RATU HITAM

RATU HITAM
34. Mengunjungi Dunia Bawah


__ADS_3

.


.


.


.


.


Hari hari yang menyenang kan telah menjadi kebiasaan. Berbelanja, berjalan jalan juga makan bersama adalah kegiatan mereka sehari hari nya.


Hari ini, mereka berencana untuk berkunjung ke dunia bawah.


Membawa beberapa masakan dari dunia tengah untuk para pekerja di istana nya, Hei Xuan tidak lupa juga membawa beberapa barang barang untuk di bagikan.


"Tuan.. semua nya sudah cukup.!." Seru Hua Hong yang di utus untuk menyiapkan perbekalan.


"Istirahat lah sebentar..! nak, kau pasti lelah.." ucap selir Yun yang kini sudah berganti identitas menjadi Hei Yue, Nyonya muda dari istana Hitam.


"Ehhh.. bibi terlalu perhatian.." Menjawab dengan canggung, lucu memang saat ia yang sudah hidup hampir ratusan ribu tahun di panggil "Nak" Oleh ras manusia yang baru hidup puluhan tahun saja.


Usia hidup ras manusia memang di anggap lebih pendek dari pada usia nyamuk di dunia bawah.


"Ini lihat lah, nenek membuat banyak kudapan .." Dari belakang mereka berkumpul terdengar suara yang mulai terasa akrab bagi mereka.


Saat mereka menoleh, mereka dapat melihat Ji Qian yang sekarang juga sudah berganti identitas menjadi Hei Qian, Nenek Besar dari istana Hitam.


Membawa nampan berisi banyak kudapan yang terlihat masih hangat.


"Wahhh.. Apa itu untuk kami..?" Tanya Hua Hong, pria serba merah itu memang yang paling mudah bergaul dari pada saudara nya.


"Tentu saja, bawa lah untuk bekal kalian.." Menyodor kan nampan yang penuh dengan kudapan itu pada Hua Hong.


Tanpa menunggu lama lagi, pria serba merah itu dengan segera membungkus nya dengan kain agar lebih mudah di simpan.


"Berbagi juga dengan yang lain.." Tersenyum melihat tingkah aneh dari enam saudara yang terlihat tidak ada mirip nya sama sekali.


Ada yang sangat dingin, ada yang tidak pernah bisa lepas dari senjata. Ada juga yang sangat menggilai makanan, ada yang setenang air, juga ada yang sangat lengket dengan peralatan kecantikan. Dan yang paling aneh di antara mereka semua adalah pria serba merah, Hua Hong yang selalu menempel pada Hei Xuan.


"Terima kasih.." berterima kasih dengan serempak, Enam saudara Hua itu menunduk kan sedikit kepala nya sebagai tanda hormat.


"Tidak perlu begitu sungkan, kita ini keluarga..!" Saut Yun Xue yang kini menjadi Hei Xue, Tuan muda dari istana Hitam.


"Benar..! Keluarga harus saling berbagi.." jawab Yun Yao yang sekarang ini berganti identitas menjadi Hei Yao, kakek besar dari istana Hitam.


Hei Yao dan Hei Xue, pasangan ayah dan anak itu berjalan beriringan menghampiri Hei Xuan yang sedang berkumpul di aula depan bersama yang lain.


"Bagus sekali..! Kakak Xue memang yang terbaik..!" Seru Hua Hong yang memang sangat akrab dengan Hei Xue.

__ADS_1


" Adik Hong, kau juga akan ikut bepergian bersama mereka..?" tanya Hei Xue saat melihat perbekalan yang berada di tangan pria serba merah itu.


"Tentu saja..! Kakak aku harus ikut berpetualang agar bertambah kuat.." Menjawab dengan penuh semangat, Hua Hong memang paling lihai menipu orang lain.


"Haihhh,,, Baik lah.. berhati hati lah saat di luar." Menghela nafas pasrah saat melihat pria muda dengan pakaian yang sangat silau itu sangat bersemangat.


"Tenang saja..! Kakak Xue jangan khawatir, kami tidak akan lama.." Berkata dengan yakin, keterampilan berpura pura Hua Hong benar benar mampu bersaing dengan siluman rubah.


"Adik Hong..! Jangan lupa bawakan barang bagus untuk ku..!"


Hei xuan memang tidak memberi tahu yang sebenar nya pada keluarga nya, mereka hanya tahu jika ia dan saudara Hua akan melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman.


"Tenang saja kakak Xue.." Jawab Hua Hong yang masih mempertahan kan senyum penuh semangat milik nya.


"Ini ambil lah, bawa kemana pun kalian pergi.." Menyodor kan token giok dengan warna hitam pekat, Hei Xuan memberikan pada Hei Yao, Hei Qian, Hei Yue juga Hei Xue masing masing satu.


"Keponakan..Untuk apa ini..?" Hei Xue Membolak balik token yang baru saja ia terima.


"Apa kegunaan token ini.. Xuan..?" Tanya Hei Yao yang merasa kan jika token giok yang ada di tangan nya itu memiliki tekanan energi yang sangat besar.


"Ini terlihat aneh.." Gumam Hei Qian yang memiliki tingkat pelatihan paling rendah di antara yang lain.


"Kau akan tetap hidup saat mengenakan giok itu.." Menjawab dengan singkat, Hei Xuan memang masih kaku saat berbicara dengan anggota keluarga yang berasal dari ras manusia itu.


"Apa..? Xuan, apa kah ada yang menginginkan nyawa kami..?" Tanya Hei Yue dengan kaget, mereka baru saja mengganti identitas dan sekarang nyawa mereka sudah terancam.


"Adik, jangan menakuti ku.." saut Hei Xue dengan suara pelan.


Mengangguk faham dengan apa yang di maksud dari tatapan mata tuan majikan nya. Pria yang selalu mengenakan pakaian biru itu segera menyimpan semua perbekalan pada ruang yang ia buat di dalam diri nya sendiri.


"Apa kalian memiliki batu ruang yang sekuat itu..?" Tanya Hua Xue yang melihat dengan mata kepala nya sendiri jika tumpukan makanan di depan nya tiba tiba menghilang begitu saja.


"Ahhh.. Benar, kami masing masing memang memiliki benda itu." Hua Lan teringat jika hal semacam membuat ruang pada diri sendiri hanya bisa di lakukan oleh orang orang yang sudah memasuki ranah.


"Wahhh,, kalian memiliki banyak barang bagus.." seru Hei Xue dengan semangat. Sangat mudah untuk di bodohi bukan..?


"Ayo Berangkat..!" Saut Hei Xuan yang sudah tidak tahan mendengar omong kosong saudara Hua yang terus saja menipu Hei Xue.


"Baik tuan.." Bersiap dengan segera, Jika di tunda lagi mereka yakin jika tuan majikan nya akan meninggal kan mereka dan pergi sendiri.


"Xuan berhati hati lah.." Seru Hei Yue yang melihat anak nya melangkah pergi.


menghentikan langkah nya, Hei Xuan menoleh melihat mereka melambai kan tangan pada nya.


"Haihh.." Menghela nafas pelan, Ras manusia memang sangat lemah dalam perasaan. Sangat mudah Senang juga sangat mudah bersedih.


"Jangan pernah meninggal kan token giok itu kemana pun kalian pergi..!" Mengingat kan sekali lagi, Hei Xuan mungkin mulai terbiasa memikirkan keselamatan keluarga kecil itu.


"Baik,, Tidak akan kami lepas.."

__ADS_1


Melesat pergi setelah mendengar jawaban dari Hei Yue, Hei Xuan dan saudara Hua berhenti saat di rasa sudah cukup jauh dari Istana Hitam .


"Sudah cukup tuan.." ucap Hua Hei yang merasa jika gesekan energi yang akan di hasilkan saat membuka gerbang tidak akan sampai pada istana Hitam.


"Iya.."


Melangkah maju untuk menyeimbangkan posisi. Hei Xuan tampak membaca mantra yang juga pernah ia gunakan sebelum nya.


Setelah beberapa lama, muncul dua daun pintu besar di atas mereka. Perlahan terbuka bersama an dengan gerakan tangan Hei Xuan yang masih memejamkan mata sambil mengguman kan mantra.


"Kalian masuk,," ucap Hua Hong yang merujuk pada Saudara nya yang lain.


"Baik lahh.." Bergegas secara bergantian , melompat masuk pada pintu yang terbuka di atas mereka.


Saat yang lain sudah masuk, Hei Xuan membuka mata nya, melihat hanya Hua Hei yang belum melompat masuk, Gadis itu mengerutkan alis.


" Masuk lah lebih dulu.." Ucap Hei Xuan pada pria serba hitam itu.


"Baik tuan.." Hua Hei dengan patuh melompat masuk setelah mendapat perintah.


Hei Xuan kembali membacakan mantra untuk menutup pintu besar yang ada di atas nya.


Sebelum pintu besar itu benar benar tertutup, Hei Xuan melihat ke arah pohon rindang yang tak jauh dari tempat nya berdiri.


"Sampai kapan kau akan terus mengintip..?" Berkata entah pada siapa, Hei Xuan kemudian melompat masuk ke pintu yang segera tertutup setelah itu.


Suasana sunyi beberapa saat..


Pria yang sedang bersembunyi di antara dedaunan pohon yang tadi di lihat oleh Hei Xuan itu tampak masih belum pulih dari keterkejutan nya.


Melihat pada dua penjaga yang juga bersembunyi bersama nya, Pria itu dapat melihat jika dua penjaga nya itu juga tampak masih linglung .


"Apa aku tadi baru saja di tuduh mengintip..?"


.


.


.


.


.


........ BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


.. AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰


..... .....

__ADS_1


... __terima kasih sudah membaca__...


__ADS_2