
.
.
.
.
.
Mentari pagi yang cerah, angin semilir yang nyaman, ataupun matahari sore yang tenang. Semua yang biasa di nikmati sehari hari tidak dapat di rasa kan pada tempat nya sekarang.
Jika hari hari lalu nya di habis kan dengan bersantai bersama yang lain nya, kini di dunia bawah. Tidak ada waktu untuk bermalas malasan untuk Hei Xuan juga enam saudara Hua.
Terbiasa dengan beragam warna dan bermacam suasana di dunia tengah, Hei Xuan merasa aneh dengan suasana hening juga warna hitam sejauh mata memandang.
Sudah dua hari ia dan yang lain nya berada di dunia tengah. Hari ini ia akan melihat lihat lingkungan sekitar istana nya, apa kah ada yang berubah atau tidak..?
"Kalian di sini saja, aku akan pergi sendiri.." Berkata pada Hua Hei yang sudah siap untuk mengikuti nya.
" Tapi tuan.."
"Aku hanya di sekitar sini.." Sela Hei Xuan sebelum Pria serba hitam itu menyelesaikan ucapan nya.
"Baik lahh.." jawab Hua Hei dengan tidak rela, bagai mana pun mengawal tuan majikan adalah tugas nya.
"Bagus , aku akan pergi sekarang." Berbalik dan melangkah menjauh, Hei Xuan tiba tiba menghentikan langkah nya kemudian berbalik.
"Ajak yang lain bermeditasi di kolam air panas milik ku, itu akan membuat kondisi fisik lebih stabil." Berkata pada Hua Hei yang masih berdiri di tempat nya.
Berlalu pergi tanpa menunggu jawaban Hua Hei, pria serba hitam itu tampak sedikit linglung.
"Ahhh, Ohh baik tuan.." jawab Hua Hei setelah termenung beberapa saat.
Memangdang punggung tuan majikan nya yang semakin menjauh. pria serba hitam itu masih memikirkan apa yang baru saja di ucapkan Hei Xuan.
Tuan majikan nya itu memang sangat banyak berubah. Dulu, bahkan jika mereka terluka parah sekali pun, Hei Xuan yang dulu masih menjadi Hei Yura tidak akan membiarkan ada satu orang pun yang boleh mendekati kolam air panas milik nya.
Kolam di halaman belakang istana inti itu memang bukan sekedar kolam air panas biasa, Di dasar kolam air panas itu sebenar nya tambang batu roh dengan energi spiritual yang berlimpah.
Karena itu pula, meski hanya berdiri di jarak yang cukup jauh dari kolam air panas itu.
Kolam yang di penuhi oleh bambu di sekeliling nya itu seolah menjadi tirai alami untuk mereka yang berendam.
Berendam dan juga bermeditasi secara bersama an, Kolam yang penuh dengan energi spiritual itu membantu mempercepat pelatihan juga penyembuhan dari luka dalam atau pun luka luar.
__ADS_1
Kolam yang begitu berharga , dan sekarang tuan majikan nya menyuruh mereka ber enam untuk menggunakan kolam itu secara cuma cuma.
"Tuan memang benar benar berubah.." Gumam Hua Hei pada diri nya sendiri, pria serba hitam itu bergegas menghampiri saudara saudara nya untuk menyampaikan berita menyenang kan ini.
Meninggalkan mereka yang sedang sibuk masing masing masing di dunia bawah.
Hari ini istana hitam milik Hei Xuan di dunia tengah tiba tiba kedatangan tamu asing.
Hei Yao sebagai kepala keluarga di sana bahkan di buat kebingungan untuk menyikapi tamu yang entah berasal dari mana.
Kemarin saat Hei Xuan berangkat pergi bersama saudara Hua, tiba tiba mereka di kaget kan dengan kedatangan pria yang mengenakan cadar putih dengan dua pengawal di belakang nya.
Saat Hei Xue bertanya Siapa yang mereka cari..? Karna seingat nya, keponakan nya itu berkata jika istana milik nya di lindungi formasi agar tidak dapat di temukan oleh orang lain.
"Ada perlu apa kemari.." tanya Hei Yue yang tidak ingat jika akan ada orang luar yang berkunjung.
Bukan jawaban sesuai dengan apa yang di harap kan oleh mereka, Pria dengan cadar putih itu tanpa sungkan memperkenal kan diri yang malah membuat mereka terkejut bukan main.
"Salam.." sedikit menunduk memberi hormat pada anggota keluarga di depan nya.
"Aku bermarga Bai dan nama ku Jin Xi, Aku adalah suami Hei Xuan, Salam kenal ibu mertua.."
Duarrrrr...
Dan sekarang, pria yang mengaku sebagai suami dari putri nya itu sedang duduk menunggu di aula depan bersama dengan dua pengawal nya.
"Adik apa keponakan tidak bercerita pada mu..?" Tanya Hei Xue pada adik nya yang sedang duduk termenung di depan meja rias kamar nya.
Ini adalah pertanyaan yang entah di ulang berapa ratus kali oleh Hei Xue.
"Haihhh, " Menghela nafas berat, Hei Yue memijit pelipis nya. Pusing memikir kan situasi apa yang sedang ia alami sekarang.
Pria asing yang tidak pernah melepas cadar putih nya itu terus saja menyapa mereka seolah benar benar akrab.
Semakin di pikir semakin membuat kepala nya berdenyut.
Setelah putri nya dan saudara yang lain pergi melakukan perjalanan, datang pria yang mengaku sebagai suami dari putri nya itu.
Meninggal kan pasangan kakak beradik yang masih di Landa kebingungan.
Di aula depan, tempat Bai Jin Xi dan dua pengawal nya sedang duduk menunggu.
Ke dua pengawal itu seolah merinding saat melihat tuan mereka tersenyum dengan sendiri nya.
Memang setelah bertemu gadis yang di akui sebagai istri nya, tuan mereka itu akan tiba tiba tersenyum dengan aneh.
__ADS_1
"Li Si, Li Fu . Apa yang kalian lihat..!" Suara dingin yang menusuk hingga ketulang itu menyadarkan ke dua pengawal itu.
Hampir saja melupa kan temperamen tuan nya yang sebenar nya.
"Kami tidak berani tuan.." jawab ke dua pengawal yang di panggil Li Si dan Li Fu itu secara bersamaan.
"Bagus lah jika begitu." menjawab dengan sinis, pria dengan cadar putih itu benar benar membuat ke dua pengawal nya tertekan.
"Tampak nya tuan hanya akan tersenyum pada gadis itu.." bisik Li Fu saat melihat wajah datar dan dingin seperti tembok di aula itu.
"Diam lah.. Kelak harus memanggil nya nyonya.." Balas Li Si pada Li Fu di samping nya.
Mendengar apa yang baru saja di kata kan oleh pengawal nya, pria dengan cadar putih itu tiba tiba menoleh membuat ke dua pengawal nya itu terkejut bukan main.
"Kau memanggil nya apa tadi..?" tanya Bai Jin Xi pada pengawal nya.
"A.. apa tuan..?" tanya Li Si dengan bingung.
"Kau panggil apa tadi..?" mengulangi kembali pertanyaan nya. Bai Jin Xi menatap pengawal nya itu dengan serius.
"Nyonya.. Nyonya muda.." jawab Li Si dengan gugup, bagai mana pun jika membuat kesalahan akan di hukum berat.
"Bagus..! Kedepan nya panggil seperti itu.."
Ucapan Bai Jin Xi itu membuat otak Li Si dan Li Fu kosong secara mendadak.
Nyonya muda..?
.
.
.
.
.
..... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
.. AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
..... .....
...__terima kasih sudah membaca__...
__ADS_1