
.
.
.
.
.
Malam yang gelap telah tiba.
Hanya ada cahaya remang remang dari bulan di atas langit.
Jalanan ibu kota yang masih ramai di terangi oleh sisa sisa lentera dari perayaan tempo hari lalu.
Di salah satu bilik pada lantai tiga bangunan yang bising penuh sorak.
Enam saudara Hua masih menunggu dengan perasaan yang tidak tenang.
Mereka sudah menggunakan perisai pelindung dalam waktu yang lama.
"Kakak Hei, apa seperti ini tidak apa apa..?" tanya Hua Hong yang sudah mulai melemah.
"Iya..! saudara ter tua, kita sudah mengguna kan ter lalu banyak energi." sambung Hua Bai menimpali.
"Benar, Aku sungguh sangat lelah.." keluh pria serba merah itu dengan kasihan.
Aray yang ter pasang di lantai atas itu pasti bukan sembarangan. Aray itu bahkan mampu menyerap energi yang berada di sekitar nya.
Yang mampu membuat Aray pelindung sekuat ini tanpa membutuh kan formasi setidak nya berada pada pelatihan penyempurnaan, atau bisa di sebut setengah dewa.
Melihat saudara bungsu nya yang begitu lemah, memang jika di banding kan dengan saudara tua nya, Hua Hong memang tidak se kuat Hua Zi dan yang lain nya.
"Hua Hong, Masuk kemari..!" segera menarik pria merah itu, Hua Hei semakin mem perkuat perisai milik nya.
"Saudara Hei, ayo menjauh saja dari sini..!" seru Hua Zi yang juga mulai kewalahan.
Jika ia mengguna kan lebih banyak energi, maka Aray yang ada di lantai atas akan menyerap lebih banyak pula.
"Tunggu sebentar lagi.." ucap Hua Hei pada akhir nya.
Memutus kan untuk menunggu sedikit lebih lama lagi, Hua Hei sudah mencoba mengirim sinyal untuk tuan majikan nya yang berada di lantai atas.
Jika mereka sedang ber susah payah mempertahan kan perisai pelindung nya.
Hei Xuan masih ter lelap dalam dekapan pria putih yang sering ia maki.
Merasa ada yang janggal di luar Aray yang ia pasang, pria putih itu merasa jika energi itu seperti milik gadis nya, milik ras iblis.
Menyadari itu Bai Jin Xi membuka mata nya dengan segera.
Menajam kan pengelihatan nya pada asal energi spiritual yang berasal dari lantai tiga.
__ADS_1
Melihat salah satu bilik di lantai bawah nya, Bai Jin Xi menghela nafas lega setelah mengetahui jika mereka tidak lain adalah pengikut gadis nya.
"Li Si..! Li Fu ..!"
"Salam tuan.." entah dari mana asal nya, ke dua pengawal Bai Jin Xi itu tiba tiba muncul setelah di panggil.
"Suruh pelayan Xuan yang ada di lantai tiga itu kembali lebih dulu." ucap pria putih itu dengan pelan.
"Baik tuan.." mengangguk dengan patuh, dua pengawal itu tampak sesekali mencuri pandang melihat gadis dalam pelukan majikan mereka.
"Ohh.. dan juga siap kan kereta yang paling nyaman..." memberi perintah setelah mengingat jika ia akan mengantar pulang gadis dalam pelukan nya.
"Baik tuan.."
Melirik satu sama lain, Ke dua pengawal itu seolah sedang memikir kan hal yang sama.
Ternyata benar benar nyonya muda...
Saat pagi hari tadi, majikan mereka masih dalam suasana hati yang sangat hancur. Namun tiba tiba menjadi begitu ber semangat ter nyata karena perlakuan manis dari nyonya masa depan.
Sungguh perubahan yang sangat pesat.
Melihat ke dua pengawal nya yang tidak segera pergi, Bai Jin Xi memicing kan mata nya kesal.
"Cepat..!" Mendesis pelan, ia tidak ingin mengganggu kenyamanan gadis nya yang masih ter tidur lelap hanya karena rasa kesal nya pada dua pengawal itu.
"Baik..!" segera menghilang dari pandangan pria putih yang sedang di mabuk cinta itu.
Di lantai tiga, enam saudara Hua segera kembali ke hutan hitam setelah yakin tuan majikan mereka dalam keadaan baik baik saja.
Li Fu yang di tugas kan memberi tahu saudara Hua itu tidak lepas dari sedikit gosip yang membuat ia berbunga bunga.
"Kakak Fu, apa benar tuan majikan sedang tidur ber sama tuan Bai itu..?" Hua Hong menyempat kan untuk ber tanya sebelum pergi meninggal kan aula bunga.
"Benar..! aku ber sumpah..! aku sungguh tidak ber bohong..!" Li Fu mengangkat sebelah tangan kanan dengan yakin untuk ber sumpah.
"Lalu.. lalu .. apa tuan mu yang memaksa tuan majikan ku..!" Saut Hua Bai dengan cepat, jiwa gosip dalam diri nya ter gugah mendengar cerita dari Li Fu.
"Sembarangan..! aku melihat mereka saling ber pelukan..! pasti karena keinginan bersama kan..!" jawab Li Fu yang tidak terima tuan nya di tuduh seperti pria cabul.
"Benar kah..? Sungguh..?" Tanya Hua Zi dengan penuh antusias.
Setahu nya , tuan majikan nya selalu menolak pria dengan darah dewa itu. Namun sekarang mereka tidur ber sama dan saling ber pelukan..?
Pergerakan yang terlalu cepat..
"Li Fu..!" Panggil Li Si yang sudah kembali setelah menyiap kan kereta untuk tuan mereka.
"Ohh tidak ..! Kalian cepat kembali dulu..!" Bisik Li Fu pada saudara Hua yang sudah melesat pergi.
"Ayo cepat..! kita harus segera melapor pada tuan kan.." Seru Li Fu pada rekan nya seolah Li Si lah yang memperlambat pekerjaan.
Mengabai kan Li Fu yang terus saja bicara, Li Si segera menyampaikan pada tuan nya jika perintah telah di selesaikan.
__ADS_1
"Kalian tunggu saja di bawah."
Melihat Bai Jin Xi yang hendak menggendong Hei Xuan sendiri. Li Si ber inisiatif menawar kan bantuan.
"Biar kami saja tuan.."
Menggeleng sebagai jawaban, Bai Jin Xi segera mengangkat gadis nya dengan mudah.
"Tidak perlu."
Bergegas turun menuju kereta yang sudah di siap kan, Bai Jin Xi dapat melihat kerumunan orang yang sedang melihat kereta milik nya.
Kereta besar ber lapis kan emas yang memenuhi sisi jalan itu tidak di tarik oleh kuda biasa.
Untuk kenyamanan nyonya masa depan nya, Li Si menggunakan binatang spirit dengan pelatihan yang hampir memasuki ranah.
Binatang yang menyerupai bentuk tubuh singa namun memiliki sayap itu benar benar menarik perhatian.
Mengabaikan pandangan pandangan orang orang yang ada di sana, Bai Jin Xi segera masuk dan membaringkan Hei Xuan di pangkuan nya.
Bulu bulu yang halus dan lembut itu terasa sangat nyaman sebagai alas kursi duduk.
"Jalan.." Memberi perintah pada Li Si dan Li Fu yang duduk di depan menjadi kusir.
"Baik tuan.."
Li Si yang memegang kendali segera mengemudi kan jalan nya kereta.
Suasana tenang sepanjang jalan, bukan berjalan menapak tanah. Binatang spirit itu membawa kereta besar yang di tarik nya terbang di antara awan.
Li Fu benar benar geleng geleng kepala, Dulu tuan majikan nya sangat menjaga kereta megah itu.
Kereta yang tidak boleh di sentuh siapa pun itu akhir nya di gunakan untuk mengantar pulang nyonya masa depan nya.
Benar benar perubahan yang mengejutkan..
.
.
.
.
.
..... **BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
.. JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPAN NYA.🥰
..... .....
...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca**_••...
__ADS_1