
.
.
.
.
.
Hari hari berjalan dengan baik selama berada di dunia bawah, memang tidak banyak yang dapat mereka lakukan. Namun tempat yang begitu tenang dan penuh dengan energi spiritual sangat cocok untuk melakukan meditasi.
Selama di dunia bawah, Hei Xuan dan Hua Hei akan sesekali berkeliling melihat tempat tempat yang biasa nya jarang di kunjungi.
Sedangkan saudara nya yang lain memilih berendam di kolam air panas sehari hari nya. Bermeditasi dan memanjakan tubuh, kolam dengan air panas milik Tuan majikan mereka itu memang yang terbaik.
Tuan majikan nya dulu tidak pernah mau berbagi kolam itu dengan mereka, tapi sekarang, mereka bahkan di biar kan mengguna kan kolam air panas yang berharga itu sesuka nya.
Keberuntungan seperti ini tidak boleh di sia sia kan bukan..?
Setelah hampir setengah bulan menetap di dunia bawah. Hari ini Hei Xuan dan enam saudara Hua akan bersiap untuk kembali ke dunia tengah.
Mau bagai mana pun, di dunia tengah energi spiritual di udara sangat tipis. Sedangkan mereka, ras iblis membutuh kan energi spiritual yang besar untuk bertahan hidup.
Karena itu pula, sekarang Hei Xuan mengajak mereka ber enam untuk bermeditasi bersama.
Selain memperkuat tubuh masing masing, Hei Xuan juga akan memperkuat formasi heksagon yang terikat dengan mereka ber enam sebagai pilar utama.
Hei Xuan sendiri yang memegang pusat dari semua ikatan penghubung di antara mereka.
Sebagai titik inti dari formasi yang mereka gunakan, Hei Xuan harus terus menjaga kesadaran nya juga kondisi tubuh nya agar tetap seimbang.
Meninggalkan Hei Xuan dan enam saudara Hua yang sedang bermeditasi bersama.
Di dunia tengah, tepat nya di hutan hitam. Istana yang di penuhi warna hitam di segala penjuru itu tampak lebih ramai dari hari hari biasa nya.
Di ruang makan yang hanya di gunakan oleh empat orang setelah Hei Xuan dan saudara Hua sedang melakukan perjalanan.
Hari ini, makam malam tampak lebih hidup dengan hadir nya tiga orang pria yang sudah tinggal di sana selama empat belas hari.
Yahhh,, dua Minggu..
Selama dua minggu terakhir, pria dengan cadar putih itu selalu menunggu di aula depan bersama dua pengawal nya.
Tidak makan dan juga tidak melakukan apapun, mereka bertiga selalu menolak saat di tawari makanan atau sesuatu.
Mereka ber tiga terus duduk dalam posisi meditasi dengan mata terpejam.
__ADS_1
Baru pertama kali ini, pria dengan cadar putih itu mau menerima ajakan Hei Xue untuk makan malam bersama mereka.
Begitu pula dengan Li Si dan Li Fu, mereka berdua juga harus patuh dan ikut makan masakan ras manusia meski mereka tidak terbiasa.
Di meja makan, dua pengawal itu melihat tuan mereka, Bai Jin Xi yang seolah menjadi orang lain di hadapan keluarga nyonya muda mereka..
Pria putih itu tanpa lelah tersenyum dengan ramah dan penuh perasaan, terus saja menyebut jika diri nya dan Hei Xuan adalah pasangan suami istri yang saling mencintai dan tak terpisah kan.
Sejak kapan majikan mereka itu berubah menjadi sangat tidak tahu malu..?
Ke dua pengawal itu bertanya tanya dalam hati, memandang Bai Jin Xi dengan mata aneh.
Namun yang lebih aneh nya lagi, Keluarga dengan marga Hei itu malah menyambut dengan suka cita.
Apa kah tidak takut jika majikan mereka adalah penipu..?
Beberapa saat mereka duduk menunggu di ruang makan, beberapa pelayan datang membawa kan berbagai macam hidangan.
Bai Jin Xi mau tidak mau harus melepas cadar nya untuk makan.
"Ayo makan, tidak perlu mengguna kan tata Krama." Ajak Hei Yao sebagai kepala keluarga di sana.
"Benar, tidak usah sungkan.." sambung Hei Qian.
"Terimakasih Tuan.. Nyonya.." Jawab Li Si dan Li Fu secara bersamaan.
"Apa masakan nya tidak sesuai dengan selera kalian..?" tanya Hua Qian yang melihat tiga pria di hadapan nya mengernyit kan alis.
"Bukan begitu nenek besar, hanya tidak terbiasa saja.." menjawab dengan sopan, Bai Jin Xi terus saja berpura pura menjadi ramah dan hangat di hadapan keluarga gadis dengan marga Hei itu.
"Coba lah ini, Xuan sangat menyukai daging panggang." Ucap Hei Yue sambil meletak kan piring berisi irisan daging yang telah di panggang dengan bumbu itu di depan Bai Jin Xi.
Seolah mendapat sesuatu yang luar biasa, Bai Jin Xi kembali bersemangat setelah mendengar jika gadis nya menyukai masakan daging.
Mengabai kan rasa aneh yang tadi ia rasakan, Bai Jin Xi kembali makan dengan senyuman yang tak pernah luntur.
"Wahhh, daging pedas ini ternyata sangat enak.." seru Li Fu dengan mulut yang penuh dengan daging.
"Yahhh.. kau sama dengan adik Hong , dia juga sangat menyukai daging pedas.." Saut Hei Xue menimpali ucapan Li Fu.
"Benar kah..?.. ini memang sangat enak.." tanya Li Fu
"Benar..! Keponakan dan saudara angkat memang sangat menyukai masakan daging. Tapi sekarang adik Hong dan yang lain sedang melakukan perjalanan bersama keponakan Xuan.." jawab Hei Xue .
Melakukan perjalanan..?
"Tapi bukan kah nyonya muda sedang.."
__ADS_1
"Wahhh, olahan daging ini juga sangat nikmat.." seru Bai Jin Xi memotong ucapan Li Fu.
Li Si melihat dengan tajam rekan nya itu yang hampir saja membocor kan rahasia besar.
"Ayo.. ayo makan yang banyak.. " ucap Hei Yue kemudian.
Setelah makan malam selesai, Bai Jin Xi dan dua pengawal nya menolak saat di tawari kamar tidur oleh Hei Yao.
Mereka kembali ke aula depan untuk duduk dan menunggu hingga Hei Xuan pulang.
Pagi hari, di dunia bawah. Hei Xuan dan saudara Hua sudah menyelesaikan meditasi nya.
Bersiap untuk kembali ke dunia tengah, Hei Xuan dan yang lain nya kini sudah di depan gerbang utama dunia bawah.
Setelah beberapa saat melangkah keluar dari gerbang itu, mereka jatuh mendarat pada tempat awal di mana Hei Xuan membuka pintu menuju dunia bawah.
"Tuan, Apa kita langsung kembali ke intana..?" tanya Hua Hong yang berdiri paling dekat dengan majikan nya.
"Ayo..!" jawab Hei Xuan yang kemudian melesat dengan cepat menuju istana milik nya.
Entah kenapa, Setelah kembali menginjak kan kaki di dunia tengah, Hei Xuan seperti merasakan firasat buruk yang seolah memperingatkan nya agar waspada.
Sampai di depan gerbang besar Istana Hitam, Hei Xuan segera menerobos masuk.
Saat melihat sosok yang tengah berdiri di aula depan yang tersenyum ke arah nya, Hei Xuan merasa jika firasat buruk yang ia rasakan tadi benar benar ada.
Seolah membatu dengan seketika, Gadis itu merasa jika otak nya tiba tiba kosong saat pria putih itu menyapa nya..
"Istri..!"
.
.
.
.
.
....... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
..JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
..... .....
...__terimakasih sudah membaca__...
__ADS_1