
.
.
.
.
.
Penjamuan yang di tempatkan pada kediaman Yun memang benar benar meriah.
Tidak hanya tamu dari dalam kekaisaran saja, bahkan para pejabat dan tamu ter hormat dari kerajaan lain juga turut hadir.
Banyak dari mereka bertujuan untuk memberi kan penghormatan terakhir pada kediaman Yun, atas semua perbuatan baik yang telah membantu sesama.
Menyaksikan sendiri bagaimana orang orang yang pernah ia bantu begitu menghargai keluarga nya, Hei Yao, mantan kepala keluarga Yun itu merasa beruntung telah memperguna kan kekayaan nya dengan benar.
Di samping nya, berdiri istri nya. Hei Qian yang juga melihat dengan mata kepala nya sendiri jika keluarga Ji nya bahkan tidak mengupaya kan untuk mencari ia dan anak anak nya.
Menahan rasa sesak di dada nya, Hei Qian tanpa sadar menetes kan air mata.
"Sudah lah, ibu.. mereka memang selalu seperti itu.." ucap Hei Yue menenang kan ibu nya.
"Huh.. mereka memang mengingin kan aku mati lebih cepat.." Sungut Hei Xue dengan kesal.
"Benar.. Mereka dari dulu selalu ingin menyingkir kan kakak kan.." Saut Hei Yue menimpali ucapan saudara tua nya itu.
"Jika masih ada aku.. Mereka tidak akan bisa menguasai medan perdagangan sampai kapan pun..!" Mengerat kan rahang dengan penuh amarah,
Hei Xue mengingat kembali saat saat di mana ia di buru pembunuh bayaran dalam perjalanan bisnis.
"Jadi ibu, sekarang kita akan membangun keluarga baru. Tidak ada hubungan lagi dengan orang orang ber hati busuk seperti mereka." Seru Hei Yue memberikan semangat pada ibu nya.
Mereka ber empat yang mengenakan cadar mungkin tidak mudah di kenali.
Tentu saja Hei Yue sangat suka berada di luar istana, dulu setiap hari ia harus berpura pura sakit dan lemah.
Sekarang ia dapat berdandan selayak nya, setidak nya tidak perlu lagi mengguna kan bahan bahan obat untuk menutupi pelatihan nya.
"Iya, ibu hanya sedikit sedih.." Tersenyum melihat dua anak nya bisa akur dan saling menyayangi.
Dengan segera menghapus air mata nya, Hei Qian benar benar ber syukur dulu suami nya tidak menikahi selir. Atau mungkin anak nya dan cucu nya akan berebut kekuasaan dan harta kekayaan.
__ADS_1
"Xuan ber kata token giok ini saling berkaitan, apa berarti kita dapat saling memberi sinyal satu sama lain dengan ini..?" Tanya Hei Xue setelah mengingat giok hitam berukir naga itu.
"Mungkin saja, yang ter penting harus di bawa kemana pun kita pergi." sambung Hei Yue sambil memegang giok pemberian dari putri nya itu.
"Cucu ku sudah ber kata begitu, ini pasti giok yang sangat ber harga.." saut Hei Qian menimpali.
"Ayo melihat lihat, ini adalah pertama kali nya kita ber kunjung ke kota setelah kekacauan terjadi." ajak Hei Yao yang merasa sudah cukup melihat kediaman yang ia tempati dari kecil hingga memiliki cucu.
Mungkin sedikit tidak rela melihat kediaman yang rata dengan tanah. Namun bagai mana pun, keselamatan keluarga nya adalah yang ter penting.
"Benar..! ayo melihat ada perubahan apa di ibu kota." Seru Hei Xue, mengikuti langkah ayah nya yang meninggal kan keramaian.
Berbeda dengan keluarga yang harmonis dan hidup tenang setelah mengganti identitas.
Seorang pemuda sedang duduk dengan pandangan kosong menghadap danau besar dengan aliran sungai kecil di halaman paling belakang kediaman yang sudah hancur itu.
Mengenang kembali saat di mana ia ber kunjung hanya untuk sekedar melihat tunangan nya yang biasa duduk mem baca buku di gazebo dekat danau.
Gadis yang tidak pernah ber main atau ber dandan itu ter lihat penakut dan sedikit ceroboh.
Pemuda itu tidak lain adalah jendral muda Shi, Shi Hao Yun.
Jendral muda yang biasa mengikuti ayah nya ber tugas di per batasan itu memutus kan untuk langsung pulang setelah mendengar kabar tentang kediaman Yun.
Tidak ada keterangan dan penyebab yang pasti tentang apa yang sebenar nya terjadi, bahkan kasus nya juga sudah di tutup begitu saja.
Mengepal keras memikir kan per lakuan tidak adil yang di alami oleh kediaman Yun.
"Maaf, maaf kan aku Xuan.. " Memejam kan mata nya dengan erat, jendral muda Shi itu kembali mengingat kehidupan buruk yang telah di lalui tunangan nya selama menjadi putri di istana kekaisaran.
"Aku yang harus nya minta maaf.."
Menoleh melihat asal suara itu, Shi Hao Yun dengan segera bangun menyembunyi kan keterpuru kan nya.
"Kakak sepupu, aku tidak menjaga adik Xuan dengan baik." Membungkuk meminta maaf, Xiao Xun yang baru datang itu menunjuk kan penyesalan yang mendalam.
"Jangan seperti itu, adik sepupu.." Berusaha saling menguat kan satu sama lain.
"Aku pasti akan menemukan pelaku nya." Xiao Xun berucap penuh tekad.
"Benar.. Kasus ini harus tetap di selidiki dengan rinci." sambung jendral muda shi,.
Bagai mana pun, Orang yang sudah meninggal harus di beri keadilan.
__ADS_1
Shi Hao Yun dan putra mahkota Xiao Xun sama sama memiliki pemikiran jika semua kejadian ini bukan lah sekedar kebetulan saja.
Meninggal kan mereka yang masih ber duka. Di luar, rakyat kekaisaran sedang ramai membincang kan tentang kisah cinta antara jendral muda Shi dan tunangan nya, putri ke dua kekaisaran, Xiao Xuan.
Kemunculan Jendral muda Shi pada perayaan Lentera benar benar membuat heboh ibu kota.
Jendral muda yang biasa hanya pulang setahun sekali saat perayaan hari jadi ibu nya itu tiba tiba pulang setelah mendengar kabar tentang kediaman keluarga tunangan nya.
Bahkan nyonya kediaman Shi yang biasa menjaga jarak dari dunia luar kini ikut hadir pada perayaan kali ini.
Bisik bisik yang semakin membesar menjadi topik per bincangan seluruh rakyat yang menghadiri penjamuan.
Kabar yang semakin menyebar luas dari mulut ke mulut hingga terdengar para pejabat dan tamu ter hormat.
Jendral muda Shi yang bahkan tidak akan pulang saat ada perayaan besar di istana kekaisaran itu benar benar pulang untuk tunangan nya.
Tidak sedikit di antara mereka menyebut kabar ini dengan pulang demi kesayangan
Mendengar semua yang di bicara kan rakyat di penjamuan, pria dengan cadar putih yang sedang mengambil kudapan itu tampak ber wajah masam.
Bergegas pergi setelah mengambil sepiring kudapan kering.
Pria itu mengumpat di dalam hati, serasa menahan cuka di perut nya.
Hehh.. Demi yang tercinta..? Sialan..!
.
.
.
.
.
......... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
..... .....
...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...
__ADS_1