RATU HITAM

RATU HITAM
17. Berkeliling Pasar


__ADS_3

.


.


.


.


.


Jalanan penuh dengan lalu lalang pejalan kaki, teriakan pedagang menawarkan barang jualannya terdengar di mana mana. Deretan kios dan pedagang kaki lima tampak sejauh mata memandang.


Hari yang hampir petang bukan membuat keadaan pasar sepi, justru pengunjung di pasar jauh lebih ramai saat menjelang malam hari.


Pasar pada malam hari akan lebih di minati oleh rakyat penduduk biasa, karna biasa nya pada siang hari banyak para nona atau tuan muda bangsawan yang datang. Jika tidak sengaja membuat kesalahan, Para bangsawan kaya raya tidak akan segan memberi hukuman berat.


Dari jalanan yang penuh sesak, terlihat dua orang yang mencuri perhatian pengunjung pasar yang lain.


Menggunakan jubah besar yang menutupi perawakan nya, banyak yang mengira sosok dengan jubah hitam itu adalah tuan dari kediaman besar.


Belum lagi rambut nya yang ia ikat tinggi tinggi seperti pria pada umum nya, di tambah pria serba merah di semping nya yang terus saja memanggil nya tuan.


Banyak yang bertanya tanya, Tuan muda dari mana pemuda ini..?


Bahkan tidak sedikit gadis gadis di jalan yang menatap nya tanpa berkedip.


Xiao Xuan yang memang tidak menyamarkan hawa keberadaan nya tampak mencolok di keramaian jalanan pasar.


Ia memang sengaja, karna pria serba merah yang ia bawa sangat suka menjadi pusat perhatian. Hua Hong akan membangga banggakan ketampanan yang ia miliki.


Seperti sekarang, pria serba merah itu terus saja berbicara ini dan itu saat orang orang tengah melihat ke arah nya.


Masuk dari kios ke kios lain nya, Xiao Xuan akan menuruti apa yang di ingin kan Hua Hong , membeli beberapa set pakaian serba merah, hiasan rambut berwarna merah, dan banyak lagi barang berkilau.


Jika kalian mengira itu adalah uang simpanan putri Xiao Xuan yang asli, itu salah besar..!


Putri kedua Xiao Xuan akan menggunakan uang nya untuk membeli tanaman herbal, Lalu dari mana uang itu..?


Tentu saja dari ke ahlian Xiao Xuan mencuri, ia mengambil kantong beberapa orang yang berselisih jalan dengan nya saat memasuki pasar.


Bukan nya tidak tahu, Hua Hong malah mengagumi ke ahlian tuan nya yang satu ini.


Mampir ke penjual makanan di sepanjang jalan, Hua Hong dengan riang membeli berbagai jajanan yang tidak pernah ia temui.

__ADS_1


Berkeliling ke sana ke mari, Xiao Xuan menghentikan Hua Hong yang masih saja ingin pergi ke toko toko lain. Bukan apa apa, Xiao Xuan hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian lebih lanjut.


Menarik pria serba merah itu memasuki kedai makan yang tampak lebih besar di antara yang lain.


Kedai makan yang di dirikan dengan 3 lantai itu membuat Xiao Xuan tertarik. Saat memasuki lantai pertama, Kedatangan Xiao Xuan dan Hua Hong membuat se isi lantai dasar mengalih kan pandangan nya.


Bergegas menaiki tangga menuju lantai dua yang juga penuh dengan orang orang berpakaian mewah, tampak nya lantai dua di gunakan oleh para bangsawan.


Berjalan naik lagi ke lantai ketiga, Xiao Xuan bahkan mengabaikan tatapan yang di tujukan pada nya.


Di lantai tiga, ada beberapa ruangan yang di pisahkan dengan dinding sekat.


Memilih ruangan yang ada di dekat jendela, Xiao Xuan tidak ingin berdesakan dengan pengunjung lain di lantai lainnya.


" Permisi tuan.." Terdengar sapaan gadis dengan suara manja yang mungkin adalah pelayan.


"Masuklah.." Bukan Xiao Xuan yang menjawab, Tetapi Hua Hong yang duduk di depan nya.


Terlihat gadis pelayan yang mengenakan pakaian ketat, yang memperlihat kan bagian bentuk tubuh nya.


" Tuan silahkan, ini pilihan makanan yang ada di kedai makan kami." gadis pelayan itu melihat Xiao Xuan yang memasang wajah dingin. Entah mengapa, ia seperti ikut membeku saat melihatnya.


"Gadis! kemarikan itu, aku yang akan memilih untuk tuan." Lagi lagi pria serba merah itu menyela gadis pelayan yang hendak menawarkan pada Xiao Xuan.


Mengambil buku catatan berbagai olahan yang di serah kan oleh gadis pelayan itu, Hua Hong melihat lembar demi lembar kertas yang penuh dengan nama nama masakan yang beraneka ragam.


"Tuan, bagaimana dengan olahan daging." Hua Hong memang sangat suka daging di dunia tengah ini.


"Pesan sesuka mu.." Menjawab dengan singkat, Xiao Xuan membuat mata Hua Hong berbinar penuh semangat.


Menutup buku yang ia pegang, Hua mengalihkan pandangan nya pada gadis pelayan berdiri di dekat meja.


"Pesan semua macam olahan daging. " berbicara dengan penuh semangat, Hua Hong membuat gadis pelayan itu terbelalak kaget. Memesan seluruh hidangan daging..? Apa mereka berdua tipe tuan muda yang suka menghamburkan uang di kedai makan seperti ini..?


"Baik tuan.." Menjawab dengan penuh antusias. Gadis pelayan itu bergegas turun untuk membuat pesanan dua tuan muda di lantai tiga, ia akan mendapat bonus besar dengan pesanan mereka yang sangat banyak.


Tidak menunggu lama, gadis pelayan itu kembali bersama beberapa Pelayan laki laki yang membawa berbagai hidangan olahan daging.


Setelah selesai menata makanan di atas meja, Xiao xuan melempar kantong yang berisi koin emas.


Gadis pelayan itu menangkap kantong yang di lemparkan, melihat dengan tatapan bertanya.


"itu untuk kalian, bagi merata." Hua Hong memberi jawaban setelah melihat wajah penuh tanda tanya para pelayan yang ada di sana.

__ADS_1


Melihat kantong koin dengan mata berbinar, para pelayan itu sangat jarang mendapat koin langsung dari pengunjung.


"Teri makasih tuan.." Membungkuk dengan bersamaan.


"Pergilah.!" Suara dingin Xiao Xuan membuat mereka tersentak kaget.


Melihat Xiao Xuan yang memasang wajah datar, para pelayan itu langsung melangkah meninggalkan ruangan itu dengan hati riang.


Membagi koin sambil berjalan, Gadis pelayan itu sudah berkata jika pengunjung yang satu itu memang sangat dingin.


" Ya sudah, tapi dia sangat dermawan." Salah satu pelayan itu membuat pelayan yang lain saling menjawab.


"Benar, dia bahkan memberi kita koin emas dengan cuma cuma." Saut pelayan yang lain lagi.


" Iya! Bayaran kita di sini bahkan tidak sampai dua keping emas sebulan, Tapi ia bahkan memberi kita masing masing tiga keping dengan sangat mudah."


"Ya benar benar dermawan." Mengobrol sepanjang jalan. para pelayan itu bahkan tidak menghiraukan beberapa pengunjung lain yang memanggilnya.


Sedang kan di dalam ruangan Xiao Xuan, Hua Hong makan dengan penuh semangat.


Melihat pria serba merah yang sangat berantusias dengan dunia tengah, mungkin ras iblis yang lain juga akan senang berada di sini..


Memikirkan tentang ini, Xiao Xuan harus segera mendapatkan cara agar ras iblis bisa bertahan lebih lama di dunia tengah dengan energi spiritual yang sangat tipis.


"Tuan, Ayo makan!. Jika tidak semua ini akan dingin. "


Tersadarkan dengan suara Hua Hong, Xiao Xuan hanya mengangguk dan ikut makan bersama pria serba merah itu. Sesekali Xiao Xuan melihat Hua Hong yang makan dengan sangat lahap.


Seperti ini juga tampak menyenangkan..


.


.


.


.


.


.....BERI KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS😉


..JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰

__ADS_1


__ADS_2