RATU HITAM

RATU HITAM
26. Membereskan Kediaman Yun


__ADS_3

.


.


.


.


.


Kehidupan akan terus berputar, setiap orang akan terus mengira jika semua hal yang terjadi akan selalu berporos pada diri nya sendiri.


Pulih dari kekacauan yang di sebabkan oleh ledakan energi spiritual di istana kekaisaran, ibu kota kembali di gemparkan dengan kejadian perampokan yang menguras gudang harta milik kediaman hakim Chen.


Bukan hanya itu, berita tentang tuan muda dari kediaman Chen yang menyinggung orang berjubah aneh di kedai makan juga menjadi perbincangan hangat.


Sedangkan di istana kekaisaran sendiri masih dalam proses memperbaiki kerusakan bangunan, Beberapa selir dan putri nya di ungsikan di luar istana.


Di istana kekaisaran hanya ada beberapa pejabat yang bertahan, sebagian besar dari mereka melarikan diri bersama keluarga nya saat ledakan energi terjadi. Tetapi tidak sedikit pula yang meninggalkan ibu kota setelah mendengar kabar tentang kediaman Chen, yang habis di rampok bagaikan cangkang kosong.


Setelah banyak hal yang terjadi dengan tiba tiba, membuat Kaisar Xiao menjadi sangat mudah curiga pada siapapun di sekitar nya. Sering kali ia dan pejabat yang lain saling mencurigai, kaisar bahkan tidak mengizinkan siapa pun memasuki istana nya.


Suasana yang sangat menyenangkan untuk di tonton, tersenyum dengan sangat puas. Beberapa hari tidak keluar dari hutan hitam, Xiao Xuan dan enam saudara Huang sedang mengawasi istana kekaisaran yang perlahan lahan akan hancur dengan sendiri nya.


"Tuan.. kenapa mereka sangat bodoh.." Bertanya dengan kesal, Hua Zi sungguh tidak mengira jika ras manusia akan sangat mudah di hasut.


"Manusia memang seperti itu.." Jawab Xiao Xuan dengan senyum yang tak pernah pudar.


"Berotak dangkal.." bergumam dengan malas, Hua Hei sudah mulai terbiasa dengan keadaan di dunia tengah.


Di antara mereka berenam, Hua Hei adalah satu satu nya yang paling sulit saat beradaptasi dengan lingkungan baru. Terlebih lagi ia membutuh kan lebih banyak energi spiritual di banding dengan saudara yang lain.


"Tuan, kita akan kemana setelah ini.." Hua Hong bertanya pada Xiao Xuan yang berdiri disamping nya.


Pria yang biasa berpakaian serba merah itu akan mengenakan jubah hitam, sama seperti saudara nya jika mereka keluar bersama.


Pada jubah hitam milik mereka itu sudah di pasang Aray pelindung oleh Xiao Xuan, sebagaimana untuk melindungi mereka saat keadaan genting juga mampu mengirim sinyal antara satu dengan yang lain nya.


Inti nya Jubah yang mereka selalu mereka kenakan saat keluar dari formasi heksagon di hutan hitam itu sudah di rancang untuk saling tersambung satu sama lain.


Jubah itu juga yang membuat mereka bisa bertahan di dunia tengah dengan energi spiritual yang sangat tipis.


"Kita akan bereskan kediaman Yun " Melesat pergi setelah melihat apa yang ingin di lihat.


Xiao Xuan dan yang lain nya dengan lincah melompat di antara atap bangunan kayu di sepanjang jalan.


Saat melewati sebuah rumah perjudian, Xiao Xuan berpikir mungkin lain kali akan berkunjung.


Memiliki pengelihatan yang lebih tajam saat gelam, membuat Ras iblis terbiasa beraktivitas di malam hari.

__ADS_1


Jika dari kejauhan, orang dengan pelatihan tinggi akan dapat melihat sekilas jika mata mereka bersinar merah.


Saat sampai di depan pintu masuk kediaman Yun, mereka dapat melihat jika kediaman itu tidak berpenghuni.


Tidak terurus dan tidak ada yang menjaga, Namun itu akan lebih baik bukan..?


"Ayo masuk.." Melompati tembok depan dengan sangat mudah, seolah hal seperti ini sudah menjadi kebiasaan nya.


Mengikuti dengan patu, enam saudara Huang sekarang lebih tidak bisa menebak isi pikiran tuan majikan nya itu. Mungkin menggunakan tubuh manusia membuat nya jadi sama aneh nya dengan ras manusia..


Memejamkan mata dengan mengerutkan dahi, Xiao Xuan seperti merasa ada yang mengikuti mereka sampai di kediaman Yun.


Melihat tuan majikan nya yang mengerut kan dahi, Hua Hei adalah yang paling sensitif terhadap apa yang terjadi pada tuan nya.


Melihat sekeliling, Hua Hei seolah mengerti apa yang membuat tuan nya terganggu.


Melihat tuan nya yang mengangguk memberi isyarat, Hua Hei dengan kecepatan tinggi menembak kan pisau angin pada arah pohon persik di halaman samping kediaman.


Menancap tepat pada batang pohon yang di tempati orang itu untuk bersembunyi, tentu saja gerakan Hua Hei yang tiba tiba itu membuat pria dengan cadar putih itu terkejut bukan main.


Melesat secepat mungkin untuk melarikan diri, pria yang terlihat menggunakan pakaian putih itu pergi dengan dua orang yang juga ikut bersembunyi bersama nya.


"Penguntit.." saat Hua Hui hendak mengejar pria itu, tapi Xiao Xuan mengangkat tangan untuk menghentikan nya.


"Bukan ancaman.." Melanjutkan berjalan memasuki kediaman Yun lebih dalam lagi.


Mereka juga dapat merasakan jika pria yang mengikuti mereka tidak lah memiliki niat membunuh di sekitar nya.


Saat melihat banyak benda yang di jadikan pajangan ruangan penuh dengan kilau, mata Hua Hong seolah berbinar mengikuti kilauan emas dan berbagai batu giok di sana.


"Tuann..!" Melihat Xiao Xuan dengan mata penuh binar, Hua Hong akan menjual tampang nya untuk mendapatkan benda benda berkilau kecintaan nya.


"Ambil apapun yang kalian inginkan.." Mengerti dengan tatapan mata mereka yang sangat berharap.


"Tuan memang paling mengerti kami.." Seru Hua Bai yang langsung menuju tempat yang sudah ia incar sebagai tempat perhiasan.


"Terima kasih tuan.." Hua Lan membungkuk sedikit sebelum melesat menuju perpustakaan di kediaman itu.


Begitu juga dengan Hua Zi yang entah akan menuju ke gudang pangan atau penyimpanan kain dan pakaian.


"Tuan.." sesekali melihat Xiao Xuan dan Hua Hei secara bergantian, Hua Hui tampak bertanya dengan ragu.


"Ambil yang kau mau di ruang senjata.." mengerti dengan apa yang ingin di tanyakan oleh Hua Hui, Xiao Xuan melihat Hua Hui yang tampak lebih sulit mengutarakan maksud nya di banding yang lain.


"Terimakasih tuan.." Menjawab dengan semangat, pria dengan pakaian hitam pudar itu lebih menyukai berbagai senjata di banding barang barang yang lain.


Saat yang lain sedang sibuk berburu barang yang di ingin kan. Xiao Xuan dan Hua Hong tampak berkeliling melihat apakan ada yang aneh dengan kediaman Yun.


Melihat jika terdapat banyak jalan rahasia di halaman belakang membuat Xiao Xuan faham sekarang, pantas saja kediaman Yun sangat mudah untuk di pantau. Pasti ada banyak mata mata yang membangun jalan rahasia di kediaman ini.

__ADS_1


Mengirim sinyal agar datang ke halaman belakang, Xiao Xuan dan Hua Hei sudah mempersiapkan formasi untuk meratakan kediaman Yun.


Saat yang lain sudah berkumpul, Xiao Xuan melompat keatas kemudian dalam sekejap mata muncul sayap hitam besar mengepak menahan agar ia tidak jatuh.


Di susul dengan Hua Hei yang juga mampu mengeluarkan sayap seperti Xiao Xuan.


"Wahhhh,, Hua Hei juga bisa menggunakan sayap di sini.." Berseru dengan semangat, Hua Hong mencoba ikut melompat dan sepasang sayap hitam juga muncul di punggung nya.


"Hahaha.. Lihat, sayap ku juga muncul..!" Bersorak dengan girang, Hua Hong mulai mengepakkan sayap nya untuk terbang ke sana kemari.


Menyusul Hua Hong yang terbang dengan riang di atas, Hua Zi dan yang lain nya juga ikut melompat kemudian sepasang sayap hitam juga muncul di punggung mereka.


Ini adalah sayap ras iblis seperti mereka. Sama berwarna hitam, namun tidak dapat di samakan dengan milik Xiao Xuan yang bahkan mampu menumbangkan puluhan pohon saat sayap hitam besar milik nya menyepak dengan kuat.


Mengayunkan sebelah tangan nya pada kediaman di bawah nya. Dari jari Xiao Xuan muncul api yang kemudian jatuh ke bawah.


Terbang lebih tinggi lagi, Xiao Xuan dan yang lain nya akan mengaktifkan formasi yang sudah di pasang agar kediaman Yun rata hingga tidak dapat di kenali.


Dengan keadaan seperti ini, mereka yang memeriksa akan mengira jika kediaman Yun di serang dan anggota keluarga di bakar di dalam nya.


Melihat api yang semakin membumbung tinggi, Xiao Xuan dan yang lain nya bergegas terbang menjauh meninggalkan kediaman Yun.


"Ayo tunggu kabar baik dari ibu kota besok."


Melesat terbang dengan cepat di gelap nya malam, dengan enam saudara Hua di belakang nya.


"Baik tuan.."


Sedangkan berita terbakar nya kediaman penasehat Yun dengan cepat menyebar membuat kehebohan.


Di dekat kediaman Yun, terlihat pria bercadar putih yang tadi melarikan diri masih berdiri menonton Xiao Xuan dan saudara nya yang lain merampok kemudian membakar kediaman dengan sangat mudah.


Semua yang di lakukan Xiao Xuan sangat anggun menurut nya, cara nya berjalan, berbicara, juga cara mata nya melihat. Bahkan saat ia membakar sebuah kediaman besar dengan sangat mudah, di mata pria itu, apapun yang di lakukan oleh Xiao Xuan adalah sesuatu yang membuat nya tidak berhenti tersenyum.


Melihat banyak orang yang berbondong bondong datang, pria dengan cadar putih itu bergegas pergi di ikuti dua penjaga di samping nya.


"Aku menemukan mu.. Hei Yura!"


.


.


.


.


.


........ BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉

__ADS_1


... AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰


...^_^Terimakasih sudah membaca^_^...


__ADS_2