RATU HITAM

RATU HITAM
52. Dewa Judi


__ADS_3

.


.


.


.


.


Suara riuh sorak dan tepuk tangan terdengar sangat nyaring.


Di luar bangunan dengan dua lantai itu tampak sudah mulai siang.


Sedang kan para pengunjung yang ada di dalam bangunan itu semakin ramai saja.


Banyak yang ber bondong bondong datang untuk melihat pemuda yang mempu menguras hampir seluruh emas di rumah per judian.


Setelah meja dadu di tutup, pengurus dari rumah judi itu membawa Hei Xuan naik ke lantai atas untuk per main an khusus Judi Batu.


Bukan hanya di meja dadu, pemuda dengan jubah hitam itu juga ter lihat sudah beberapa kali me menang kan batu per mata di meja per judi an batu .


"Apa ada yang berani ber taruh untuk batu ini..?" Seru se orang pelayan wanita dengan pakaian yang lebih ter buka dari pada pelayan lain.


"Siapa yang berani ber taruh dengan siluman kecil ini..!"


"Benar..! Apa kita akan ber taruh dengan sia sia..,?"


"Yaa..! pemuda ini sudah menang beberapa kali tadi..!"


"Tidak usah ber taruh, percuma saja..!"


"Benar..! Menghabis kan uang saja..!"


Suara saling ber sahutan dari para pengunjung yang lain.


Mereka sudah me nyaksi kan sendiri bagai mana cara main dari pemuda kecil yang ada di hadapan mereka.


Benar.. tebakan Hei Xuan bahkan tidak meleset sedikit pun.


Setiap batu yang ia pilih ketika di belah pasti akan berisi banyak per mata.


"Tidak ada yang ber taruh..?" Tanya pelayan itu sekali lagi.


Tidak ada satu pun di antara pengunjung yang mengangkat tangan.

__ADS_1


"Baik lah,, Batu ini menjadi milik tuan muda ..! Silah kan di buka..!" Ber kata dengan pasrah.


pelayan wanita itu benar benar mengakui kemenangan pemuda di depan nya itu bukan se kedar ke beruntungan.


Seorang pria kekar yang ber tugas mem belah batu segera melaksana kan tugas nya.


Pranggg...


Batu Ter belah menjadi dua.


Benar saja, per mata yang ter simpan di dalam batu itu mem buat orang orang ter peranga.


"Itu.. itu..,! Itu benar benar benar .." Ber kata dengan ter gagap.


Pria yang ber tugas mempelah batu tadi hampir saja ke hilangan ke sadaran karena ter kejut.


"Permata merah..!"


Suara teriakan itu berasal dari pengurus rumah judi yang segera ber lari untuk melihat lebih dekat batu permata yang baru saja di belah.


"Wahh, kau dengar itu..!"


"Tentu saja..! "


"Ter nyata ini batu permata merah yang sangat langka itu..?"


"Aku sangat ber untung dapat melihat per mata merah seumur hidup ku..!"


Benar..! Sangat beruntung datang hari ini..!"


Melihat betapa antusias nya orang orang di sana dengan mati per mata itu.


Hei Xuan memejamkan mata nya dengan per lahan.


Mencoba lebih menajam kan pen dengaran nya untuk mencari tahu apa ke gunaan batu per mata merah di hadapan nya.


"Wahhh,, Aku harus melapor mata majikan ku..!" Ucap pria yang ber pakaian layak nya seorang pengawal elit.


"Kenapa harus melapor..?" Tanya pria yang ada di samping nya.


" Tentu saja..! Batu per mata merah ini sangat langka..!" Jawab seorang pelayan wanita yang ada di sana dengan asal.


"Apa begitu..?" Tanya pria itu lagi..


Tentu saja tidak..! Batu per mata merah ini sangat ber guna untuk meningkat kan pelatihan petarung dengan elemen api..!" Jawab pria dengan pakaian pengawal tadi..

__ADS_1


Memang benar, orang dengan elemen api memiliki fisik yang sangat kuat.


Namun dalam segi pelatihan orang dengan elemen api sangat sulit untuk men dapat ke naikan setelah mencapai pelatihan petarung.


Cara yang biasa di guna kan untuk me nopang pelatihan mereka agar men dapat ke majuan adalah mengasing kan diri di tempat yang di penuhi dengan hawa panas.


Seperti puncak gunung berapi yang masih memiliki daya hidup.


Namun mengguna kan cara ini memungkin kan resiko yang ter lalu tinggi hingga mengancam nyawa jika se waktu waktu gunung itu meletus atau ter jadi bencana alam lain nya .


Maka dari itu, banyak orang orang dengan elemen api mengguna kan energi dari batu per mata merah untuk melanjut kan pelatihan.


"Lalu apa bisa di gunakan untuk elemen lain..?" Tanya pria itu lagi.


"Tentu saja.,!.. Tidak tahu lah.. Aku harus segera memberi tahu majikan ku dulu." Jawab pengawal itu sebelum ber gegas pergi meninggal kan rumah per judian.


Membuka mata dengan senyum penuh makna, Hei Xuan sedang memikir kan sesuatu dalam otak cantik nya.


"Bagai mana jika aku melelang permata merah..?"


Per kataan Hei Xuan benar benar membuat se isi rumah per judian itu hening seketika..


Batu permata merah yang sangat langka itu tidak ingin di gunakan secara pribadi.


Namun malah berencana untuk melelang nya dengan begitu saja..?


Atau jangan jangan permata merah sudah tidak ber harga lagi..?


Benar benar sulit di pikir kan..


"Dewa judi dari mana ini..?


.


.


.


.


.


......... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


.... JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPAN NYA🥰

__ADS_1


..... .....


......••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••......


__ADS_2