RATU HITAM

RATU HITAM
30. Garis Darah Dewa


__ADS_3

.


.


.


.


.


Matahari pagi yang bersinar cerah di iringi burung burung yang berkicau dengan riang.


Suasana yang sangat menenang kan pikiran ini tidak berpengaruh pada gadis yang duduk di istana belakang milik nya, terlihat sedang dalam suasana hati yang buruk.


Wajah nya yang mungil dengan alis yang menukik tajam, juga sorot mata yang dingin penuh kebencian.


Bahkan asap hitam menguar dari sekujur tubuh nya, menekan udara yang ada di sekitar nya.


Dari kejauhan, terlihat enam orang tengah mengintip sambil bersembunyi di antara bangunan yang ada di istana belakang.


Berkerumun menonton tuan majikan mereka yang tidak baik baik saja sejak kembali setelah berkeliling beberapa hari yang lalu.


Sejak itu pula, majikan mereka itu tidak makan juga tidak berbicara dengan siapa pun. Namun yang membuat mereka bertanya tanya adalah, Kenapa ada yang berbeda dengan aliran darah pada tuan majikan nya..?


"Menurut kalian, apa yang terjadi pada tuan..?" tanya Hua Zi memecah keheningan di antara mereka ber enam.


Saling memandang satu sama lain. Hua Hei yang biasa menghabis kan waktu menyendiri dengan berlatih dan mengamati senjata, entah dari kapan mulai terbiasa mengikuti kelakuan aneh saudara saudara nya yang lain.


Seperti sekarang, mengintip majikan nya yang sedang dalam suasana hati buruk. Beberapa hari ini kegiatan yang mereka lakukan hanya mengintip, lalu makan dan kemudian kembali mengintip tuan majikan nya lagi.


"Apa tuan bertemu musuh saat di sana..?" tanya Hua Lan yang mulai menerka nerka apa yang sebenar nya terjadi pada tuan majikan mereka.


"Menurut kalian.. Memang nya siapa yang bisa menandingi tuan..?" Hua Hui yang tidak menjawab juga bertanya.


Mengangguk dengan setuju, mereka yang terlihat semakin kompak itu kembali berpikir kemungkinan apa yang paling masuk akal.


"Ahhhh..." suara Hua Hong yang tidak pelan itu mengaget kan mereka semua. Posisi nya mengintip yang berada di paling bawah membuat yang lain melihat ke arah nya.


Menunggu apa yang akan di katakan pria serba merah itu . Memang di antara mereka ber enam, Hua Hong adalah yang paling dekat dengan tuan majikan.


"Apa mungkin tuan bertemu dengan pria yang lebih tampan dari pada aku..?" Berseru tanpa rasa bersalah, pria serba merah itu tidak menyadari jika saudara saudara yang juga mengintip di atas nya itu memandang nya dengan mata membunuh.


"Ehh Kenapa dingin.." Belum sempat menoleh melihat ke atas, Hua Hong sudah mendapat balasan dari mereka yang di atas nya.


Plakkk.


Plakkk..


Plakkk...


Plakkk....


Plakkk.....


Mengabaikan Hua Hong yang dalam keadaan teraniaya oleh saudara tua nya.


Mereka malah melanjutkan menonton tuan majikan mereka yang masih belum beranjak dari duduk nya selama empat hari ini.

__ADS_1


"Apa kalian tahu apa yang aneh dengan darah tuan..?" tanya Hua Bai yang semakin merasa ada yang aneh dengan darah pada tuan nya.


"Itu memang aneh, tapi apa..?" Hua Zi yang juga ikut bingung itu kembali bertanya.


"Seperti kekuatan yang besar.." Ucapan Hua Hei membuat mereka yang di bawah nya melihat ke atas.


"Apa jangan jangan.." Belum sempat Hua Lan menyelesaikan ucapan nya, Hei Xuan tiba tiba berteriak memaki entah pada siapa.


"Akhhh... Benar benar pusing! .. " Mereka yang mengintip itu saling melihat satu sama lain, ini adalah pertama kali nya tuan majikan nya bicara setelah beberapa hari.


Tetapi sebenar nya siapa yang di maki seperti itu ..?


" Aku tidak ingin terikat dengan apapun!.. Dewa sialan..!."


Seakan tersambar petir, Enam saudara Hua itu membatu seketika. Membulatkan mata dengan pandangan kosong,


Apa tadi yang tuan majikan nya katakan..? Dewa..? Lalu..?


"Garis darah Dewa..!"


Hening setelah mereka berseru bersamaan.


Brukk...


Terjatuh dengan bersamaan, mereka bahkan lebih syok dari pada Hei Xuan sendiri.


"Dewa mana yang menurut kalian mampu mengalah kan tuan..?" Tanya Hua Lan setelah mampu menguasai diri dari keterkejutan.


"Apa mungkin tuan bertemu pria dengan garis darah dewa..?" Pertanyaan Hua Hong lagi lagi menyulut emosi saudara nya yang lain.


" Memang nya tuan tidak akan memiliki pendamping..?" Gumam pria serba merah itu sambil mengusap kepala nya yang selalu kena pukul.


"Itu bukan urusan mu, kau ini dasar adik bodoh..!" Saut Hua Zi yang memang sering memaki saudara muda nya itu.


"Sudah itu, kalian tenang lah sedikit." Ucap Hua Lan sebagai penengah di antara pertikaian saudara yang sering terjadi di antara mereka.


"Lalu, sekarang apa..?" tanya Hua Bai melihat saudara secara bergantian pada laki laki nya.


"Bagaimana menurut Saudara tertua..?" pertanyaan dari Hua Hui itu membuat mereka mengalihkan pandangan pada pria serba hitam yang sudah berdiri tegap.


Ikut berdiri saat menyadari mereka masih saja duduk setelah terjatuh bersama sama.


Mereka yang merupakan saudara muda itu menatap Hua Hei dengan pandangan mata berharap.


Saudara tertua adalah tempat paling cocok untuk mencari solusi dari segala masalah bukan..?


"Kenapa..?" Tanya Hua Hei dengan santai saat melihat saudara nya melihat ia dengan mata yang berkilap aneh.


"Kakak tertua, menurut mu apa masih ada yang mampu mengalahkan tuan majikan." Tanya Hua Zi yang benar benar penasaran tentang masalah tuan nya.


"Tentu saja..." Jawab pria serba merah itu dengan menggantung kan ucapan nya.


Siapa lagi dari suku dewa yang mampu mengalahkan kekuatan tuan nya,


Tuan majikan memiliki kemampuan yang tidak tertandingi,


Seingat nya yang mampu melawan tuan majikan nya hanya lah satu orang,

__ADS_1


Itu pun karena orang itu memiliki garis darah yang langka,


Namun.. orang yang dulu menentang tuan nya di perang pada masa lalu itu sudah meninggal setelah menyelesaikan segel dewa di kuil.


Kecuali jika...


Raut wajah Hua Hei tiba tiba berubah, alis nya menukik tajam jika yang ada di pikiran nya itu benar. Maka dewa yang mampu mengalahkan kekuatan tuan majikan mereka adalah..


"Keturunan pria tua Bai!"


... .. .....


Catatan..


Pelatihan Terdiri dari beberapa tahap.


Untuk pemula yang biasa di mulai dari masih anak anak yaitu Pelatihan Dasar:


Tingkat 1


Tingkat 2


Tingkat 3


Tingkat 4


Tingkat 5


Tingkat 6


Tingkat 7


Tingkat 8


Tingkat 9


Setelah melewati puncak pelatihan dasar tingkat sembilan, akan mamasuki Pelatihan Petarung: Sama dengan pelatihan dasar, pelatihan petarung juga terdiri dari sembilan tingkat.


Pelatihan juga bisa di dukung dengan elemen bawaan yang biasa di miliki dari lahir.


.


.


.


.


.


....... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


.. AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰


..... .....


...__terimakasih sudah membaca__...

__ADS_1


__ADS_2