RATU HITAM

RATU HITAM
32. Keributan Yang Merepotkan


__ADS_3

.


.


.


.


.


Hari silih berganti, kehidupan akan terus berputar setiap saat.


Menjalani kegiatan sehari hari nya yang membosan kan.


Lewat satu Minggu setelah pembukaan aula bunga milik bangsawan misterius di ibu kota. Berita tentang aula bunga, tempat yang menyediakan berbagai macam hiburan itu sudah terdengar di mana mana.


Setiap hari nya bangunan yang terdiri dari empat lantai itu selalu penuh dengan pengunjung, bukan hanya dari dalam kekaisaran. Bahkan tidak sedikit pula yang jauh jauh datang dari kerajaan lain.


Lantai dasar biasa di gunakan oleh rakyat biasa dengan biasa masuk lima koin emas.


Sedangkan lantai dua yang di buat lubang di tengah nya agar dapat melihat lebih jelas dari atas. Lantai ini biasa di gunakan oleh para bangsawan dengan biaya masuk lebih mahal, Dua puluh koin emas untuk satu orang.


Di lantai tiga bisa di katakan untuk pelanggan khusus yang sudah memiliki kartu anggota. Mereka biasa nya akan rutin datang setiap hari dan membayar lebih.


Jika tidak memiliki kartu anggota, mereka yang ingin menempati lantai tiga harus membayar tujuh puluh koin emas untuk satu orang nya.


Biaya masuk yang begitu mahal tidak membuat mereka yang hendak datang menjadi enggan, justru karena harga yang mahal itu membuat mereka semakin tertarik untuk berkunjung lagi dan lagi.


Ini juga di sebabkan oleh mantra pemikat yang di pasang Hei Xuan pada para gadis penari di panggung.


Melihat semua orang berebut untuk datang ke tempat nya, Hei Xuan dan saudara Hua sedang berada lantai empat. Melihat tempat mereka yang berkembang sangat pesat.


Sambil sesekali mengawasi Bangunan seberang jalan yang tepat berhadapan dengan aula bunga milik mereka.


Bangunan yang sudah selesai dalam proses perbaikan itu akan di gunakan untuk bisnis Oleh Hei Xue, Kakak selir Yun yang memiliki jiwa yang tidak bisa lepas dari tumpukan koin emas.


Bersantai sambil menikmati cemilan yang mereka beli saat di jalan. Hei Xuan bahkan ikut berbaring malas bersama saudara Hua yang lain.


Mereka yang sesekali saling mengejek dan menertawakan satu sama lain tampak tidak memiliki beban di pikiran nya, Hei Xuan yang melihat mereka bercanda bersama sangat manis sebagai saudara.


Memejamkan mata untuk beristirahat sejenak, Hei Xuan mendengar suara ribut yang sangat mengganggu.


Bukan berasal dari saudara Hua, namun suara itu berasal dari bawah, lebih tepat nya di lantai dasar.


Kesal karena tidak bisa mengabaikan orang yang membuat keributan di aula bunga milik nya.


Hei Xuan bangun dengan tiba tiba mengagetkan Hua Zi yang sedang makan hingga tersedak.

__ADS_1


" Tuan! Mau kemana..?" Tanya Hua Hong saat melihat Hei Xuan mengambil jubah hitam milik nya.


"Membereskan kekacauan.." Menjawab sambil beranjak turun sambil mengenakan jubah hitam milik nya.


"Kakak tertua.. apa yang terjadi..?" Tanya Hua Bai yang sama bingung nya dengan saudara yang lain.


Segera mengenakan jubah meski tidak tahu apa yang terjadi, di antara mereka ber enam, Hua Hei adalah yang paling peka dengan sekitar.


"Ada serangga pengacau.." Menjawab dengan malas, Hua Hei bergegas menyusul Hei Xuan di bawah, di ikuti dengan saudara muda nya di belakang.


"Berani nya mengacau di tempat tuan..!" Berseru dengan menggebu gebu, Hua Zi seolah tidak terima waktu makan nya di ganggu oleh pengacau tidak jelas.


"Benar benar mengacau kan hari hari yang damai.." Bergumam pada diri sendiri, Hua Lan harus merelakan waktu nya membaca buku untuk ikut turun dan melihat keributan.


Saat mereka sampai di lantai bawah, Mereka berhenti di belakang Hei Xuan yang masih berdiri di ambang tangga.


"Kenapa tuan..?" tanya Hua Hui yang melihat beberapa gadis sedang membuat keributan dengan penjaga di lantai dasar.


"Tampak nya aku mengenal mereka.." Jawab Hei Xuan yang kemudian memakai tudung jubah nya agar tidak ada yang mengenali nya.


"Apa kau tidak tau..! Aku adalah putri kekaisaran, berani nya kalian tidak memperboleh kan aku masuk..!" Melihat pada asal keributan itu, Hei Xuan dapat melihat wajah yang tidak asing untuk nya.


"Ada apa di sini..?"


Suara yang memecah keributan itu berasal dari tangga, hening seketika.


Bukan apa apa, mereka yang sudah sering berkunjung akan tahu siapa orang orang yang sedang mengenakan jubah hitam itu.


"Siapa yang berani membuat keributan di tempat ku.." Suara dengan nada dingin itu seakan menekan udara di sekitar nya.


"Heii kau!.. Orang rendahan seperti mu berani tidak hormat pada ku..!" Gadis itu tidak lain adalah putri ke tiga dari kekaisaran, Xiao Ling Zhi dan beberapa gadis bangsawan lain nya.


" Manusia lemah seperti mu tidak pantas!" Bukan Hei Xuan yang menjawab, itu suara Hua Hong yang tampak geram dengan ras manusia yang bertingkah seolah paling kuat.


"Siapa orang rendah ini, berani nya berbicara lancang di depan sang putri.." Saut gadis dengan pakaian mencolok yang berdiri di samping Xiao Ling Zhi.


Cek Cok antara Hua Hong dan para gadis itu berlanjut, sedangkan Hei Xuan dan yang lain nya dengan santai menonton sambil sesekali mereka akan membuat suasana semakin panas.


"Benar Hong..! Hajar saja si sialan itu.." Hua Bai


" Cepat! Hong, pukul gadis busuk itu!" Hua Zi


"Saudara Hong, Tenang lah sedikit.." Hua Lan


Plakkk...


Suara tamparan keras itu berasal dari Hei Xuan yang memukul wajah Xiao Ling Zhi dengan tangan nya sendiri.

__ADS_1


"Kau.. Kau berani memukul ku..!" Tersungkur karena tamparan Hei Xuan bukan lah main main.


"Apa kau tahu hukuman untuk melukai anggota kekaisaran.." Saut gadis yang menurut Hei Xuan adalah nona muda dari keluarga Ji. Membantu Xiao Ling Zhi, sepupu nya untuk berdiri.


"Kenapa tidak..?" Berkata dengan santai, Hei Xuan mengangkat tangan kanan nya yang tadi ia gunakan untuk memukul adik tiri nya itu.


Hua Hong dengan sigap langsung mengeluarkan kain sutra untuk membersihkan tangan kanan tuan nya yang kotor.


"Tuan, wajah nya mengotori tangan mu.." ucap Hua Hong sambil terus mengusap tangan tuan nya dengan kain berulang kali.


"Lihat, tangan tuan itu penuh dengan bubuk putih.."


" Itu tadi yang di gunakan untuk memukul putri kan..?"


"Hahahaha, apa wajah putri itu juga penuh dengan bubuk tebal."


Hahahaha..


Hahaha..


Suara tawa dan bisikan terdengar dari seluruh penjuru bangunan, Hei Xuan tersenyum puas saat mendengar tidak sedikit dari para bangsawan yang juga mencibir bagaimana sikap putri kekaisaran yang membuat keributan di aula bunga.


"Suruh pengurus membereskan sisa nya." Berkata pada Hua Bai dengan santai.


"Baik tuan.." Jawab gadis rubah itu dengan patuh.


Saat Hei Xuan melangkah pergi, Hua Hong melempar kain sutra yang tadi di gunakan untuk membersihkan tangan tuan nya.


"Ambil bubuk putih mu itu.." Melempar nya tepat pada wajah Xiao Ling Zhi yang sudah merah terbakar amarah karena di permalukan.


Setelah Hua Bai kembali, mereka ber enam dengan segera menyusul Hei Xuan yang sudah jauh di depan.


.


.


.


.


.


....... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


..AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰


..... .....

__ADS_1


...__terimakasih sudah membaca__...


__ADS_2