RATU HITAM

RATU HITAM
49. Rumah Judi


__ADS_3

.


.


.


.


.


Pagi hari memang sangat cocok untuk berjalan jalan menikmati keramaian ibu kota.


Terlepas dari tuntutan keluarga nya agar segera menggelar pernikahan, Hei Xuan sedang mencoba mencari udara segar.


Benar..!


Saat acara makan malam yang di atur oleh ibu nya untuk mengundang pria putih yang selalu membuat nya kesal hanya dengan melihat nya saja.


Seperti dugaan nya, itu bukan lah sekedar makan malam untuk menyambut tamu biasa.


Ibu nya itu bahkan terus merundung ber tanya tentang pernikahan dan acara perayaan.


Begitu pula dengan nenek Qian dan juga paman Xue nya, mereka justru ingin segera menikah kan Hei Xuan dengan pria putih dengan marga Bai itu.


Sedangkan Hei Yao, sebagai kepala keluarga ia justru mendukung keputusan untuk segera menikah kan cucu perempuan nya.


Menggeram dengan kesal...


Ini semua karena per kataan pria ber nama Bai Jin Xi itu yang ter lalu ambigu.


Hingga membuat keluarga nya ber pikir jika mereka ber dua telah ter jerat satu sama lain.


Benar benar kesal mengingat per buatan pria putih yang selalu mengaku sebagai suami nya.


Tidak seperti biasa nya, ia kini sedang ber jalan sendiri di antara lalu lalang pasar ibu kota yang penuh sesak.


Jika di tanya kan di mana enam saudara Hua..?

__ADS_1


Mereka sedang ber malas malasan di kedai makan milik Hei Xue.


Mencicipi ber bagai macam menu masakan baru yang sangat lezat.


"Wahhhh.. Sup iga babi ini sangat menyegar kan..." Seru Hua Zi sambil meletak kan mangkuk kosong untuk di isi lagi.


"Kakak Zi, Coba daging asap ini..! Ini sangat enak..!" Sambung Hua Hong dengan mulut yang penuh mengunyah makanan.


"Hong jangan habis kan semua nya..! berikan piring ayam itu pada ku..!" seru Hua Bai pada saudara muda nya yang hampir menghabis kan ayam bakar ke sukaan nya.


"Tidak mau.." Jawab Hua Hong dengan acuh, pria serba merah itu mengabai kan per kata an Hua Bai .


"Berani nya kau...!" geram dengan saudara muda nya itu, Hua Bai ber diri untuk merebut piring berisi ayam bakar dari tangan Hua Hong.


"Jangan mendekat...!" Teriak Hua Hong dengan histeris.


Pria serba merah itu ber lari ke belakang Hua Lan untuk ber sembunyi.


"Adik Hong makan lah pelan pelan.." Kata Hua Lan dengan lembut, makan dengan pelan.


Pria dengan pakaian biru itu benar benar men cermin kan ke tenangan.


Ber beda dengan saudara muda yang sedang lahap menyantap makan di atas meja.


Hua Hei dan Hua Hui sedang melihat ke ramaian dari jendela yang ada di sana.


Merasakan gelombang energi besar yang tidak stabil, Hua Hei sedang ber pikir keras.


Siapa yang mampu mengeluarkan energi sebesar ini..?


"Kakak ter tua.. Bagai mana dengan tuan majikan..?" Tanya Hua Hui pada saudara tua nya yang masih ter menung.


"Apa tuan majikan tidak apa..?" tanya nya sekali lagi.


Diam untuk beberapa saat, Hua Hei menjawab tanpa mengalih kan pandangan nya dari luar jendela.


"Ini bukan milik tuan majikan.."

__ADS_1


Mencoba mengirim sinyal pada tuan majikan nya yang sedang pergi keluar seorang diri.


Hua Hei dan juga Hua Hui hanya bisa menghela nafas pelan, tuan majikan mereka sedang tidak ingin di ganggu.


Kembali pada gadis manis dengan jubah hitam, paras juga aura di sekitar nya membuat ia Ter lihat mencolok di antara kerumunan pengunjung.


Mengabai kan beberapa orang yang menatap nya penuh kagum, Hei Xuan terus ber jalan mencari sesuatu yang bisa mengisi ke bosanan nya.


Menyusuri jalanan pasar yang penuh dengan pengunjung, Hua Hei masih belum merasa ada yang menarik di pasar ibu kota.


"Ohh aku lupa.." teringat dengan tempat yang dulu ingin ia kunjungi.


Gadis itu melesat dengan cepat membuat jubah hitam nya ber kibar ter kena angin.


Sampai pada tempat yang ingin ia kunjungi, Hei Xuan ingat tempat itu ter lihat tidak terlalu ramai.


Melihat sekeliling tempat yang terlihat biasa saja, mata Hei Xuan tiba tiba ter tuju kearah bangunan dengan dua lantai.


Bangunan megah dengan papan nama...


...•• RUMAH JUDI ••...


.


.


.


.


.


......... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


... JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰


..... .....

__ADS_1


...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...


__ADS_2