi selir Yun, sangat sehat dan bertenaga. Hanya saja ia menggunakan beberapa ramuan untuk menutupi hawa kehidupan nya, juga energi pelatihan selir Yun tidak lah rendah. Jika pada umum nya para wanita akan menghentikan pelatihan nya jika sudah mencapai pelatihan dasar tingkat 9.

__ADS_1


Tetapi selir Yun ini bahkan memiliki pelatihan petarung tingkat 4, ia pasti diam diam berlatih untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk dari rumor pemberontakan. Apa lagi dengan elemen air yang tergolong langka, hanya sedikit yang memiki elemen air di dunia tengah.


Selir Yun mungkin berencana melarikan diri saat rumor itu menjadi sebuah jebakan.


"Ada yang perlu aku kerjakan, kalian berbincang lah dulu ." beranjak berdiri dari kursi nya, kaisar sekali lagi memandang selir Yun,


"Kau istirahatlah dengan baik."


Tidak ada jawaban dari selir Yun , hanya diam tanpa melihat ke arah kaisar.


Melihat respon dari selir Yun , kaisar hanya menghela nafas pelan. Bergegas keluar dari kediaman selir Yun dan kembali ke ruang kerja nya.


Suasana kembali hening, Sepergi nya kaisar tidak ada yang memulai pembicaraan. Hingga Xiao Xuan yang tidak tahan berdiam diri akhir nya melai berbicara.


Bicarakan nanti malam, aku akan membawa jendral Shi pergi.


tiba tiba selir Yun di kaget kan oleh suara yang terdengar di pikiran nya, melihat Xiao Xuan dengan tatapan bertanya tanya. Dengan balasan Xiao yang mengangguk, selir Yun yakin yang mengirim telepati memang benar putri nya itu.


"Ibu istirahat lah dengan baik, Xuan akan lebih sering berkunjung.." Ucap Xiao Xuan pada akhirnya.


"Iya bibi, aku akan sering mengunjungi bibi dan Xuan." Jawab Shi Hao Yun dengan pipi yang bersemu merah. Bukan apa apa, jendral muda Shi Hao Yun memang tidak pernah dekat dengan gadis manapun.


Berlalu tanpa berkata kata, Xiao Xuan bergegas keluar dari paviliun milik selir Yun di ikuti oleh Hua Hong di belakang nya, meninggalkan Shi Hao Yun yang berusaha mengejar langkah Xiao Xuan yang terlalu cepat untuk seorang gadis.


"Xuan, mari berkunjung sebentar di paviliun milik sepupu." setelah berhasil mensejajari langkah Xiao Xuan , Shi Hao Yun mengajak Xiao Xuan ikut dengan nya ke paviliun milik putra mahkota.


Menghentikan langkah nya dengan tiba tiba, Xiao Xuan melihat jendral muda Shi dengan mata datar.


Sedang kan Shi Hao Yun yang di tatap dengan begitu lekat membuat pipi nya kembali bersemu merah.


"Xuan, ada apa melihat aku seperti itu." bertanya dengan gugup. Jendral yang terkenal kasar ini tampak nya luluh oleh Xiao Xuan pada pandangan pertama.


Pria serba merah yang berdiri di belakang Xiao Xuan tampak menahan tawa, menurut Hua Hong pria yang tampak malu malu seperti ini sangat menghibur.


"Aku ada urusan." Menjawab dengan singkat, Xiao Xuan kembali berjalan meninggalkan Shi Hao Yun yang masih diam di tempat.

__ADS_1


Jendral muda Shi Hao Yun benar benar merasa bodoh sekarang, menurut rumor putri kedua kekaisaran sangat pemalu pada orang lain.


Tapi kini ia melihat dengan mata kepala nya sendiri, Xiao Xuan istri masa depannya menolak ajakan nya dengan terang terangan. Ini lebih terlihat menutup diri dan sombong. Lalu dari mana asal nya rumor pemalu itu..?


Meninggalkan jendral muda Shi yang masih terdiam di tempatnya.


Xiao Xuan dan Hua Hong sudah sampai di paviliun milik nya, pria serba merah itu tertawa dengan keras nya setelah mengikuti tuan majikan nya di kamar.


Sangat menarik melihat majikan nya menolak pria dengan kasar. Sungguh pesona majikan nya tidak luntur sedikit pun setelah ribuan tahun.


Xiao Xuan yang berbaring di ranjang berdiri dengan tiba tiba, mengejutkan Hua Hong yang tengah tertawa.


"Aku akan mengajakmu melihat pasar.." Berkata sambil mengambil jubah hitam besar lalu memakainya.


"Wahhh,, benarkah..?" Menjawab dengan riang, Hua Hong dengan cepat mengeluarkan jubah dengan warna merah terah milik nya.


Xiao Xuan melompat dari jendela di ikuti Hua Hong di belakangnya. Melompat dari atap ke atap yang lain, Hua Hong melihat majikannya, meski masih tetap dingin , tetapi majikan nya lebih berperasaan dari pada yang dulu.


Melesat mengikuti Xiao Xuan dengan hati berbunga bunga, Hua Hong sangat senang dengan sedikit perubahan majikan nya yang sekarang.


Tuan majikan lebih menyenangkan sekarang..


.


.


.


.


.


.....BERI KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS😉


..JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN, AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰

__ADS_1


__ADS_2