
.
.
.
.
.
Semua orang mungkin mengharapkan kebahagiaan tanpa harus ada kesedihan.
Aneh memang saat mereka menikmati masa senang namun tidak mampu melewati masa sulit.
Karena bagaimanapun keberuntungan dan bencana akan datang beriringan.
Memandang jauh pada pepohonan di depan, hari ini Hei Xuan dan saudara Hua sedang berkeliling di sekitar wilayah hutan hitam.
Mereka berencana memperluas wilayah yang mereka tempati sekarang.
Semalam saat mereka sedang berunding tentang apa yang akan mereka lakukan setelah mendirikan istana.
Dari pada menyerang wilayah kekaisaran, akan lebih mudah untuk memperluas wilayah mereka terlebih dulu.
Hutan hitam yang terletak pada perbatasan kekaisaran Xiao ini meski termasuk wilayah milik kekaisaran Xiao, namun juga terhubung langsung dengan beberapa kerajaan kecil.
Karena legenda yang mengatakan jika di hutan hitam terdapat kuil yang mengurung roh terkutuk saat perang antar dua dunia, itulah mengapa tidak ada yang berani mendirikan pemukiman di sekitar hutan.
Hutan yang luas nya hampir menyamai separuh dari wilayah kekaisaran Xiao itu sama sekali tidak pernah tersentuh. Setiap ada orang yang memasuki hutan hitam itu tidak akan pernah bisa keluar.
Tidak sedikit yang datang untuk menangkap binatang spirit yang ada di sana.
Banyak yang mengira jika mereka menghilang karena roh terkutuk yang ada di sana.
Namun siapa yang akan percaya, jika sebenar nya mereka yang memasuki hutan hitam akan habis saat bertemu dengan binatang spirit dengan darah iblis yang mendiami hutan hitam.
Berkeliling ke segala penjuru, Hei Xuan berpencar dengan yang lain nya.
Mengambil arah yang menuju pada kerajaan kecil di wilayah barat, Hei Xuan dengan cepat melesat di antara pepohonan yang rindang.
Saat ia melompat dari dahan ke dahan lain nya, tempat yang di tapaki oleh kakinya akan meninggalkan asap hitam tipis.
Setelah beberapa saat melihat keadaan sekitar, Hei Xuan berhenti di salah satu pohon.
Ia seperti mendengar suara, menajamkan lagi pendengaran nya . Hei Xuan mengernyit kan dahi saat mendengar aliran air yang deras, juga ada aroma yang terasa tidak asing di sekitar nya.
Bergegas mendekat pada asal suara, Hei Xuan dapat melihat pemandangan air terjun yang menyejuk kan.
Namun tiba tiba saja alis nya menukik tajam saat melihat pria yang sedang mandi di bawah guyuran air terjun.
Mengamati dengan seksama, Hei Xuan yang tampak seperti penguntit cabul itu malah semakin mendekat pada pria yang ia jamin sedang telanjang bulat tanpa sehelai kain pun.
__ADS_1
Yang menjadi pertanyaan terbesar adalah, Siapa orang gila yang berani mandi di wilayah hutan hitam ini..?
Rasa penasaran yang membuat ia seakan tertarik untuk lebih mendekat.
Berdiri pada batu di depan pria yang tengah memejamkan mata itu, ia dapat merasakan udara di sekitar nya sudah berbeda.
Aura agung juga kesucian yang murni, Hei Xuan juga dapat merasa jika napas dari pria itu tampak menekan energi di sekitar nya.
Ketika ia berjongkok, tepat saat wajah mereka saling berhadapan. Pria yang setengah tubuh nya terendam di air itu dengan tiba tiba saja membuka mata nya.
Tersentak kaget, Melihat mata biru yang setenang air laut. Mata yang mampu membuat siapa pun yang melihat tidak akan bisa mengalih kan pandangan nya.
Benar benar keindahan yang sempurna, Namun bukan itu yang membuat Hei Xuan membatu. Hei Xuan melompat mundur dengan cepat, Kilat mata nya penuh dengan kewaspada an dalam sekejap.
Kenapa ia merasa aneh dengan pria yang ada di depan nya..?
Seperti naluri alami nya merasa terancam secara tiba tiba.
"Apa kau kemari untuk menemui ku..?" Bertanya dengan senyum tipis, sangat tipis hingga tidak terlihat.
Tersadar dari pikiran nya, Hei Xuan melihat pria yang tadi masih berendam itu keluar dari air tanpa menggunakan apa pun.
Bukan menutup mata atau berbalik pergi, Hei Xuan malah semakin memperhatikan apa yang akan di lakukan pria telanjang yang ada di depan nya itu.
Pria dengan rambut putih keperakan itu tampak mengambil Hanfu putih polos yang di letak kan di atas bebatuan.
Memakai nya dengan santai di depan Hei Xuan yang masih memperhatikan tanpa berkedip.
Melihat wajah serius gadis di depan nya , pria putih itu berusaha keras agar dapat menahan tawa nya.
"Apa kau benar benar memiliki kebiasaan mengintip pria yang sedang mandi..?"
Duduk pada salah satu batu di dekat nya, pria putih itu terlihat tenang dan sangat damai.
"Siapa kau..? " Tanya Hei Xuan tanpa menurunkan sedikit pun kewaspadaan nya.
"Duduk lah sebentar.." bukan jawaban yang di ucap kan oleh pria putih itu.
"Jangan dekati wilayah ku.." Berbalik akan pergi, Hei Xuan tidak dapat melihat pencapaian pelatihan milik pria di depan nya. Pasti bukan orang biasa..
"Kenapa buru buru sekali.." Tanya pria putih itu saat melihat Hei Xuan yang bergegas meninggal kan tempat itu.
"Tidak penting.." Menjawab dengan singkat, Hei Xuan bahkan tidak menoleh kebelakang sekali pun.
"Apa kesibukan mu.. Hei Yura!."
Menekan kan nama yang ia sebut kan, pria putih itu berhasil membuat Hei Xuan menghentikan langkah nya.
Siapa yang mengetahui tentang dia..?
Siapa lagi yang tahu jika ia sudah bebas..?
__ADS_1
Siapa sebenar nya pria ini..?
Pertanyaan demi pertanyaan muncul di pikiran nya dengan tiba tiba, tidak ada yang mengetahui ia selain penghuni dunia bawah.
Atau mungkin..
Berbalik dan kemudian menyerang pria putih itu dengan tiba tiba, Hei Xuan terus melancarkan serangan bertubi tubi. Namun pria putih itu hanya terus saja menghindar dan sesekali berbicara.
"Sayang..! Kenapa kau terus menyerang ku..?"
Menghiraukan pria putih yang terus berbicara aneh pada nya. Hei Xuan bahkan tidak bisa mengirim sinyal pada saudara Hua yang menyebar.
Berhenti menyerang pria putih itu, Hei Xuan dapat menebak jika pria itu bukan lah dari ras manusia. Kemampuan nya yang hanya menghindar bahkan membuat ia kuwalahan.
"Apa kau sudah lelah..?" tanya pria putih yang masih berdiri kokoh tidak jauh dari Hei Xuan.
"Siapa yang mengirim mu..?" nada bicara Hei Xuan yang sudah tidak bersahabat
"Aku kemari untuk menemui mu.." menjawab dengan yakin, pria putih itu tiba tiba menggores telapak tangan nya kemudian melesat maju ,memaksakan Hei Xuan untuk meminum darah nya.
Terbelalak kaget, Hei Xuan benar benar di paksa menelan darah dari telapak tangan pria putih itu.
"Apa yang kau lakukan.!." Berteriak dengan geram. Mengayun kan tangan kanan nya untuk memukul pria putih di hadapan nya.
Belum sempat mengenai target nya, pria putih itu menggenggam tangan kanan Hei Xuan, menggores nya dengan belati yang ia gunakan untuk menggores tangan nya tadi.
Saat darah keluar dari telapak tangan nya.Hei Xuan seolah tidak bisa bergerak saat pria putih itu meminum darah dari telapak tangan nya.
Sesaat otak nya tiba tiba saja kosong, melihat pria putih di depan nya itu dengan pandangan mata aneh.
Namun kata yang di ucap kan pria putih di hadapan nya itu membuat Hei Xuan seakan tersambar petir.
"Kita sudah terikat darah"
.
.
.
.
.
....... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
.. AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰
.. ..
......__terimakasih sudah membaca__......
__ADS_1