RATU HITAM

RATU HITAM
48. Terlalu Lelah


__ADS_3

.


.


.


.


.


Istana megah yang terletak di dalam hutan itu ter lihat sangat tenang dari depan, aula yang sunyi dan halaman yang sangat nyaman.


Udara sejuk dan pepohonan di luar istana benar benar membuat istana yang di dominasi warna hitam itu tampak asri sekaligus mengeri kan.


Berbeda dengan aula depan yang sepi.


Di dapur bagian belakang penuh dengan pelayan yang melakukan banyak pekerjaan.


Sibuk melakukan ini dan itu, memberes kan banyak tempat dan memasak banyak hidangan.


Sedang kan di halaman samping, tampak wanita yang sedang duduk di kursi taman.


Di depan nya ter sedia mangkuk dan teko berisi teh hijau di atas meja.


Menikmati teh dengan suasana hati yang baik, wanita dengan paras cantik itu tampak selaras dengan bunga bunga yang ada di sana.


Benar.. Wanita itu adalah ibu kandung Hei Xuan, Hei Yue.


Sudah dua hari ini ia menghabis kan waktu dengan ber santai dan menikmati teh di halaman samping.


Suasana hati nya benar benar baik memikir kan calon menantu nya akan ber kunjung untuk makan malam ber sama.


Benar, calon menantu nya...


Putri nya benar benar pintar memilih pasangan, Bukan hanya kuat dan mampu melindungi nya.


Calon menantu nya benar benar sopan dan menghormati keluarga nya.


Entah bangsawan atau pangeran dari kerajaan mana, namun pria yang akan menjadi manantu nya itu benar benar penuh dengan karisma dan ke pemimpinan yang kuat.


Mengingat kembali ketika putri nya di antar pulang oleh pria yang mengenakan cadar putih seperti biasa nya.


Waktu itu di aula utama...


"Kakak Xue..! kakak Yue..!" Teriak Hua Hong yang baru saja datang.


"Ada apa..?" Tanya Hei Xue dengan malas.


Ia dan adik nya juga baru saja sampai beberapa waktu yang lalu.


"Apa kau tahu.. aku punya berita yang sangat besar..!" Berkata dengan penuh antusias.


Hua Hong segera merapat pada Hei Yue yang ber diri di samping nenek Qian.

__ADS_1


"Kakak Yue.. apa kau ingin mendengar berita ku..? aku jamin kau pasti sangat ter tarik kan..? "


Mencoba memancing rasa penasaran dari keluarga tuan majikan nya itu, Hua Hong mengabai kan tatapan menghina dari para saudara tua nya.


"Saudara tua.. Apa kalian tidak ingin.." Belum sempat pria merah itu menyelesaikan ucapan nya.


"Aku akan pergi makan.." potong Hua Zi yang merasa malas ikut campur urusan pria serba merah itu.


Bergegas pergi menuju paviliun milik nya.


"Malas.." begitu pula dengan Hua Hei.


"Aku akan pergi mandi." sambung Hua Bai yang juga kembali ke paviliun nya.


"Permisi.." Di susul Hua Hui yang juga merasa ter lalu lelah untuk bermain main.


Hanya ter sisa Hua Lan yang masih ber diri di sana.


"Ohh kakak Lan.. Kau akan ikut aku ber cerita.. " seru pria serba merah itu melihat ada satu saudara tua nya yang masih peduli dengan nya.


Namun tidak seperti yang di harap kan.


Pria dengan pakaian biru tenang itu ter senyum lembut.


"Selamat malam tuan dan nyonya.." Pamit Hua Lan sebelum meninggal kan aula untuk menyusul saudara nya yang lain kembali ke paviliun.


"Ohhh..." Melihat arah pergi nya para saudara tua nya dengan linglung.


Hei Xue menepuk pundak pria serba merah itu agar melanjut kan cerita nya.


"Iya, ada apa dengan putri ku.?." saut Hei Yue dengan raut wajah cemas.


"Ohh iya..! " ter ingat dengan apa yang ingin ia cerita kan barusan.


"Tadi pengawal tuan Bai ber kata jika.. Tuan majikan sedang ber sama dengan tuan Bai, jadi menyuruh kami pulang lebih dulu. Apa kalian tahu apa yang mereka lakukan..?" sambung Hua Hong dengan tanya yang menggantung.


"Apa ..? " tanya nenek Qian yang semakin penasaran.


"Mereka ber kata.. Tuan majikan dan tuan Bai sedang tidur ber sama..."


Hua Hong tidak mengira jika apa yang ia ucap kan akan membuat mereka ber tiga kaget bukan kepalang.


"Apaa...!!!!"


Sedang kan di depan gerbang....


"Buka gerbang nya..!" teriak Li Fu yang berada di kursi kusir dengan Li Si.


Dua penjaga yang ber diri di gerbang istana hitam itu tampak waspada saat menyadari Li Si dan Li Fu bukan dari ras manusia.


"Perlu apa kalian..!" Seru salah satu dia antara mereka yang men duga jika pelatihan Li Si dan Li Fu sudah mencapai puncak ranah.


"Buka gerbang nya.." Suara pelan seorang pria dewasa itu seolah menggema, menekan ke dua penjaga gerbang.

__ADS_1


Tidak dapat ber gerak, mereka ber dua seolah merasa mati rasa di tempat.


Brakkkkk....


Gerbang itu ter buka dengan sendiri nya.


Mengabai kan dua penjaga gerbang itu, Li Si dengan segera mengarah kan kereta mereka memasuki istana.


Sedang kan Hua Hong dan yang lain segera ber gegas melihat keributan apa yang ter jadi di depan.


Belum sempat keluar dari aula utama itu, Hua Hong dan yang lain dapat melihat ada merata besar yang di tarik binatang spirit dengan pelatihan yang mencapai ranah.


Dari dalam kereta, tampak pria dengan penampilan serba putih yang tampak sangat suci.


Turun sambil menggendong seorang gadis dalam dekapan nya.


"Itu tuan majikan..!" Seru Hua Hong dengan histeris.


"Salam ibu mertua, nenek dan paman." Sedikit menunduk pada ke tiga marga Hei itu.


Bai Jin Xi benar benar mengabai kan Hua Hong yang juga ada di sana.


Tidak ada yang menjawab, ke tiga orang itu merasa otak nya tiba tiba kosong.


Tersenyum dengan ramah, Bai Jin Xi sedang ber peran menjadi calon menantu idaman.


"Aku akan mengantar ke kamar, Xuan mungkin terlalu lelah. " Berjalan meninggal kan aula utama, Bai Jin Xi segera melesat menuju paviliun utama milik gadis nya.


Sedang kan mereka yang di tinggal kan masih dalam keadaan linglung, melihat kosong ke arah pergi nya pria putih itu.


Dalam pikiran mereka sekarang di penuhi dengan..


Tidur bersama~


Terlalu lelah......


Selang beberapa saat, Pipi mereka tampak ber semu merah. Apa lagi wajah merah Hei Xue yang terlihat sangat jelas.


Sesuatu yang mereka pikir kan benar benar tidak dapat di gambar kan dengan ekspresi.


.


.


.


.


.


....... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


..... JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰

__ADS_1


..... .....


...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...


__ADS_2