
.
.
.
.
.
Siang hari di depan rumah perjudian sudah penuh dengan antrian yang panjang.
Padahal lelang akan di laksana kan saat matahari ter benam.
Saat hari mulai petang, antrian di depan rumah judi se olah tidak ber kurang sedikit pun.
Masih tetap ramai dan penuh sesak.
Deretan ber bagai macam kereta kuda ter parkir di halaman samping bangunan dengan dua lantai itu.
Beberapa bangsawan ber pengaruh yang memiliki token anggota akan memasuki rumah judi tanpa harus mengantri.
Dan lebih lagi mereka akan mendapat kan layanan juga perlakuan khusus.
Dari arah belakang, Hei Xuan dan enam saudara Hua tampak ber jalan melewati antrian.
Mereka yang mengenakan jubah hitam tampak seperti seragam yang dominan.
Penampilan mereka yang ter lihat lebih mencolok membuat banyak dari antrian mengalih kan pandangan dan menjadikan mereka pusat perhatian.
Suasana riuh seketika, banyak dari gadis gadis yang ada di sana ber teriak histeris.
Bahkan tidak sedikit pula para pria yang tak henti henti nya ber decak kagum.
"Ahhhh...! Tampan sekali..!"
"Benar benar sangat sempurna..!"
"Lihat yang membawa kipas di depan itu..!"
"Kyaaa..! Sangat manis sekali..!
"Wahhh..! Betapa beruntung nya aku hari ini..!"
" Ahhh.. aku akan mati tanpa penyesalan..!"
Teriakan histeris ter dengar saling ber sahutan di mana mana.
Di mata pengunjung yang lain, kehadiran tujuh pria ber jubah hitam itu seperti gerombolan dewa yang turun dari langit.
Begitu menawan dan sangat memikat juga mempesona.
Sampai pada pintu masuk, Hei Xuan mengeluar kan token yang di berikan oleh pengurus rumah judi tempo hari lalu.
"Apa aku bisa masuk..?" Suara halus dan maskulin itu berasal dari balik kipas lipat yang menutup separuh wajah Hei Xuan.
Beberapa gadis yang dapat mendengar suara itu bahkan sampai mimisan.
Ter sentak kaget saat melihat token yang di keluar kan oleh Hei Xuan.
__ADS_1
Token dengan ukiran RUMAH JUDI Juga angka 1 di bawah nya itu menanda kan bahwa orang yang ber diri di hadapan nya ini adalah tamu yang ter hormat.
Bahkan anggota kekaisaran saja tidak dapat memiliki token yang satu ini. Anggota yang di akui oleh pemilik rumah judi itu secara resmi.
"Kenapa kalian menahan tamu ter hormat kami..!" suara lantang itu berasal dari pria paruh baya yang ber lari keluar dari rumah judi.
"Itu tuan.." Menjawab dengan gugup.
Penjaga pintu masuk itu bingung harus menjelas kan bagai mana pada pria yang tidak lain adalah pengurus rumah judi itu.
"Cepat minta maaf..!" Memelotot pada penjaga itu dengan garang, pria paruh baya mengutuk betapa bodoh nya pekerja itu.
"Maaf tuan..! pegawai rendah ini membuat anda tidak nyaman.." Pengawal itu segera membungkuk meminta maaf, di ikuti rekan nya yang lain.
Mau bagai mana pun, mereka semua yang ber tugas menjaga pintu masuk tidak mengenali tamu ter hormat dengan baik, hampir saja menimbul kan keributan.
"Tidak apa,, Kalian sudah bekerja keras.." Melenggang meninggal kan para penjaga di pintu masuk yang terus saja ber terimakasih.
Hei Xuan dan yang lain nya di antar pengurus rumah judi itu menuju ruangan yang sudah di siap kan di lantai dua.
"Jika perlu apapun langsung saja panggil saja tuan.." Ucap pria paruh baya itu setelah sampai di ruangan milik Hei Xuan.
"Tentu saja.." menjawab dengan lembut.
Suara Hei Xuan yang ter dengar sangat manis itu membuat beberapa pelayan pria yang mengantar kan cemilan ter sipu.
"Kami permisi dulu.." Pamit pengurus rumah judi itu sebelum benar benar pergi ber sama para pelayan yang sudah menyelesai kan tugas nya.
Menutup pintu ruangan ter sebut dengan segera.
Hei Xuan melempar diri nya pada alas duduk yang telah di siap kan.
"Tuan majikan.. Apa akan ada barang bagus di sini..?" tanya Hua Hong yang duduk paling dekat dengan majikan nya.
Melihat saudara yang lain yang juga menanti jawaban nya. Hei Xuan hanya bisa menghela nafas perlahan.
"Kalian boleh membeli apapun se suka nya.." Ucap gadis itu pada akhir nya .
"Wahh...! Tuan memang yang ter baik..!" Seru Hua Hong kegirangan.
"Terimakasih tuan..!"
Mengangguk sebagai jawaban, Hei Xuan mengalih kan pandangan nya pada panggung yang sudah di siap kan se demikian rupa.
Saat seorang pria yang ber tugas memandu acara menaiki panggung ber sama seorang wanita dengan pakaian yang sangat minim.
"Terima kasih hadirin sekalian..! pelelangan rumah judi hari ini resmi di mulai..!"
Teriak pria itu yang di sambut riuh tepuk tangan oleh para pengunjung.
Beberapa wanita yang juga mengena kan pakaian ter buka membawa barang lelang secara ber gantian.
Hingga sampai pada puncak acara, ter lihat beberapa orang sudah tidak sabar untuk melihat barang lelang yang utama.
Seorang wanita muda yang cantik dengan pakaian ketat menaiki panggung sambil membawa nampan yang ditutup dengan kain hitam.
Meletak kan nya di meja yang ada di sana agar semua orang dapat melihat dengan jelas.
"Barang utama ini semua orang pasti juga sudah mengetahui berita nya..! Buka tutup nya..!" Seru pria yang memandu jalan nya pelelangan itu dengan lantang.
__ADS_1
Saat kain hitam itu di angkat, hawa panas menyebar ke seluruh penjuru bangunan besar itu.
Dapat di lihat dengan jelas, di atas nampan itu ter dapat batu yang sudah ter belah.
Kilau an merah berasal dari sana.
"Ini adalah batu permata merah yang sangat langka..! Harga awal di buka dengan sepuluh ribu keping emas..!.."
Teriakan pemandu acara itu membuat para pengunjung riuh seketika.
"Harga awal sepuluh ribu emas..? "
"Benar benar dunia para orang kaya..!"
"Gila..! Aku bahkan tidak pernah melihat emas sebanyak itu..!"
Semakin ricuh saat para bangsawan sudah mulai menawar harga untuk barang yang mereka incar.
"Aku sepuluh ribu lima ratus..!"
"Sebelas ribu..!"
"Dua belas ribu..!"
"Dua belas ribu tiga ratus..!"
"Dua belas ribu delapan ratus..!"
"Aku menawar empat belas ribu..! "
"Empat belas ribu tujuh ratus..!"
"Aku akan menawar lima belas ribu..!"
Suara yang saling ber sahutan satu sama lain itu benar benar membuat keributan besar.
Bagai mana pun tidak ada orang yang mau mengalah pada batu permata merah ini.
Harga tawaran semakin naik dan semakin naik lagi.
Jika mereka masih terus menaik kan harga untuk berebut.
Hei Xuan dan saudara Hua sedang ber santai menikmati suara kenaikan harga yang seperti alunan musik.
Semakin tinggi maka semakin banyak uang yang merek dapat kan bukan..?
.
.
.
.
.
........ BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
.... JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
__ADS_1
..... .....
...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...