
.
.
.
.
.
Suasana Paviliun milik selir Yun masih sunyi. Seperginya Xiao Xuan, Selir Yun hanya berdiam diri duduk di atas ranjang. Tidak beranjak melakukan apapun, ia hanya memangdang kebun obat nya dari jendela kamar.
Memikirkan bagaimana nasib keluarganya di masa mendatang. Sebagai panasihat yang di Istana kekaisaran, Banyak orang yang berniat menjatuhkan kepala keluarga Yun.
Belum lagi semenjak Kakak nya membuat asosiasi perdagangan yang menguasai seluruh pasar di kekaisaran.
Saat saat berjaya seperti ini membuat ia khawatir berkepanjangan.
Menguasai pasar, berarti juga menguasai ekonomi rakyat kekaisaran.
Mulai banyak teror yang di dapat oleh anggota keluarga Yun , bahkan pelayan yang biasa keluar untuk berbelanja saja tak luput dari ancaman pihak tak di kenal .
Belum lagi muncul beberapa tahun ini, isu tentang keluarga penasehat Yun akan melakukan pemberontakan,tersebar di kalangan rakyat. Kabar burung yang entah berasal dari mana itu sudah membuat seluruh kekaisaran gempar.
Bahkan sampai masuk ke istana kaisar sendiri, mungkin kaisar masih bisa terlihat tetap tenang dan seolah mengabaikan kabar tersebut.
Tetapi, Selir Yun mengetahui jika kaisar diam diam terus mengawasi keluarga Yun . Menaruh banyak mata mata di kediaman penasehat Yun , Bahkan kaisar memantau paviliun milik nya, juga paviliun milik putri nya, Xiao Xuan.
Sampai sekarang belum di ketahui, siapa sebenarnya yang memulai isu tersebut. Apakah pejabat dari istana kekaisaran, atau saingan perdagangan keluarga Yun.
Tapi tujuannya sangat jelas, dalang di balik semua ini adalah untuk menghabisi seluruh keluarga Yun tanpa sisa.
Keluarga Yun yang dari dulu selalu mengabdi untuk istana kekaisaran, kini menjadi bulan bulanan rakyat kekaisaran sendiri.
Meninggalkan selir Yun yang masih termenung di kamar nya, Xiao Xuan sedang berjalan menuju paviliun miliknya. Paviliun milik para putri terletak tidak jauh dari istana Harem.
Xiao Xuan melewati taman bunga di sepanjang jalan, Bunga dengan beragam jenis dan warna.
Namun, ada satu bunga yang terlihat aneh. Bunga yang hanya ada tangkai tanpa daun itu tampak sangat akrab. Dengan warna merah menyala yang membuat bunga itu tampak lebih mencolok.
__ADS_1
Xiao Xuan mendekat pada bunga yang terlihat sangat akrab olehnya. Melihat lebih dekat untuk memastikan bunga apa yang membuatnya tertarik.
"Adik.. Kau sedang apa..? "
Terperanjat kaget, Xiao Xuan yang tidak waspada itu menoleh. Melihat siapa yang menyapanya .
Terlihat pemuda yang mengenakan Hanfu mewah Kekaisaran, dengan banyak pengawal yang mengikuti di belakang nya.
Petarung tingkat 1 Elemen Api.. Apa dia putra mahkota..?
"Salam Putra mahkota .. " Memberi salam dengan sedikit membungkuk, Seorang putri harus memiliki Sikap yang anggun bukan..?
"Tidak perlu seperti itu adik, kau dari mana..?" Tanya putra mahkota , Xiao Xun.
"Ahh kakak, Adik dari Paviliun ibu .." Jawab Xiao Xuan yang sedang bertingkah sebagai seorang Putri yang lemah lembut.
"Apa kau akan pulang..? Bagaimana jika Kakak mu ini mengundangmu minum teh di Paviliun ku ."
Seolah memaksa, tanpa persetujuan. Putra mahkota langsung menggandeng Xiao Xuan berjalan menuju paviliun miliknya yang terletak paling dekat dengan paviliun milik kaisar.
Di sepanjang jalan, pelayan dan prajurit yang berjaga akan membungkuk, memberi hormat pada Sang putra mahkota.
Bahkan banyak pelayan yang menggosip bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih.
Sampai pada paviliun yang besar dan megah. Terlihat banyak pelayan yang berlalu lalang. Ada kolam buatan yang terletak di belakang paviliun.
Ada gazebo di dekat kolam buatan yang lumayan besar itu, penuh dengan bambu di sekeliling nya.
Jika di lihat lebih jelas lagi, ada banyak ikan ikan kecil di dalam kolam. Ada beberapa juga yang besar, Apa bisa di masak..?
"Adik , mari duduk di sana.." menunjuk pada gazebo di dekat kolam itu.
Menjawab dengan anggukan, Xiao Xuan Mengikuti langkah putra mahkota menuju gazebo.
Setelah putra mahkota dan Xiao Xuan duduk, pelayan menyiapkan teh dan beberapa kue.
"Tinggalkan kami berdua.." ucap putra mahkota kepada para pelayan dan pengawal yang mengikutinya.
"Baik yang mulia.." para pelayan dan pengawal dengan patuh Bergegas meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Hening....
Suasana tenang di iringi suara bambu yang saling berbenturan akibat hembusan angin.
"Adik apa tadi kamu melihat bunga merah itu..?" Tanya putra mahkota memulai pembicaraan.
"Iya kakak, itu bunga apa..?" Jawab Xiao Xuan, rasa penasarannya sungguh sudah membuncah.
"Lain kali jangan mendekat ke bunga itu.. Haihhh..." Menghela nafas beras, putra mahkota seakan terganggu dengan masalah bunga dengan warna merah tersebut.
"Adik, orang orang menyebut bunga itu dengan nama bunga iblis. kemunculan bunga itu tidak di ketahui dari kapan. Dari dulu, bunga itu di lindungi segel. Jika ada yang mendekat, orang itu akan mati mengering. Jadi adik, jangan mendekat pada bunga itu. " Jelas putra mahkota sambil melihat langit yang mulai gelap.
"Hari sudah hampir gelap, kakak.. Adik akan kembali pulang ke paviliun.." Beranjak dari duduk, Xiao Xuan melangkah keluar dari gazebo.
"Aku akan mengantarmu ke depan.." Saut putra mahkota, ikut berdiri mengejar Xiao Xuan yang sudah berjalan keluar.
"Tidak perlu, Sebaiknya kakak istirahat saja.." Tolak Xiao Xuan dengan senyum lembut.
Tertegun, Putra mahkota seolah tersihir oleh senyum Xiao Xuan yang membuatnya melamun.
Tersadar saat Xiao Xuan sudah hampir sampai di gerbang.
"Ohhh.. Baiklah, hati hati di jalan.."
Xiao Xuan tertawa dalam hati, bunga yang ia lihat tadi ternyata memang bukan bunga biasa..
Hoho.. targetku malam ini adalah bunga itu..
.
.
.
.
.
.....BERI KRITIK DAN SARAN😉
__ADS_1
..JANGAN LUPA DUKUNGAN, AGAR PENULIS BISA MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK🥰