
.
.
.
.
.
Matahari yang bersinar cerah tidak mampu mengubah raut wajah pria dengan surai perak di dalam kamar nya.
Lewat berhari hari setelah ia pergi melihat perayaan Lentera bersama gadis pujaan nya.
Bukan merasa senang, mimik wajah nya menunjuk kan bahwa ia sedang dalam suasana hati yang buruk.
Tok.. Tok.. Tok..
"Yang mulia, Ada,,"
Prangggggg....
Belum sempat menyelesai kan ucapan nya, pelayan yang ber diri di depan pintu itu sudah merasa nyawa nya berada di ambang kematian.
Entah benda apa lagi yang telah di lempar kan setiap ada yang mengetuk pintu kamar itu.
"Sudah aku kata kan..! pergi..!" Suara menggelegar itu berasal dari pria yang berada di dalam kamar.
"Tapi yang mulia.."
"Pergi sekarang...!"
Haihh.. Beberapa pelayan yang berdiri di depan pintu itu menghela napas dengan berat.
Ini sudah hari ke lima pria dengan surai putih keperakan itu mengurung diri di dalam kamar.
Tidak menemui siapa pun, atau pun menerima tamu manapun.
"Bagai mana..?" tanya Li Fu pada para pelayan yang baru saja kembali dari kamar tuan majikan nya.
"Maaf tuan, yang mulia tetap tidak ingin keluar." menjawab dengan pelan, salah satu dari pelayan itu mewakili yang lain nya.
"Kami pantas di hukum tuan.." Berlutut dengan ber samaan, para pelayan itu merasa telah melakukan sebuah kesalahan.
"Sudah lah, kalian boleh pergi.." Ucap Li Si yang memang tidak ber harap para pelayan itu bisa mem bujuk majikan mereka.
"Terima kasih tuan..!" Membungkuk memberi hormat sebelum meninggal kan dua pengawal pribadi majikan besar mereka.
"Haihhh.. Sebenar nya ada apa dengan tuan..?" tanya Li Fu pada rekan nya itu.
__ADS_1
"Tidak tahu.."
"Haihh.. " Menghela nafas lagi dan lagi, Li Fu seolah lelah dengan majikan nya yang tidak jelas akhir akhir ini.
"Ohhh.. Apa mungkin karena calon nyonya..?" berseru pada Li Si dengan penuh keterkejutan.
"Hemm..?" memikir kan apa yang baru saja di ucap kan rekan nya itu, Li Si kadang juga mengakui kecerdasan Li Fu dalam melihat situasi.
"Benar kan..!" Saut Li Fu dengan bangga, bagai mana pun otak nya yang gemar ber gosip itu juga sangat berguna.
"Mungkin saja.." jawab Li Si dengan singkat.
Memikir kan kembali, kenapa majikan mereka tidak dalam suasana hati yang baik setelah menghabis kan banyak waktu bersama gadis pujaan nya.
Biasa nya meski hanya melihat dari kejauhan , majikan mereka akan terus ter senyum hingga beberapa hari setelah nya.
"Ahhh.. aku ingat..! saat perayaan aku mendengar jika calon nyonya sebenar nya sudah memiliki tunangan di dunia tengah..!" Ucap Li Fu dengan penuh semangat untuk memulai gosip.
"Benar kah..?" tanya Li Si yang mulai ber minat dengan gosip rekan nya itu..
"Tentu saja..! Aku mendengar dari rakyat yang menghadiri penjamuan, tunangan calon nyonya adalah jendral muda. Kau tahu, apa yang di bicara kan ..?"
Li Fu ber kata dengan nada menggoda agar membuat rekan nya itu semakin penasaran dengan apa yang akan ia ucap kan.
Benar saja, Li Si tampak mulai semakin penasaran dengan gosip apa yang di dapat oleh Li Fu.
"Apa..?" Tanya Li Si semakin mendekat pada rekan nya itu.
Brakkkkk....
Melompat karena ter kejut, Li Si dan Li Fu tanpa sadar langsung mengeluar kan pedang dan memasang sikap siap bertarung.
"Siapa yang berani..!"
Ke dua pengawal itu lebih terkejut lagi setelah melihat siapa yang sedang ber diri di hadapan nya.
Pria dengan surai perak dan penampilan yang masih berantakan.
Menatap mereka ber dua dengan mata yang penuh amarah.
"Kata siapa Xuan ku memiliki tunangan..!" Suara yang terkesan dingin itu seperti menusuk tepat di jantung.
Brukkk..
Brukkk..
"Kami tidak berani tuan..!"
Menjatuh kan diri dengan cepat. Li Si mengutuk diri nya sendiri yang tadi sempat ber pikir untuk mendengar kan rekan nya yang suka ber gosip.
__ADS_1
Begitu juga Li Fu, pengawal yang sedikit lebih pendek dari Li Si itu sedang memutar otak nya agar ter hindar dari amarah majikan besar nya itu.
"Tuan sangat hebat, tidak ada yang pantas ber sanding dengan nyonya selain tuan.."
Apa pun yang ter jadi, menyelamat kan nyawa kecil nya adalah yang paling penting.
Mendengar apa yang du ucap kan rekan nya itu, Li Si benar benar mengakui mulut manis Li Fu yang sangat lihai memuji.
Memang benar ada nya, raut wajah tuan majikan mereka tampak lebih santai setelah mendengar pujian dari pengawal nya itu.
"Tidak ada yang mampu bersaing dengan tuan.." Li Fu tidak ada habis habis nya mengata kan kata kata manis.
Terus puji untuk menyelamat kan nyawa kecil ku ini..
"Nyonya hanya akan menyukai tuan seorang.." Melirik pada tuan majikan nya yang sudah tidak lagi di selimuti amarah. Li Fu dapat ber nafas dengan lega, nyawa nya aman sekarang.
"Benar..! Hanya aku yang akan menikah dengan Xuan ku.." Ber kata dengan penuh percaya diri, Bai Jin Xi menjentik kan jari nya dan cahaya yang menyilaukan keluar menyelimuti seluruh tubuh nya.
Beberapa saat setelah cahaya itu menghilang, Li Si dan Li Fu dapat melihat majikan mereka sudah ber ganti pakaian dan tampak sangat segar.
"Kalian urus pria sialan itu.." memberi perintah pada dua pengawal nya. Bai Jin Xi melangkah melewati mereka yang masih ber lutut.
"Segera laksanakan tuan..!" Menjawab dengan serempak.
Sesaat mereka mengangkat kepala, pria dengan pakaian putih itu sudah tidak lagi berdiri di tempat nya.
Saling pandang satu sama lain, Li Si dan Li Fu segera bangkit berdiri.
Tingkah majikan mereka itu benar benar semakin aneh setiap hari nya.
Dan sekarang mereka ber dua di perintah kan untuk memberi pelajaran pada saingan cinta nya.
Apa mungkin semua ini karena cemburu..?
.
.
.
.
.
......BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
..... .....
__ADS_1
...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...