RATU HITAM

RATU HITAM
53. Perasaan Akrab


__ADS_3

.


.


.


.


.


Ibu kota kekaisaran di heboh kan dengan berita tentang lelang yang akan di ada kan di rumah judi.


Bukan hanya barang yang akan di lelang sangat ber harga, orang orang di ibu kota juga di buat semakin penasaran bagai mana rupa dewa judi yang menjadi per bincangan hangat beberapa hari ini.


Papan pemberitahuan yang ada di beberapa tempat ramai penuh dengan berita di ada kan nya lelang di rumah judi.


Berita tentang lelang batu permata merah yang langka segera menyebar dengan cepat.


Di beberapa penginapan yang ada di pusat kota penuh dengan pendatang dari luar ibu kota atau bahkan tidak sedikit pula yang berasal dari kerajaan tetangga.


Begitu juga dengan jalanan pasar ibu kota, suasana menjadi lebih ramai dari hari hari biasa.


"Apa kau sudah men dengar kabar tentang pelelangan di rumah judi..?" tanya seorang pembeli pada pembeli yang lain di sebuah toko daging.


"Tentu saja..! seluruh papan pemberitahuan penuh dengan berita itu.." jawab wanita dewasa yang juga berada di sana.


"Apa yang di lelang benar benar batu permata merah yang langka itu..?" tanya pedagang daging yang ter tarik dengan gosip para pembeli nya.


"Yahh,, muncul nya per mata merah saja sudah membuat keributan. Apa lagi jika batu itu di lelang.." Saut pria muda yang datang mengantar daging untuk di jual.


"Benar..! Aku jadi ragu apa itu benar benar batu permata merah..?" Sambung pembeli lain yang juga ada di sana.


"Itu memang batu permata merah..! Aku mendengar dari tuan yang menginap di tempat ku bekerja." Jawab seorang wanita muda yang Ter nyata adalah pelayan dari sebuah penginapan.

__ADS_1


"Benar kah..? mereka tahu dari mana..?" Tanya pedagang daging itu sambil memotong pesanan pembeli di hadapan nya.


"Tentu saja aku tahu..! Saat aku menyajikan makan malam kemarin, aku tidak sengaja mendengar bahwa tuan itu sudah menyuruh orang untuk datang langsung ke rumah judi untuk mencari tahu." Jelas nya pada akhir nya.


"Wahh.. ternyata memang benar...!" Saut pembeli yang lebih dulu memulai obrolan.


"Tentu saja.." ucap wanita itu sebagai jawaban.


"Ini daging ku.." penjual daging itu Menyodor kan kotak bambu berisi daging pesanan nya.


"Terimakasih.. Aku pergi dulu..!" pamit wanita muda yang mengaku bekerja di penginapan Ter sebut.


Tidak jauh dari tempat penjual daging itu, Hei Xuan dan enam saudara Hua sedang makan manisan buah di pinggiran jalan.


"Tuan benar benar tidak ber bohong..?" tanya Hua Hong dengan wajah bodoh nya.


"Kelihatan nya memang seperti itu.." Jawab Hua Bai dengan malas.


Tadi pagi pagi sekali tuan majikan mereka mengajak mereka pergi ke ibu kota dengan tiba tiba.


Namun aneh nya kali ini tuan majikan mereka juga menyuruh Hua Bai untuk mengena kan pakaian pria juga.


Saat di tanya majikan mereka itu hanya menjawab akan membawa mereka ke pelelangan batu permata.


"Tuan majikan, kita semua bisa ikut masuk kan..?" Tanya Hua Hong pada majikan nya yang masih dengan malas memakan manisan buah di tangan nya.


"Tentu saja.." Mengangguk sebagai jawaban.


Hei Xuan sudah meminta pengurus rumah judi menyiap kan ruangan yang ter tutup untuk nya saat lelang di selenggarakan.


Meninggal kan Hei Xuan dan enam saudara Hua yang sedang menikmati hidup mereka.


Di istana kekaisaran, tepat nya paviliun milik putra mahkota.

__ADS_1


Xiao Xun sedang ter menung di dalam kamar nya.


Duduk di kursi dekat jendela yang menghadap langsung ke arah danau buatan di halaman belakang milik nya.


Pria tampan itu memandang kosong ikan ikan di danau milik nya.


Sudah lewat tiga hari setelah ia bertemu pemuda kecil saat ber kunjung di rumah judi milik nya.


Entah kenapa, sejak saat itu putra mahkota Xiao Xun selalu saja merasa bahwa adik tiri nya masih hidup.


Setiap ia mengingat pemuda yang menguras emas nya di rumah perjudian, samar sama ia akan ter bayang pada adik tiri nya yang tidak lain ada lah Xiao Xuan.


Putra mahkota Xiao Xun selalu merasa jika pemuda kecil itu terlalu mirip dengan Xuan nya.


Cara nya memejam kan mata, Cara nya ber bicara pada orang lain. Cara nya ber jalan bahkan gerak gerik nya ter lihat sangat tidak asing.


Memijat pelipis nya dengan pelan, memikir kan semua ini membuat putra mahkota Xiao Xun menjadi pusing.


Perasaan akrab apa ini sebenar nya..?


.


.


.


.


.


........BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


.... JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPAN NYA 🥰

__ADS_1


..... .....


...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...


__ADS_2