
.
.
.
.
.
Dari lantai dua rumah judi ter lihat pria yang mengenakan tudung bambu sedang mengawasi pemuda kecil yang ber main di meja dadu.
Entah kenapa, pria yang hampir seluruh tubuh nya ter tutup oleh tudung itu merasa tidak asing dengan pemuda dengan wajah cantik itu.
"Yu Hai..! Cari tahu siapa pemuda itu.." memberi perintah pada penjaga gelap nya.
"Baik tuan..!" jawab pria dengan pakaian serba hitam di belakang nya yang entah datang dari mana.
Menghilang dengan sekejap mata, penjaga gelap itu langsung melaksana kan perintah majikan nya.
Melepas tudung bambu yang ia kena kan, ter lihat lah wajah menawan yang sangat mem pesona.
Tidak salah lagi, pria itu adalah putra mahkota Xiao Xun. Pemilik dari rumah judi itu.
Benar, putra mahkota mengguna kan rumah judi itu sebagai tempat mengumpul kan berita tentang wilayah kekaisaran.
Dan juga baru baru ini ia sering mengguna kan rumah per judi an itu untuk per temuan rahasia dengan pejabat atau orang orang suruhan nya yang menyelidiki kasus kediaman Yun .
Meletak kan tudung bambu nya di atas meja, Xiao Xun menghela nafas berat ketika mengingat adik dan juga ibu angkat nya.
Kembali melihat pada pemuda kecil yang menguasai meja dadu di lantai bawah.
Hanya sebentar dan koin emas di depan nya sudah semakin menumpuk lagi.
"Siapa sebenar nya pemuda ini.." gumam putra mahkota dengan pelan.
Sedang kan di meja permainan dadu, Hei Xuan benar benar menggempar kan pengunjung rumah judi dengan kemenangan ber turut turut dalam setiap putaran.
"Ada yang ingin ber taruh lagi dengan ku..?" Tanya Hei Xuan dengan santai.
Gadis yang ber pura pura menjadi seorang pemuda itu terus menutupi separuh wajah nya dengan kipas lipat.
"Benar benar menguasai suluruh meja..!"
"Dari mana asal nya pemuda ini..!"
__ADS_1
"Dia benar benar menguras seluruh emas di meja ini..!"
"Siluman dari mana pemuda ini..!"
Suara seruan ricuh memenuhi rumah perjudian itu.
Semakin banyak yang berkerumun di meja permainan dadu.
Namun bukan ingin ber taruh, mereka hanya ingin melihat bagaimana cara pemuda kecil itu memenang kan tumpukan emas yang mungkin ada puluhan ribu keping.
"Kecil..." Berkata dengan malas, Hei Xuan bahkan bisa menebak dengan benar angka dadu tanpa melihat nya lebih dulu.
Benar saja, setelah pelayan pria yang memimpin per mainan itu memperlihat kan dadu nya.
"Angka nya benar benar kecil..!"
"Wahhh..! ahli dari mana ini..!"
"Benar benar mem buka mata ku..!"
"Penjudi handal dari mana pemuda ini..!"
Suara sorakan riuh kembali ter dengar, bahkan pelayan pria itu benar benar tidak dapat ber kata kata.
Pria muda yang cantik di depan nya ini benar benar sepenuh nya menguasai per judian dadu.
Ber taruh tanpa ragu atau takut sedikit pun.
Selama berkerja di rumah judi itu, ia bahkan tidak pernah ber temu dengan orang yang bisa memang kan per mainan lebih dari tiga kali.
Mengusap keringat di kening nya, pelayan itu hanya bisa memberi isyarat pada penjaga di meja dadu untuk melapor pada pengurus yang ber tanggung jawab atas rumah judi itu.
Jika pemuda di depan nya itu terus melanjut kan untuk ber taruh, maka rumah perjudian ini akan jatuh bangkrut kehabisan modal.
Sedangkan di lantai atas, pria yang tidak lain adalah Xiao Xun itu sedang ber bincang dengan pria paruh baya yang ia tugas kan untuk mengelola rumah judi milik nya itu.
Tidak berapa lama, penjaga yang di suruh pelayan pria di meja dadu itu sampai pada ruangan khusus untuk pemilik.
Mengetuk pintu juga meminta izin masuk.
"Masuk lah..!"
Penjaga itu segera masuk setelah mendapat kan jawaban dari dalam ruangan.
"Ada apa..?" Tanya pria paruh baya yang duduk ber hadapan dengan putra mahkota Xiao Xun.
__ADS_1
"Itu, tuan.. ada pemuda yang memenang kan hampir seluruh emas...."
"Apa..? kata kan dengan jelas..!" Seru pria paruh baya itu dengan tidak sabar.
"Begini tuan..." menjelas kan dengan gugup, penjaga itu mulai ber cerita dari awal hingga keadaan yang sekarang.
Berawal dari datang nya pemuda cantik di meja dadu dengan modal satu keping tembaga hingga memenang kan tumpu kan emas secara ber turut turut.
"Sekarang pemuda itu bahkan sudah memenang kan hampir ratusan ribu keping dan masih tetap ber main.." Jelas penjaga itu melapor kan keadaan di bawah.
Ber beda dengan pengurus rumah judi yang seakan ter kena serangan jantung.
Putra mahkota Xiao Xun sudah men duga jika pemuda yang ia lihat tadi bukan lah pria muda biasa.
"Pemuda ini benar benar berniat menutup rumah judi ku..?" Gumam putra mahkota Xiao Xun
Melihat pria kecil dengan kipas tangan ber warna merah menyala yang sedang ber senang senang di meja permainan dadu.
Namun bukan kesal atau pun marah karena uang nya di kuras habis, Xiao Xun tanpa sadar justru ikut ter senyum melihat pemuda cantik itu.
"Tutup meja dadu, jangan biar kan pemuda itu ber main lebih lama lagi..!" Seru pengurus rumah judi itu setelah menyeimbang kan emosi nya.
"Baik tuan..!" Jawab penjaga yang tadi melapor sebelum akhir nya turun untuk melaksana kan perintah.
Jika pria paruh baya itu sedang kesal bukan kepalang, putra mahkota Xiao Xun justru masih ter senyum sambil terus menatap pemuda yang memenang kan ratusan ribu keping emas dari tempat nya.
"Hmm.. pemuda yang menarik..!"
.
.
.
.
.
........ BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
....JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPAN NYA 🥰
..... .....
...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...
__ADS_1