
.
.
.
.
.
Teriakan histeris terdengar di mana mana, istana kekaisaran yang biasa sangat tenang kini ricuh tak terkendali.
Energi spiritual yang terkandung di udara semakin bergejolak, seperti terjadi bentrok antara energi satu dengan energi lain yang lebih kuat.
"Bencana! .. ini adalah bencana besar.."
"Yaa Dewa! Bencana apa lagi ini"
"Ini benar benar kutukan, istana telah di kutuk!"
"Yang mulia! Bagaimana sekarang..?" tanya beberapa pejabat yang masih bertahan di dalam istana, tampak penampilan mereka yang berantakan juga banyak debu di pakaian mewah yang di kenakan.
Juga beberapa selir yang juga ikut berkumpul saat merasakan goncangan. Beruntung para pangeran dan putri sedang mengikuti pelatihan di luar istana.
Bahkan penampilan kaisar sendiri tidak bisa di bilang baik. Hanfu naga yang ia kenakan kusut dan rambut yang berantakan, benar benar keadaan yang sangat kacau.
Sebenar nya situasi apa yang terjadi di Kekaisaran belakangan ini, mulai dari bulan merah disertai penampakan naga hitam. Gerombolan monster yang menyerang warga hingga dua kali. Apa lagi bunga iblis yang tiba tiba menghilang setelah ada ledakan di taman istana, dan sekarang bahkan seluruh istana kekaisaran hampir hancur karena goncangan yang di picu energi spiritual yang tidak teratur.
Lalu apa lagi kedepan nya..?
Belum sempat memikirkan lebih jauh, Kaisar dan yang lain nya tiba tiba merasa dingin di seluruh tubuh.
Aura membunuh yang sangat kental..
Siapa di istana kekaisaran yang bisa memiliki aura membunuh yang begitu pekat.
"Astaga..! Apa lagi ini.." Gerutu salah satu selir Kaisar yang sudah hampir sekarat karena energi spiritual yang tiba tiba melonjak tajam.
"Yang mulia! Segera tinggal kan istana, di sini sangat tidak aman.." Seru salah satu dari pejabat yang ada di sana.
"Bagaimana bisa meninggalkan istana kekaisaran seperti ini!" membentak dengan lantang, kaisar Xiao menolak dengan keras untuk meninggalkan istana.
__ADS_1
"Tapi yang mulia, bagaimana pun disini akan mengancam nyawa yang mulia.." Bujuk salah satu selir yang memang sudah tidak tahan untuk tetap tinggal di tengah kekacauan seperti itu.
Brukkk
"Mohon pikirkan keselamatan yang mulia!"
Berlutut dengan langsung, selir yang lain bahkan mengikuti untuk memohon agar segera meninggalkan istana kekaisaran.
"Apa yang kalian lakukan!" geram dengan perlakuan selir dan pejabat istana yang seolah memaksa nya untuk meninggalkan istana kekaisaran.
Berlutut bersama selir kaisar, para pejabat juga harus segera pergi dari istana kekaisaran untuk menyelematkan nyawa nya masing masing.
"Mohon yang mulia segera menyelamatkan diri!"
Berseru dengan bersamaan, mereka memohon agar dapat segera meninggalkan istana yang hampir hancur lebur dengan tanah.
Mengepal dengan erat, kaisar Xiao sungguh tidak bisa tetap keras kepala pada pendirian nya saja.
"Baiklah.. Segera tinggalkan istana kekaisaran secepat nya!" Akhir nya memberi perintah, kaisar Xiao hanya bisa menyelamatkan diri lalu kembali lagi setelah semua kekacauan yang terjadi menemukan titik terang.
"Terima kasih atas kemurahan hati yang mulia!"
Sedangkan di sisi lain istana, tepat nya di paviliun milik putri ke dua . Xiao Xuan sudah kembali dengan penampilan biasa milik ras manusia.
Dengan senyum puas di wajah nya, ia melihat sekeliling dan menemukan Hua Hong di antara reruntuhan paviliun milik nya.
"Tuan! Se.. selamat..!" berbicara dengan terbata, tampak nya ia terluka cukup parah.
memang benar, bahkan penampilan pria serba merah itu tidak terlihat baik. Rambut yang tidak teratur dan pakaian yang acak acakan, sangat berbeda dengan penampilan nya sehari hari yang selalu tampil paripurna.
"Dasar bodoh! Kenapa kau tidak pergi saja.." Masih berbicara dengan nada dingin, Xiao Xuan entah mengapa tapi terasa sedikit hangat di dada nya. Berjalan menghampiri pria serba merah yang masih terbaring tidak berdaya.
"Tuan, apa tuan menghawatirkan ku..?" Masih dengan tersenyum, pria serba merah itu terlihat sesekali meringis kesakitan.
Membantu nya duduk, Xiao Xuan menahan Hua Hong agar bisa mengambil posisi meditasi.
"Diamlah.." kesal karena Hua Hong masih saja banyak bicara, Xiao Xuan bahkan memukul bahu nya hingga pria serba merah itu mengaduh kesakitan.
Memasang Aray pelindung di sekeliling nya, Xiao Xuan mulai menguarkan aura milik nya agar bisa di serah oleh Hua Hong.
"Tuan, Terima kasih.." Berkata dengan lemah, pria serba merah itu masih tampak kesulitan untuk menyerap tekanan energi yang terlalu tinggi milik tuan majikan nya.
__ADS_1
mengerti dengan reaksi pria serba merah itu, Xiao Xuan menekan energi yang ia keluarkan agar lebih rendah.
Melihat Hua Hong yang tengah serius dalam meditasi pemulihan, Xiao Xuan entah mengapa mulai peduli dengan orang orang di sekitar.
Jika dulu saat ia menjadi pemimpin di dunia bawah, ia sama sekali tidak akan memikirkan pasukan nya. Ia hanya akan memberi perintah dan larangan untuk semua penghuni dunia bawah.
Selalu saja mengejar ambisi nya yang menentang langit, mengorbankan segala hal hingga ia sendiri tersegel selama ribuan tahun. Memikirkan itu semua, Xiao Xuan merasa bersalah pada para pasukan nya yang bahkan sampai sekarang masih menunggu untuk di bangkit kan.
Aku akan bersenang senang dengan hidup ku yang sekarang..
Setelah beberapa lama, Hua Hong tampak selesai dengan meditasi nya. Pria serba merah itu sudah terlihat penuh energi, dengan sekali jentikan jari saja seluruh penampilan nya sudah kembali paripurna seperti hari hari biasa.
"Kita akan meninggalkan tempat ini, cepat bergegas." Membantu Hua Hong berdiri , Xiao Xuan dapat merasa aliran energi spiritual di dalam tubuh pria serba merah itu sudah teratur.
"Tuan, aku masih mampu menopang tubuh ku sendiri." Berkata dengan senyum cerah, pria serba merah itu memang paling suka berdekatan dengan tuan majikan
"Baik lah, tidak usah terburu buru.." Xiao Xuan mulai melompat keluar dari istana kekaisaran di ikuti Hua Hong di belakang nya.
Ternyata kerusakan di luar istana lebih parah dari pada istana kekaisaran sendiri. Barang berantakan di sepanjang jalan, juga ada banyak orang terbaring di mana mana.
Hua Hong melihat tuan majikan yang melihat orang lain yang menjadi korban dengan mata datar, masih tetap tidak peduli dengan sekitar. Tetapi setidak nya tuan majikan nya tadi peduli dengan kondisi nya. Jika itu majikan nya saat dulu, ia mungkin hanya akan di tinggal untuk memulihkan diri sendiri.
"Tuan, Kita akan kemana..?" Hua Hong yang memang tidak bisa diam sudah mulai banyak bertanya lagi.
Masih dengan berlari, Xiao Xuan hanya menjawab dengan singkat..
"Hutan Hitam. "
.
.
.
.
.
......BERI KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
... AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
__ADS_1