
.
.
.
.
.
.
Terik matahari yang kian menyengat membuat sebagian orang malas keluar rumah, lebih memilih berlindung pada atap tinggi dari panas nya sinar matahari. Namun lain hal nya dengan tujuh bayangan yang terlihat melesat meninggalkan asap hitam.
Bersantai beberapa minggu bersama enam saudara Hua, Xiao Xuan mengajak mereka keluar dari hutan hitam dan melihat kota.
Sudah hampir dua bulan Xiao Xuan menghilang sejak ledakan energi. Saat ia meninggalkan istana waktu itu, Xiao Xuan memang tidak merasakan kehadiran selir Yun di sekitar wilayah istana.
Beberapa hari yang lalu Xiao Xuan sudah mengutus orang untuk melihat keadaan di kota juga mencari keberadaan selir Yun dan keluarga nya yang lain.
Setelah mendapat kan laporan, Xiao Xuan berniat mendatangi ibu kota terlebih dahulu sebelum menemui selir Yun dan yang lain.
"Tuan, apa di kota sangat ramai..?" tanya Hua Hui sambil terus melompat mengikuti yang lain.
"Apa di sana banyak makanan aneh yang enak..?" Sambung Hua Zi yang memang memiliki nafsu makan yang besar.
"Banyak makanan di sana.." menjawab seada nya, terus bersama dengan mereka berenam selama beberapa minggu membuat Xiao Xuan terbiasa berbincang santai.
"Apa ada benda yang dapat merawat kecantikan ku ini?.." Saut Hua Bai yang pernah mendengar cerita dari Hua Hong, jika di dunia tengah banyak benda yang di gunakan untuk mempercantik diri.
"Apa ada toko buku di sana..?" Hua Lan yang memiliki karakter lebih tenang di antara yang lain itu memang sangat suka membaca buku atau bermain seruling.
"Kakak Lan ada banyak toko buku di sana, apapun yang di cari bisa di temukan di pasar ibukota . sangat menyenangkan.." menjawab dengan semangat, Hua Hong sudah tidak sabar untuk kembali mengunjungi ibu kota.
"Wahhh, aku harus mencari benda untuk mencuci ekor ku agar lebih mengkilap.." Seru Hua Bai yang selalu merasa bulu rubah milik nya harus tetap cantik dan mempesona
"Sungguh..! aku bisa mempelajari beberapa buku nanti.." jawab Hua Lan dengan perlahan, di antara yang lain, Hua Lan memang lebih bisa bersikap layak nya manusia biasa.
Terus mengobrol sepanjang jalan, saling bertanya dan menjawab. Hua Hei menjadi yang paling malas mendatangi tempat dengan keramaian.
Selagi yang lain sibuk berbincang, pria serba hitam itu selalu mengamati sekitar jalan yang mereka lewati.
Di antara saudara nya , ia memang yang paling peka dengan keadaan sekitar. Juga karna ia sering mengikuti kemana pun Xiao Xuan pergi, itu juga yang membuat Hua Hei selalu waspada dalam kondisi apa pun.
Setelah beberapa lama melesat dengan bayangan, mereka samapi pada gerbang masuk ibukota.
Melompat ke atas tembok gerbang, Xiao Xuan dan yang lain nya dapat melihat keadaan di ibu kota.
Melihat dengan mata berbinar, Hua Hong dengan semangat kembali melompat turun di ikuti yang lain .
"Ayo tuan..! Masih menunggu apa lagi.." berteriak pada tuan nya yang masih belum turun.
"Keadaan kota masih belum pulih total." melompat turun, Xiao Xuan dapat melihat jika ibu kota kekaisaran masih belum kembali seperti semula.
__ADS_1
Memang benar, jalanan tidak seramai biasa nya.
Jika dulu setiap saat pasti jalanan keluar masuk ibu kota pasti penuh antrian.
"Tuan, seperti nya setelah ledakan energi waktu itu banyak yang mengungsi." Jawab Hua Hong saat melihat sebagian bangunan rusak yang masih belum di perbaiki.
"Seperti nya istana kekaisaran juga mengalami kerusakan parah ." Gumam Xiao Xuan sambil berjalan di ikuti yang lain.
Sepanjang jalan Hua Hong terus menceritakan apa saja yang ia tahu.
Melihat mereka yang sangat antusias, Xiao Xuan tampak tersenyum dengan sendiri nya.
"Tuan kita akan kemana..?" tanya Hua Hui yang melihat Xiao Xuan tampak menoleh ke sana kemari seperti mencari sesuatu .
"Tuan mungkin sedang mencari target.." Jawab Hua Hong yang membuat yang lain bertanya tanya.
Terget..?
Memperhatikan tuan mereka dengan kebingungan. Hua Hei tampak nya orang pertama yang mengerti maksud Hua Hong.
"Kediaman Chen.." Kembali berjalan setelah menemukan tujuan.
Xiao Xuan kembali membuat bingung yang lain, hanya Hua Hong dan Hua Hei yang segera mengikuti di belakang.
Setiba nya di kediaman Chen. Xiao Xuan dan yang lain nya dapat melihat jika pemilik kediaman masih bertahan di rumah, itu juga menandakan harta benda mereka juga masih ada di sini bukan..?
Menyelinap masuk dengan lihai, Xiao Xuan dan yang lain nya bergegas menuju gudang penyimpanan.
Keadaan kediaman yang belum stabil membuat Xiao Xuan dan yang lain nya lebih leluasa mencari tempat barang berharga milik kediaman Chen.
Tebakan Hua Hei memang benar, tuan majikan memang tidak bisa di jauh kan dari harta kekayaan.
Seperti mengambil barang milik nya sendiri, Xiao Xuan tidak tanggung tanggung mengambil tumpukan koin emas yang menggunung.
Mereka ras iblis yang sudah memasuki ranah akan mampu membuat ruang di dalam diri nya sendiri. Mereka akan mengandalkan kesadaran untuk menyimpan dan mengambil barang atau apapun.
" Wahhh ..Tuan!, ternyata ada banyak barang berkilau di sini.." seru Hua Hong dengan riang gembira, pria serba merah itu mengambil apapun yang terlihat memanjakan mata.
"Apa sudah selesai..?" Tanya Xiao Xuan saat melihat mereka mulai kembali berkumpul.
"Sudah tuan.." menjawab dengan serempak. Xiao Xuan dapat melihat, yang membawa barang paling banyak adalah Hua Hong .
"Ayo kita berkeliling.." bergegas meninggalkan kediaman Chen yang sudah seperti cangkang kosong.
Xiao Xuan mengajak mereka melihat keramaian yang ada di ibu kota.
Ketika sampai di pasar, Suasana masih ramai dan penuh sesak.
Xiao Xuan berjalan dengan tegap tanpa menghirau kan orang di sepanjang jalan yang terus memperhatikan ia dan yang lain.
Bagaimana tidak menjadi pusat perhatian, Mereka mengenakan jubah hitam besar juga tatanan rambut ikat ekor kuda, ditambah tatapan mata dingin dan wajah rupawan yang mempesona.
Penampilan Xiao Xuan dan yang lain nya ini benar benar tidak pernah terlihat, sepanjang jalan banyak yang berteriak histeris dan berdecak kagum.
__ADS_1
Semakin banyak mata yang menatap, Xiao Xuan merasa semakin terganggu.
"Tuan.. Bagaiman jika kita mencoba makan lebih dulu.." Melihat majikan nya yang tidak nyaman, Hua Hong segera mengusul kan untuk mencari kedai makan terlebih dahulu.
"Benar..! Aku ingin mencoba daging yang ada di sini." saut Hua Zi dengan cepat.
Mengamati sekeliling, Xiao Xuan melihat kedai makan dengan dua lantai yang tidak terlalu jauh di depan.
"Di sana.." Menunjuk dengan dagu, Xiao Xuan kembali berjalan di ikuti yang lain di belakang nya.
Saat memasuki kedai, tampak lantai bawah sudah penuh dengan pengunjung. Kedatangan Xiao Xuan dan yang lain nya membuat keributan di dalam dan luar kedai yang ingin melihat.
Berjalan menuju tangga, Xiao Xuan memanggil pelayan dengan isyarat tangan. Saling memandang, Hua Hong yang sudah tidak sabar segera angkat bicara.
"Heii.. kau ! .. Cepat kemari.."
Bergegas mendekat, pelayan pria yang di panggil oleh Hua Hong bertanya dengan gugup.
"Silahkan memilih meja tuan.." Sesekali mencuri pandang, pengunjung yang ada di depan nya ini seperti bukan manusia biasa.
"Kosong kan lantai atas, Kami akan makan di sana." melempar kantong koin pada pelayan pria itu. Xiao Xuan kemudian duduk di kursi dekat tangga.
"Baik.. tamu terhormat."
Bergegas menyuruh beberapa rekan nya untuk mengosongkan lantai atas, sedangkan ia akan melapor pada atasan nya jika ada tamu besar yang datang.
Tidak berapa lama setelah nya, Ada beberapa bangsawan yang terlihat turun dari tangga.
Berjalan sambil menggerutu, Xiao Xuan bahkan abai dan langsung naik setelah yang lain turun.
Banyak bisik bisik terdengar di antara pengunjung yang datang.
Xiao Xuan mengambil duduk paling dekat dengan jendela. Sedangkan yang lain nya masih sibuk melihat lihat.
Saat pelayan datang Xiao Xuan hanya menyuruh Hua Hong memesan apa saja yang mereka ingin makan.
Memilih menu masakan dengan penuh semangat, Hua Zi adalah yang paling antusias dari yang lain.
Makan bersama dan di selingi dengan bercanda, Xiao Xuan sesekali menjawab apa saja yang mereka ingin tahu di dunia tengah ini.
*H*idup dengan tenang tanpa ambisi lebih nyaman~
.
.
.
.
.
....... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
__ADS_1
... AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰