
.
.
.
.
.
Bangunan megah dengan dua lantai itu terlihat sepi dari luar.
Siapa yang menyangka, setelah memasuki bangunan dengan biaya masuk 1 keping emas itu Hei Xuan akan di sambut banyak meja dengan ber bagai macam jenis per judi an.
Di antara banyak meja judi yang ada di sana, tidak satu pun yang bisa membuat gadis dengan jubah hitam itu merasa ter tarik.
Melihat meja utama yang paling ramai orang, Hei Xuan ingin mencoba permainan apa yang ada di sana.
Berjalan mendekat untuk ikut ber taruh, mendengar keluhan orang orang yang ber kerumun di meja itu membuat gadis dengan jubah hitam itu semakin ter tarik.
Namun belum sempat melihat meja itu, Hei Xuan di hentikan oleh penjaga agar tidak mendekat.
"Maaf nona, meja ini hanya untuk pria.." Kata seorang penjaga dengan tubuh besar di hadapan Hei Xuan.
"Ohhh...." Menjawab dengan tenang, Hei Xuan mengeluarkan kipas lipat dengan warna merah terang.
"Apa..!?" Ter tegun untuk beberapa saat, penjaga itu sempat ke bingungan karena kipas yang tiba tiba muncul di tangan gadis di depan nya.
Menutup setengah wajah nya mengguna kan kipas dengan anggun, Hei Xuan sedang ber tingkah seperti seorang tuan muda bangsawan yang ter hormat dan ber pendidikan.
"Apa aku ter lihat seperti seorang gadis..?"
Suara yang ter dengar manis dan maskulin secara ber sama an itu benar benar mem buat penjaga itu kaget bukan kepalang.
Bahkan beberapa gadis pelayan yang menemani para penjudi di sana tidak dapat ber kata kata karena ikut ter pesona.
"Heii..!" Melambai kan tangan di depan wajah penjaga itu, Hei Xuan menyadar kan orang orang yang ada di sana .
"Ahhh.. " Ter sentak kaget ketika ter sadar, penjaga ber tubuh kekar itu segera membungkuk.
"Maaf kan ke lancangan saya tuan muda.." Mengucap kan maaf ber kali kali, pria itu benar benar merutuki ke cerobohan nya sendiri.
"Tidak apa.. Aku memang ter lewat tampan.." Ber kata dengan santai, Hei Xuan bahkan masih sempat mengedip kan mata pada penjaga yang ada di depan nya.
Ber lalu meninggal kan penjaga yang ter lihat ber semu merah, Hei Xuan melihat permainan apa yang ada di meja judi.
Di atas meja ada banyak keping emas dan juga perak yang akan di taruh kan.
__ADS_1
Sedang kan ada satu orang pelayan pria yang memimpin jalan nya per mainan.
"Aku ber taruh angka besar..!"
"Yaa..! Aku juga ber taruh angka besar..! "
"Aku juga..!"
"Aku juga angka besar..!"
"Aku ber taruh untuk angka kecil.."
"Aku juga ber taruh untuk angka kecil.."
Ramai seruan dari orang orang yang sedang ber taruh saling ber sahutan.
"Cihh.." Hei Xuan mendecih pelan mengutuk kebodohan orang orang yang ber taruh di sana.
Saat pelayan pria itu mem perlihat kan dadu yang ter nyata memiliki angka kecil.
"Ahhh.. kalah lagi..!"
"Gila..! aku sudah kalah puluhan kali..!"
"Menghabis kan uang saja.. Sial..!"
Yang menang dalam taruhan akan mendapat dua kali lipat dari taruhan awal nya.
Bagi yang kalah akan kehilangan uang taruhan nya begitu saja.
Sedang kan yang ber taruh untuk angka kecil hanya sedikit.
Itu ber arti sisa taruhan akan di ambil oleh pemilik perjudian itu bukan..?
Benar benar sangat mudah menghasil kan uang.
"Siapa yang ingin ber taruh lagi..!" Seru pelayan pria yang memimpin meja dadu itu.
Hanya ada beberapa orang yang melanjut kan permainan, sedangkan yang lain ber pindah ke meja lain atau mungkin kehabisan uang..?
Mengeluar kan satu keping tembaga di tangan nya, Hei Xuan mengambil duduk dengan percaya diri.
"Aku ber taruh satu keping tembaga..!"
Hening untuk beberapa saat, semua yang ada di sana melihat Hei Xuan dengan aneh.
"Nak kau masih ter lalu muda.."
__ADS_1
"Benar, kenapa ada yang begitu muda di perjudian ini."
Suara saling bersahutan Ter dengar ber gantian.
Sedang kan Hei Xuan sendiri dengan santai melihat pelayan pria yang memimpin jalan nya permainan.
Dadu di kocok menggunakan mangkuk khusus.
Sedang kan di luar rumah judi yang di datangi Hei Xuan itu ter lihat kereta kuda yang mewah sedang ber henti.
Banyak pengawal yang ber baris menuntun jalan memasuki rumah perjudian itu.
Entah bangsawan dari mana yang berada di dalam kereta besar itu.
Setelah beberapa saat, terlihat pria yang turun dari kereta kuda dengan mengena kan tudung bambu yang menutupi kepala hampir sampai kaki.
Tidak berlangsung lama, di dalam rumah per judian.
KLINGGGG....
Satu koin tembaga milik Hei Xuan sudah ber ada di antara tumpu kan koin emas di depan nya.
Orang yang ber ada di sana tidak henti henti nya bercdecak kagum.
"Apa dia ini siluman..!"
"Keberuntungan nya besar sekali..!"
Hanya butuh beberapa waktu dan pemuda di hadapan mereka sudah menghasil kan ratusan koin emas.
"Apa ada lagi yang ingin bertaruh dengan ku..?"
.
.
.
.
.
......BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
..... .....
__ADS_1
...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...