RATU HITAM

RATU HITAM
28. Hei Xuan


__ADS_3

.


.


.


.


.


Langit malam yang gelap dengan cahaya bulan memang memanjakan mata, bersinar di antara bintang bintang yang lain.


Tampak gadis dengan pakaian hitam sedang bersandar di dahan pohon, berbaring di dahan besar tanpa kesulitan.


melihat langit malam dengan tatapan kosong, Seperti ada sesuatu yang mengganggu pikiran nya.


Ia tengah teringat dengan pria tua Bai dari dunia atas, atau yang biasa di sebut dengan Alam Para Dewa.


Jika pria tua itu sudah mati setelah menyegel ia di kuil waktu itu, lalu siapa sekarang yang memimpin dunia atas..?


Lalu siapa yang meneruskan keturunan nya..?


Apa mungkin garis darah dewa yang ia miliki ikut mati bersama nya..?


Banyak pertanyaan di dalam otak nya, gadis itu beranjak melompat turun dari dahan pohon.


Berjalan masuk melewati gerbang besar bertuliskan istana hitam. Hanfu tipis yang di kenakan gadis itu tampak berkibar terkena terpaan angin malam.


Saat ia sudah masuk , gerbang yang terbuka lebar itu tertutup dengan sendiri nya.


Berjalan menuju istana inti yang merupakan tempat tinggal nya.


Gadis yang berjalan tegap dengan wajah tegas itu menguarkan aura dingin di sekitar nya, bahkan asap hitam yang keluar dari tubuh nya dapat di lihat dengan mata telanjang.


Berbeda dengan istana pada umum nya, jika istana yang sering ada akan di dominasi dengan warna berkilau dari lapisan emas juga kayu kualitas tinggi.


Maka istana yang satu ini di dominasi dengan warna hitam mengkilap yang di hasilkan dari bebatuan meteor hitam.


Saat melewati ruangan yang biasa di gunakan untuk makan bersama dan berkumpul, gadis itu bisa melihat jika keluarga Yun tengah berdiskusi di sana.


Samar sama ia mendengar perbincangan mereka dari kejauhan.


"Ayah, apa yang di kata kan Xuan memang benar, kita harus mengganti identitas.." Terdengar suara selir Yun yang tengah membujuk ayah nya.


"Tapi.." Terdengar dengan nada yang seolah ragu...


Gadis yang tengah menguping itu kembali mempertajam pendengaran nya.


"Iya ayah.. kita tidak akan bisa memasuki kekaisaran dengan identitas keluarga Yun bukan..?" Berganti Yun Xue yang mulai mengutarakan pendapat nya.

__ADS_1


Sedangkan dari kejauhan, gadis yang tengah memperhatikan mereka itu dapat melihat jika Yun Yao sebagai kepala keluarga sudah mulai goyah.


"Ayah, bagai mana kita dapat berdagang jika masih menggunakan marga Yun..?" tanya Yun Xue yang memang tidak bisa di pisah kan dari dunia bisnis.


"Benar..! apa kita akan terus bergantung pada Xuan dan saudara nya..? Mungkin saja keluarga Yun sekarang menjadi buronan di ibu kota.." Saut selir Yun yang menyadari jika kesalahan meninggalkan istana kekaisaran itu akan di hukum penggal.


Terus saja membicarakan apa yang akan terjadi jika masih menggunakan identitas keluarga Yun, selir Yun dan Yun Xue sangat kompak untuk mempengaruhi ayah nya. Jika kemarin mereka berdua mampu mempengaruhi ibu nya, kenapa hari ini tidak bisa dengan ayah nya..?


Pusing dengan dua anak nya yang terus saja bicara, Ji Qian yang tidak tahan mulai angkat bicara.


"Benar apa yang di kata kan Xuan, kita memang harus mengganti identitas jika ingin memasuki kekaisaran."


Melihat kepada Ji Qian, Yun Yue dan Yun Xue menatap ibu nya dengan mata berbinar.


Haihhh..


Menghela napas berat, jika istri nya sudah bicara seperti itu apa lagi yang bisa ia katakan..?


"Baiklah,, baiklah.. dengar kan kalian saja.." Menjawab dengan lesu, Yun Yao benar benar tidak bisa menolak sekarang.


"Yahhh!..."


"Bagus sekali...!"


Bersorak dengan penuh kemenangan, Yun Xue dan Yun Yue memang saudara kembar yang kompak dalam segala hal.


"Sekarang kalian akan menggunakan marga Hei.."


"Kau.. sejak kapan ada di sini.."


Berbicara dengan cepat, Yun Xue adalah yang paling kaget di antara yang lain.


"Jika kalian mengikuti marga ku, maka kalian juga anggota dari istana hitam ini.."


Mengabaikan pertanyaan Yun Xue, gadis itu berjalan mendekat. Mengeluarkan mangkuk teh kecil, kemudian meletak kan nya di atas meja.


Masih melihat apa yang akan di lakukan oleh gadis itu, Yun Xue adalah yang paling tidak bisa diam.


"Adik, apa yang akan di lakukan keponakan..? " Berbisik pada Yun Yue. Namun hanya gelengan yang di dapat sebagai jawaban.


Kemudian mengeluarkan belati kecil dari lengan baju nya.


Gadis itu menggores telapak tangan kanan nya dengan belati hingga mengeluarkan darah.


"Xuan!.. apa yang kamu lakukan.. Kenapa menyakiti diri mu sendiri.?" berseru dengan cemas, selir Yun dengan segera melangkah mendekat pada Xiao Xuan.


"Diam di sana.."


Entah apa yang terjadi, selir Yun merasa tidak dapat membantah apa yang di katakan oleh putri nya sendiri.

__ADS_1


Suasana hening untuk beberapa saat, mereka yang memperhatikan apa yang di lakukan gadis di depan nya dengan melukai telapak tangan nya sendiri.


Saat darah mulai menggenang di telapak tangan nya, Xiao Xuan meneteskan darah merah yang masih segar itu pada mangkuk teh yang tadi ia keluarkan.


Mereka yang melihat itu di buat kaget sekali lagi, Darah yang tadi masih berwarna merah tiba tiba menghitam saat mulai menetes dan jatuh di dalam cangkir.


Terlebih lagi dapat di lihat jika darah itu mengeluarkan asap hitam yang mengepul di sekeliling nya.


Saat di rasa cukup, Xiao Xuan menarik lagi tangan nya yang masih terulur. Mengusap telapak tangan yang tadi masih mengeluarkan darah.


Lebih mengejut kan lagi saat sudah mengusap luka itu, luka gores yang masih berdarah itu menghilang tanpa bekas sedikit pun.


Menyaksikan itu, mereka tidak sadar sedang menahan nafas.


"Apa yang kalian tunggu, tetes kan darah kalian juga.."


Dengan cepat mengambil belati yang di sodorkan Xiao Xuan, selir Yun adalah yang pertama meneteskan darah nya, kemudian bergantian dengan yang lain.


Saat semua darah sudah bercampur, Xiao Xuan membuat formasi yang akan mengikat mereka menjadi sedarah dengan nya.


"Minum darah itu.."


Mengikuti apa yang di katakan Xiao Xuan dengan patuh. Setelah mereka meminum darah itu, Keluarga Yun benar benar akan menghilang selama nya.


"Mulai sekarang, kita adalah keluarga Hei.."


Memberi keputusan seolah ia adalah tetua nya. Mulai sekarang, Tidak ada lagi Xiao Xuan..


"Kakek Hei Yao , nenek Hei Qian , paman Hei Xue , dan ibu ku Hei Yue."


Mengangguk dengan patuh, mereka seolah sudah bisa di kendalikan oleh Xiao Xuan... Ohh bukan..!


Mulai sekarang ia sudah berganti menjadi Hei Xuan .


.


.


.


.


.


....... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


.. AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰


.. ..

__ADS_1


... __Terimakasih sudah membaca__...


__ADS_2