
.
.
.
.
.
Pagi yang dingin dan sunyi di tengah hutan hitam, tidak ada kicau an burung seperti hari hari biasa nya.
Di luar hutan hitam salju sudah mulai turun dari semalam, terlihat sangat cantik.
Beberapa titik putih mulai menumpuk, menutupi dedaunan pohon.
Ber beda dengan keadaan di luar, di istana hitam masih tetap hangat tanpa ada sedikit pun salju di sekitar nya.
Kemarin sebelum salju mulai turun, sebelum Hei Xuan dan enam saudara Hua memasang formasi pelindung.
Bai Jin Xi sudah lebih dulu membuat Aray pelindung di sekeliling istana agar gadis pujaan nya tetap merasa hangat.
Meski ras iblis pada dasar nya memiliki suhu tubuh yang cenderung dingin.
Sekuat apa pun pelatihan nya, tubuh yang di tempati Hei Xuan sekarang masih lah dari ras manusia yang lemah.
Hei Xuan benar benar harus mengakui pria putih itu memang sangat kuat.
Tadi pagi pagi sekali, Hei Xuan mendapat surat yang di antar merpati dari aula bunga.
Selain mendapat banyak uang, Hei Xuan juga mengguna kan aula bunga milik nya untuk mengumpul kan ber bagai macam informasi dari ibu kota.
Hari ini tampak nya pengurus aula bunga mendapat kan berita penting.
Belum sempat Hei Xuan membaca surat nya, Bai Jin Xi yang entah datang dari mana segera mengambil surat dari tangan nya.
"Kau..!" geram gadis itu saat melihat Bai Jin Xi.
"Dari mana ini..?" tanya pria putih itu dengan nada penuh ke curigaan.
" Kau tidak akan bisa.." Belum sempat menyelesai kan per kataan nya, Hei Xuan sudah melihat pria putih itu membuka gulungan kecil di tangan nya.
__ADS_1
Segera membuka surat kecil itu dengan ter gesa gesa, pria putih itu di buat ter peranga saat melihat kertas kecil itu kosong.
"Kenapa kosong..?" Mengernyit kan alis dengan bingung.
Apa perlu mengguna kan sihir hanya untuk surat seperti ini..?
"Sudah kata kan, Kau tidak akan tahu..!" ketus Hei Xuan.
Merebut kertas kecil itu dengan jengkel.
Hei Xuan segera membakar kertas itu dengan api di telapak tangan nya.
Dalam sekejap gulungan kertas kecil tadi berubah menjadi huruf huruf yang melayang.
Satu per satu huruf acak itu mulai ter susun dan membentuk sebuah kalimat.
... "Kaisar jatuh sakit, istana sedang kacau"...
Tersenyum penuh makna, Hei Xuan benar benar harus mengakui keberuntungan nya sangat besar dalam tubuh manusia ini.
Kaisar tiba tiba jatuh sakit, kerajaan lain yang memang sudah lama ber seteru dengan pihak kekaisaran mungkin akan memanfaat kan situasi dan segera menyerang.
Setelah berita ini bocor, per batasan tidak akan aman lagi.
Begitu juga dengan anggota kekaisaran, saat ini istana pasti sangat kacau.
"Apa sangat senang..? " Suara Bai Jin Xi membuat Hei Xuan ter sadar dari pikiran nya.
Entah kenapa, setelah lebih sering ber sama. Hei Xuan tidak merasa waspada pada kehadiran Bai Jin Xi.
Seolah menyadari jika pria putih itu tidak akan membiar kan sesuatu terjadi pada nya.
"Biasa saja.." jawab nya dengan nada datar.
Haihh..
Menghela nafas dengan pelan, Bai Jin Xi sudah ter biasa dengan sikap gadis pujaan nya yang cenderung dingin.
Bai Jin Xi dan Hei Xuan saling diam satu sama lain.
Melihat hari yang mungkin sudah tidak pagi lagi.
__ADS_1
"Tuan majikan..! makan siang sudah siap..!" Teriak Hua Hong dari kejauhan.
Teriakan nya benar benar memecah keheningan di antara dua orang itu.
"Aku akan ke sana.." Jawab Hei Xuan dengan santai.
"Baiklah tuan..!" ucap pria serba merah itu sebelum meninggal kan paviliun inti milik tuan majikan nya.
"Apa kau tidak makan..?" tanya Hei Xuan saat melihat pria putih yang selalu mengganggu nya itu tidak juga beranjak pergi.
"Tentu saja.." Jawab Bai Jin Xi yang kemudian menggandeng tangan gadis pujaan nya itu.
"Apa yang kau lakukan..!" Ter sentak kaget karena gerakan Bai Jin Xi yang begitu tiba tiba.
Jika bisa, Hei Xuan sangat ingin memukuli pria tampan dengan surai perak itu hingga puas.
"Lepas kan tangan ku..!" Perintah Hei Xuan dengan mata penuh kebencian, Benci jengkel dan kesal.
Seolah mengabai kan sumpah serapah yang terucap dari mulut gadis pujaan nya itu, Bai Jin Xi ter lihat masih saja ter senyum tanpa beban.
"Ayo ke ruang makan.." Ber kata dengan binar semangat, pria putih itu ber jalan dengan masing menggenggam tangan Hei Xuan.
Hari yang indah~
.
.
.
.
.
.
....... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASIL KAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
........ ........
__ADS_1
...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...