
.
.
.
.
.
Matahari sore yang menawan nampak kemerahan, angin dingin berhembus menyapa sang bulan.
Saat kehidupan penuh cahaya remang rembulan mulai mengambil alih, menggantikan sang Surya yang mulai terbenam di antara gunung gunung tinggi.
Jika malam menjadi waktu tepat untuk beristirahat, berbeda dengan beberapa hari ini belakangan.
Keadaan di istana kekaisaran saat malam tidak akan bisa tenang, sudah hampir seminggu terjadi teror yang beruntun yang di alami penghuni kekaisaran.
Bermula dari muncul nya kain penuh darah di paviliun selir Yi, potongan tangan di taman istana, surat surat penuh bercak darah, bahkan juga mayat tanpa kepala yang di temukan di kotak kain untuk anggota kerajaan.
"Apa masih tidak ada petunjuk apapun?." bertanya dengan nada putus asa, kaisar yang tengah duduk di meja kerja nya tampak memijat pelipis kebingungan.
"Menjawab yang mulia.. Belum ada kabar yang mulia.." menjawab dengan ragu, pelayan pribadi yang di utus kaisar untuk menyelidiki kasus teror berdarah di istana kekaisaran itu tidak menemukan apapun.
"Apa sama sekali tidak ada jejak yang tertinggal..?" Bertanya sekali lagi, Kaisar Xiao benar benar di pusingkan dengan hal hal yang terjadi belakangan ini.
Pembunuhan di kediaman perdana Mentri Yi , lalu perampokan di kediaman hakim Chen yang menguras semua yang ada di dalam kediaman.
Kemudian kebakaran yang terjadi di kediaman penasehat Yun, setelah itu teror mulai bermunculan di istana kekaisaran. Terlebih lagi teror ini seolah di lakukan oleh ahli di atas petarung tingkat 7, tidak ada jejak aura apapun yang di tinggalkan.
Sebenernya siapa yang di target kan..?
Dari atap paviliun yang di tempati sang kaisar, terlihat sosok dengan jubah hitam besar tengah duduk dan menguping pembicaraan kaisar.
Sungguh sangat menyenang kan saat mempermain kan pria berkuasa seperti ayah nya sendiri~
Xiao Xuan tampak sangat terhibur dengan apa yang terjadi di istana kekaisaran. Memang tidak rugi ia meninggal kan saudara Hua bersenang senang di pasar ibukota, sedang kan ia menyelinap masuk ke istana.
Puas melihat kaisar Xiao yang kebingungan dengan keadaan sekarang, Xiao Xuan berpindah menuju paviliun milik selir yang paling menentang nya.
Saat di paviliun selir Yi, terdengar suara jeritan histeris di mana mana. Teriakan ketakutan seperti di kelilingi oleh hantu.
Melihat lebih dekat, Xiao Xuan melihat dari balik atap terlihat kondisi paviliun yang kacau, banyak barang pecah berserakan.
Noda darah bercecer di dinding paviliun membuat pemandangan semakin mengerikan.
__ADS_1
Hi hi hi.. Memang ini yang aku ingin kan..
Terkekeh pelan, Xiao Xuan melesat menuju paviliun milik putra mahkota yang biasa ia panggil kakak Xun.
Sampai di depan paviliun milik putra mahkota, Xiao Xuan melihat jika paviliun milik putra mahkota lebih di jaga dengan ketat. Banyak penjaga yang berlalu lalang di luar ataupun dalam halaman paviliun.
Haihhh..
Menghela napas melihat paviliun yang penuh dengan penjaga, Xiao Xuan malas berurusan dengan para prajurit yang berjaga.
Teringat akan sesuatu, Xiao Xuan sudah memikir kan apa yang akan ia lakukan untuk mengatasi kebosanan nya.
Melesat pergi meninggal kan peviliun milik putra mahkota, Xiao Xuan akan bersenang senang dengan putri kekaisaran terlebih dahulu..
Melihat sekitar paviliun milik putri ke empat, Xiao Li er, Putri dari selir Yi ini memang mengikuti jejak sang ibu.
Melihat penjagaan yang tidak terlalu ketat, Xiao Xuan mengeluar kan bubuk bius dari lengan baju nya. Menuangkan sedikit di telapak tangan, lalu meniup bubuk itu lalu menyebar di seluruh penjuru paviliun,
**Brukkk..
Brukkk...
Brukkk**..
Satu per satu prajurit penjaga yang ada di sana mulai kehilangan kesadaran dan tumbang, bahkan pelayan yang ada di dalam paviliun juga tidak lolos dari bubuk bius yang menyebar.
Gadis kecil yang masih belum cukup umur itu tampak duduk di depan meja rias sambil menyisir rambut.
Melihat dari belakang, Xiao Xuan sungguh muak dengan pasangan ibu dan anak yang menggelikan ini.
Selir Yi memang menanam kan Otak yang picik dan hati yang licik pada anak nya sendiri..
Mengeluarkan belati terbang dari balik lengan baju nya, Xiao Xuan dengan sengaja melempar pisau itu tepat menancap di meja di depan Xiao Li'er
"Siapa di sana.." Terperanjat kaget, Xiao Li er dengan spontan membalikkan badan nya melihat siapa yang dengan lancang menjadikan nya target lemparan pisau.
Lebih kaget lagi saat melihat gadis dengan jubah hitam besar berdiri di ambang pintu kamar nya.
"Apa kau merindukan ku adik.." Berjalan mendekat, Xiao Xuan yang wajah nya masih di tutupi tudung jubah itu terlihat seperti malaikat maut di mata Xiao Li er.
"Kau,, siapa kau.. Prajurit!.. Prajurit..! Ada penyusup .. Prajurit..!"
Berteriak semakin histeris, Xiao Li'er seolah tidak ada tenaga untuk melarikan diri. Xiao Li'er yang berada pada pelatihan dasar tingkat 6 itu seolah lemas pada kaki nya.
"Adik~.. " Membuka tudung nya tepat di depan Xiao Li'er, Xiao Xuan membuat ia semakin terkejut bukan main..
__ADS_1
"Xuan.. Xiao Xuan!.. apa .. apa yang kau lakukan di kamar ku.." Bertanya dengan ragu, Xiao Li'er semakin lemas lagi mengingat kediaman Yun yang sudah terbakar habis.
Apakah ini hantu nya..?
"Ayo ikut dengan ku.."
Seolah tercekik, Xiao Li'er benar benar mengira jika yang ada di depan nya adalah hantu dari Xiao Xuan yang mengajak nya untuk mati..
"Tidak.!. tidak.. bukan aku.. bukan!.. Bukan aku yang membunuh mu.. ampuni aku!.. ampuni aku..! " Berlutut sambil memohon ampun, Xiao Li'er benar benar merasa Xiao Xuan datang untuk membalas dendam pada nya.
Melihat Xiao Li'er yang histeris ketakutan, Xiao Xuan hampir saja meledak kan tawa nya.
Orang yang memiliki banyak kesalahan akan sangat mudah meminta ampun bukan..?
"Temani aku adik.." menakuti Xiao Li'er sekali lagi, Xiao Xuan benar benar tidak dapat menahan tawa nya lagi.
"Tidak.. tidak.. tidak mau..! aku bukan pembunuh,,, bukan aku! .. aku tidak.. Bukan.!. " Terus berteriak ketakutan, Xiao Li'er bahkan tidak menyadari jika Xiao Xuan yang di kira hantu itu sudah pergi dari tadi.
Sedang kan Xiao Xuan sendiri, meledak kan tawa nya saat keluar dari istana.
Cukup puas dengan tawa nya, Xiao Xuan bergegas menuju pasar ibu kota untuk menjemput Sandara Hua yang mungkin sekarang masih bersenang senang.
Sepergi nya Xiao Xuan, pria dengan cadar putih keluar dari persembunyian nya, tekekeh kecil hingga membuat dua penjaga yang berdiri di belakang nya keheranan.
"Apa kalian lihat.. dia sangat manis saat menjahili anak kecil tadi.."
Masih saja tersenyum meski meninggalkan tempat itu, penjaga yang mengikuti di belakang nya tampak saling pandang.
Apa kita akan segera memiliki nyonya..?
.
.
.
.
.
...... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
... AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
..
__ADS_1
..
...__TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA__...